Madagaskar Membuka Sebagian Pulau untuk Turis Mancanegara

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 16:50 WIB
Setelah tutup lebih dari enam bulan akibat pandemi virus corona, sebagian wilayah pulau Madagaskar telah dibuka untuk turis mancanegara. Pulau Nosy Be di Madagaskar. (iStockphoto/sgar80)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah menutup gerbang penerbangan internasional pada Maret karena pandemi virus corona, sebagian wilayah pulau Madagaskar di Samudra Hindia telah dibuka kembali untuk pengunjung asing pada 1 Oktober untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, Madagaskar telah menutup negaranya selama lebih dari enam bulan lamanya.

Untuk saat ini, wisatawan hanya dapat mengunjungi pulau Nosy Be yang lebih kecil, sejauh 31 km di lepas pantai barat laut Madagaskar.


Perjalanan ke daratan Madagaskar belum diizinkan, meskipun beberapa bandara regional - tetapi bukan bandara utama di ibu kota Antananarivo - akan dibuka kembali mulai 29 Oktober.

Objek wisata, termasuk museum dan taman nasional diizinkan kembali menyambut penduduk setempat pada awal September.

Mengutip Lonely Planet pada Rabu (30/9), banyak dari persyaratan masuk Madagaskar yang serupa dengan negara lain, termasuk menunjukkan tes PCR negatif tidak lebih dari 72 jam, mengisi formulir kesehatan dan menjalani pemeriksaan suhu pada saat kedatangan, tetapi pembatasan tambahan juga diberlakukan.

Wisatawan harus memiliki tiket pulang pergi, menandatangani 'surat komitmen' yang isinya perjanjian untuk mematuhi langkah-langkah kesehatan COVID-19 negara tersebut dan membawa kartu telepon lokal sehingga keberadaan mereka dapat dipantau.

Saat ini seluruh orang yang berada di Madagaskar wajib mengenakan masker di semua tempat umum, termasuk di jalan, di toko-toko dan taman, dan jam malam diberlakukan dari tengah malam hingga jam 04.00.

Pariwisata menyumbang sekitar 15 persen dari PDB Madagaskar, dan diperkirakan 1,5 miliar dolar pendapatan negara ini telah hilang karena penguncian.

Negara ini adalah surga unik bagi satwa liar: 5 persen dari semua spesies hewan dan tumbuhan yang berhabitat di sini adalah endemik, termasuk makhluk dan tumbuhan yang aneh dan indah seperti pohon baobab, lemur, dan spesies bunglon terkecil di dunia.

Bentang alamnya sangat beragam sekaligus epik, dan turis dapat melakukan perjalanan dari hutan hujan ke gurun hanya dalam 300 km.

(ard)

[Gambas:Video CNN]