Mengenal Penyebab Henti Jantung dan Upaya Pencegahannya

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 16:12 WIB
Salah satu penyebab kematian terbesar di dunia adalah henti jantung. Memahami penyebab henti jantung bisa jadi salah satu cara untuk menghindarinya. Salah satu penyebab kematian terbesar di dunia adalah henti jantung. Memahami penyebab henti jantung bisa jadi salah satu cara untuk menghindarinya. (Foto: Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Henti jantung atau Sudden Cardiac Arrest (SCA) adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak dan organ vital lainnya terhenti hingga berujung kematian.

Melansir National Heart Lung and Blood Institute, henti jantung disebabkan terganggunya ritme detak jantung. Permasalahan irama detak jantung dalam istilah medis dikenal dengan aritmia.

Henti jantung memang lebih berpotensi dialami penderita sakit jantung. Namun, mereka yang sehat juga bisa mengalami henti jantung, tergantung faktor kesehatan lain yang berpotensi mengarah ke henti jantung.


Penyebab Henti Jantung

Foto: Istockphoto/stevanovicigor
Ilustrasi. Penyebab henti jantung meliputi gangguan pada bilik fibrilasi ventrikel dan atrium

Melansir Healthline, ada dua faktor umum penyebab henti jantung, yaitu gangguan pada bilik fibrilasi ventrikel dan atrium pada jantung. Berikut uraiannya.

Fibrilasi Ventrikel

Jantung manusia memiliki empat bilik, dan dua ruang di bawah adalah ventrikel. Pada bilik-bilik ventrikel jantung tidak berdenyut namun bergetar di luar kendali.

Inilah yang menyebabkan irama jantung berubah secara dramatis.

Getaran membuat ventrikel memompa darah secara tidak efisien hingga menurunkan jumlah darah yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah kemudian menjadi berhenti total sehingga menyebabkan henti jantung mendadak.

Fibrilasi Atrial

Dua bilik ruang atas disebut atrium. Atrium bertugas mengatur seberapa cepat jantung memompa darah. Terjadinya gangguan pada atrium menyebabkan kerja jantung saat memompa darah terganggu.

Siapa yang Berisiko Alami Henti Jantung?

Ilustrasi merokokFoto: morgueFile/DodgertonSkillhause
Ilustrasi. Perokok berisiko mengalami henti jantung 

Para penderita sakit jantung memiliki risiko tinggi mengalami henti jantung. Namun ada sejumlah faktor lain yang mencetus henti jantung, di antaranya:

  • Keluarga dengan riwayat penyakit jantung
  • Perokok aktif
  • Penderita obesitas
  • Penderita hipertensi
  • Penderita sleep apnea
  • Penderita gagal ginjal kronis
  • Kolesterol tinggi
  • Pria dan wanita di atas umur 55 tahun

Kenali Tanda dan Gejala Henti Jantung

Senior male asian suffering from bad pain in his chest heart attack at home - senior heart diseaseFoto: Istockphoto/ Suphaporn
Ilustrasi. Gejala henti jantung antara lain sakit di dada, sesak napas, dan keringat dingin

Sejumlah gejala pada tubuh biasanya dirasakan seseorang ketika henti jantung akan datang. Berikut gejala henti jantung yang dilansir dari Heart.org:

  • Sakit di dada selama beberapa menit
  • Sakit di organ tubuh atas, seperti punggung, leher, rahang, dan perut
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Pusing

Pertolongan Diri Henti Jantung

Setidaknya terdapat 3 upaya pertolongan diri yang bisa dilakukan ketika menunjukkan gejala henti jantung, di antaranya:

  • Hubungi layanan darurat kesehatan terdekat
  • Minum aspirin jika punya
  • Jika semakin merasa lemas, buka pintu ruangan dan berbaringlah di dekatnya agar petugas kesehatan dapat lebih mudah menolong Anda

Pertolongan Pertama pada Orang Henti Jantung

volunteer office woman use hand pump on chest for first aid emergency CPR on heart attack man unconscious, try to resuscitation patient man at workIlustrasi: Pertolongan pertama CPR dilakukan untuk pasien henti jantung (Foto: Istockphoto/Getty Images/asiandelight)

Ketika Anda berada di situasi melihat orang lain mengalami henti jantung, berikut 4 hal yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama:

  • Hubungi layanan darurat kesehatan
  • Berikan aspirin
  • Lakukan teknik penyelamatan CPR atau teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan
  • Jika ada, gunakan alat kejut jantung dengan perhatikan cara penggunaannya

Diagnosis Henti Jantung

Setibanya di rumah sakit, penanganan intensif dilakukan hingga kondisi pasien stabil. Kemudian, serangkaian pemeriksaan dilakukan dokter untuk mencari penyebab terjadinya henti jantung.

Tes diagnosis henti jantung di rumah sakit biasanya meliputi:

Foto Rontgen

Foto rontgen dada dilakukan untuk memeriksa dan menganalisa struktur dan pembuluh darah jantung yang bermasalah.

Tes Darah

Dokter akan menganalisa kandungan dalam darah apa yang mempengaruhi kerja jantung.

Kateter Jantung

Bertujuan untuk melihat ada tidaknya penyumbatan di pembuluh darah.

Tindakan Pengobatan

Setelah diagnosis, penderita akan mendapat rangkaian tindakan pengobatan untuk mencegah henti jantung terjadi kembali: 

  • Obat: Obat anti aritmia diberikan untuk mengatasi gangguan irama detak jantung.
  • Ring Jantung: Pemasangan ring bertujuan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah arteri agar tetap terbuka.

Upaya Pencegahan Henti Jantung

A doctor listening to his patient's heartbeat with a stethoscopeFoto: Istockphoto/GlobalStock
Ilustrasi. Upaya pencegahan henti jantung adalah rutin kontrol tensi dan kolesterol

Henti jantung bisa terjadi pada siapa pun. Beberapa kondisi membuat seseorang tak bisa lepas dari risiko ini seperti riwayat keluarga.

Namun, sejumlah cara bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung hingga terjadinya henti jantung, di antaranya:

  • Mengontrol tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh
  • Kelola stres diri
  • Olahraga rutin
  • Berhenti merokok

Pola hidup sehat dan mengenal gejala henti jantung adalah dua cara sederhana yang untuk mencegah henti jantung. Sebagai pengetahuan tambahan, baiknya Anda mengenal apa yang harus dilakukan jika henti jantung terjadi pada Anda maupun orang lain di sekitar Anda.

(imb/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK