Studi Temukan Penyebaran Corona di Bus Ber-AC

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 08:42 WIB
Seorang pria ditemukan menularkan Covid-19 ke puluhan orang lain di dalam bus ber-AC. Temuan membuktikan penyebaran corona melalui udara di dalam bus. Ilustrasi. Studi baru menemukan bukti penyebaran virus corona di dalam bus ber-AC. (StockSnap/Luis Llerena)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah studi kasus menemukan bukti penyebaran virus corona lewat udara di dalam bus. Seorang pria ditemukan menularkan virus corona penyebab Covid-19 ke puluhan orang lainnya saat menaiki sebuah bus di China.

Studi yang diterbitkan pada awal September ini mencatat, pria tersebut menularkan virus, bahkan pada orang-orang yang tak duduk di dekatnya. Bus diketahui memiliki ventilasi yang buruk dengan pendingin udara di dalamnya.

Studi yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine ini menyelidiki ancaman infeksi yang ditularkan melalui udara dengan mengamati penumpang yang melakukan perjalanan selama 50 menit di Kota Ningbo, China. Penyelidikan dilakukan pada bulan Januari lalu, sebelum masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker.


Pria tersebut diketahui sebelumnya telah melakukan kontak dengan warga yang tinggal di Wuhan, lokasi pertama penyebaran virus SARS-CoV-2. Dia belum memperlihatkan gejala seperti batuk saat rombongan melakukan perjalanan.

Melansir Medical Xpress, peneliti berhasil memetakan tempat duduk penumpang lain. Hasil pengujian menemukan, 23 dari 68 penumpang dikonfirmasi positif terinfeksi.

Para peneliti juga mencatat bahwa AC hanya mensirkulasikan ulang udara di dalam bus. Hal ini diduga berkontribusi terhadap penyebaran virus.

"Penyelidikan menunjukkan bahwa dalam lingkungan tertutup dengan resirkulasi udara, SARS-CoV-2 adalah patogen yang sangat mudah menular," tulis para peneliti.

Sebelumnya, sejumlah penelitian telah menemukan bukti penularan virus corona melalui udara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah menyatakan bahwa SARS-CoV-2 dapat menular secara airborne pada Juli lalu.

Dalam pernyataan resminya, WHO mendefinisikan penularan secara airborne sebagai penyebaran virus yang disebabkan oleh aerosol yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama. Aerosol merupakan tetesan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat menempel di udara.

Hal tersebut kemudian menjadi perhatian banyak masyarakat. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dengan tetap menggunakan masker saat berada di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk demi menghindari penyebaran corona lewat udara seperti di dalam bus.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK