Dosa, Crepe Tipis Renyah India yang Mendunia

tim, CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2020 19:43 WIB
Sebagian besar orang India yang setiap pagi masih membuat dosa di rumahnya. Dosa adalah sejenis pancake tipis yang dilipat. Sebagian besar orang India yang setiap pagi masih membuat dosa di rumahnya. Dosa adalah sejenis pancake tipis yang dilipat.(iStockphoto/ePhotocorp)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian besar orang India yang setiap pagi masih membuat dosa di rumahnya. Dosa adalah sejenis pancake tipis yang dilipat. Tekstunya renyah karena dibuat dari beras yang difermentasi dengan kacang hitam.

Dosa disajikan polos, atau diisi dengan isian yang dibumbui, dan biasanya disertai dengan sambar (kaldu lentil pedas) dan chutney kelapa.

"Dosa adalah bagian tak terpisahkan dari rumah saya. Saya tumbuh besar menyaksikan ibu saya memasaknya untuk sarapan setiap hari, "kenang Mallika Ramarao, 50, seorang pekerja sosial dari Chennai yang belajar bagaimana membuat dosa dari ibunya dikutip dari South China Morning Post.


"Dia akan menuangkan adonan ke atas tava panas dan menyebarkannya dengan hati-hati menggunakan dasar mangkuk baja kecil. Selanjutnya, dia akan menambahkan sedikit ghee (mentega murni), jangan terlalu banyak, sehingga adonan akan mengeras dengan kuat alih-alih meluncur di sekitar wajan. Dosa akan berubah menjadi keemasan dan renyah di bagian bawah sedangkan bagian atasnya tetap putih dan sedikit kenyal."

Dia menambahkan dosa harus memiliki bagian renyah di luar dan lembut di dalamnya sehingga kontras dengan isian yang lembut dan hangat.

"Bagian tak terpisahkan dari membuat dosa adalah memfermentasi adonan semalaman sehingga memperoleh tekstur yang tepat dan rasa yang sedikit asam," tambah Ramarao.
Murah dan mudah dibuat, dosas adalah pilihan sarapan yang disukai di India selatan, tetapi bisa dimakan kapan saja sepanjang hari. Kaya akan karbohidrat dan protein, bebas gula dan bebas gluten, dosa adalah makanan yang lengkap dan sehat.

Dalam perkembangannya, dosa bisa ditemukan di mana pun di India, dari warung pinggir jalan, restoran cepat saji, sampai restoran mewah di hotel berbintang sekalipun, di seluruh dunia.

"Dosa membangkitkan indera dengan rasa, teksturnya yang renyah dan rasa mentega," kata Sriram Aylur, koki eksekutif di Quilon, sebuah restoran berbintang satu Michelin di London.

"Penyajian hidangannya sama mengesankannya dengan isinya. Ditempatkan di piring saji besar, terlihat seperti krep raksasa melingkari isinya yang harum dan pedas disertai dengan rangkaian chutney yang berwarna-warni."

Di dunia kuliner sendiri, dosa dianggap sebagai makanan fleksibel. Aylur mengatakan dosa sangat populer karena dapat disesuaikan dengan budaya dan selera daerah yang berbeda.

"Bagi koki, dosa sangat serbaguna karena menawarkan pilihan tak terbatas untuk berkreasi dengan bahan dan isian yang berbeda."

Ilustrasi hidangan khas IndiaFoto: Raw Pixel
Ilustrasi hidangan khas India

Dalam bukunya The Story of Our Food, sejarawan K.T. Achaya mengatakan ada referensi dosas dalam literatur Tamil yang berasal dari abad pertama Masehi.

Resep dosa sendiri pertama kali ditemukan di Manasollasa, sebuah karya awal abad ke-12 yang ditulis dalam bahasa Sansekerta oleh Raja Someshvara III yang memerintah Karnataka saat ini, sebuah negara bagian di India selatan.

(chs)

[Gambas:Video CNN]