Partisi Akrilik Debat Pence-Harris Tak Jamin Cegah Corona

tim, CNN Indonesia | Kamis, 08/10/2020 18:44 WIB
Mike Pence dipertemukan dengan Senator Kamala Harris dalam debat calon wapres AS, perdebatan dibatasi dengan partisi akrilik transparan demi cegah virus corona. Mike Pence dipertemukan dengan Senator Kamala Harris dalam debat calon wapres AS, perdebatan dibatasi dengan partisi akrilik transparan demi cegah virus corona. (AP/Morry Gash)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pada Rabu (7/10), Wakil Presiden AS, Mike Pence dipertemukan dengan Senator Kamala Harris dalam debat calon wapres AS. Di tengah situasi pandemi, protokol kesehatan dijalankan dengan memberikan jarak cukup buat keduanya dan pembatas berupa partisi akrilik transparan. Namun menurut ahli, upaya ini tidak menjamin bisa mencegah penularan virus corona.

"Dengan jarak 3,6 meter antara peserta debat, partisi akrilik tidak akan menyediakan perlindungan tambahan. Partisi hanya berguna untuk menghalangi transmisi tetesan besar dan droplet," kata Donald Milton, profesor kesehatan lingkungan dan pekerjaan di University of Maryland, mengutip dari AFP.

Partikel aerosol, lanjut dia, akan bergerak mengelilingi partisi dengan mudah. Bahkan partikel dapat terakumulasi dalam pusaran tak terlihat di belakang partisi sehingga membuat situasi menjadi lebih buruk.


Awalnya, penularan virus corona ditemukan paling besar lewat droplet saluran pernapasan baik saat batuk maupun bersin. Namun seiring makin banyak riset, ternyata virus pun bisa menular cukup lewat berbicara dan bernapas. Droplet dengan ukuran sangat kecil bisa bertahan di udara dalam hitungan menit hingga jam juga bisa cepat berpindah karena bantuan angin.

Menindaklanjuti temuan-temuan ini, muncul imbauan untuk memperhatikan sirkulasi udara dalam ruangan. Jelena Srebic, profesor teknik sipil di University of Maryland berkata sistem pendingin udara di tempat-tempat selain rumah sakit, laboratorium, tidak didesain dengan pertimbangan penularan penyakit.

"Yang benar-benar membantu di ruangan besar adalah ukuran volume dan mengurangi kapasitas, daripada sistem HVAC (pemanas, ventilasi dan AC) itu sendiri," kata Srebic.

Dia menambahkan kemampuan sistem HVAC untuk membersihkan udara dalam ruangan menjadi kurang efektif. Jika makin lama orang menghabiskan waktu di suatu tempat karena patogen yang dikeluarkan oleh orang yang sakit akan kian menumpuk.

Milton dan Serbric menuliskan surat untuk penyelenggara debat berisi desakan untuk membeli unit filtrasi udara. Bahkan menurut mereka penyelenggara bisa membuat filter udara sendiri bermodal kipas kotak, High-efficiency particulate air filters (HEPA filter) dan selotip.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK