Ahli Sebut Remdesivir Bukan 'Rem' Pasien Kritis Covid-19

CNN Indonesia | Sabtu, 10/10/2020 13:59 WIB
Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, menyatakan obat antivirus remdesivir tidak efektif menurunkan angka kematian akibat Covid-19. Foto ilustrasi. Contoh obat remdesivir. (AFP/ULRICH PERREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Universitas Griffith Dicky Budiman menyatakan obat antivirus remdesivir tidak efektif menurunkan mortalitas atau angka kematian akibat Covid-19. Dia mengatakan remdesivir hanya efektif dalam menurunkan jumlah waktu perawatan.

"Berdasarkan penelitian hingga saat ini, untuk pasien Covid-19 yang sakit kritis, remdesivir tidak mungkin mengubah kelangsungan hidup (mencegah kematian) atau kebutuhan ventilasi mekanis," ujar Dicky dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (10/10).

Dicky menuturkan laporan akhir dari uji coba remdesivir telah diterbitkan di The New England Journal of Medicine. Dia berkata pasien yang menerima remdesivir memiliki waktu pemulihan rata-rata 10 hari dibandingkan dengan 15 hari pada kelompok plasebo.


Peneliti juga melaporkan bahwa pasien yang menerima remdesivir memiliki perbedaan kematian yang tidak bermakna secara statistik pada hari ke-15 dan ke-29. Pada hari ke 15 misalnya, angka kematian karena intervensi remdesivir hanya 6,7 persen dan 11,9 persen dengan plasebo.

Pada hari ke-29, tingkat kematian adalah 11,4 persen (remdesivir) verus 15,2 persen (plasebo).

"Meskipun hasil ini tidak signifikan secara statistik, interval kepercayaan (CI) keseluruhan dari rasio bahaya (hazard rasio) menunjukkan 'mungkin ada manfaat kematian' meskipun uji coba itu sendiri tidak menyertakan cukup subjek uji untuk mendeteksi manfaat atau bahaya," ujarnya.

Di sisi lain, Dicky menyampaikan kurva kelangsungan hidup menunjukkan bahwa pasien yang paling mungkin mendapat manfaat adalah mereka yang hanya menggunakan tambahan oksigen. Sedangkan pasien berusia 18 sampai 40 tahun dan mereka yang memiliki gejala kurang dari 10 hari sebelum pengobatan dimulai adalah yang paling mungkin mendapat manfaat dari remdesivir.

Secara keseluruhan, Dicky menuturkan laporan akhir tidak mengubah kesimpulan awal riset yang juga dimuat di NEJM, yang menyebutkan bahwa remdesivir hanya efektif dalam menurunkan jumlah lama rawat dari 15 pada grup placebo menjadi 11 hari pada grup remdesivir.

"Hasil lainnya tidak signifikan secara statistik, termasuk kematian dan mencegah penggunaan ventilator," ujar Dicky.

Lebih dari itu, Dicky mengklaim satu-satunya obat yang terbukti menurunkan mortalitas tetaplah deksametason yang masuk kategori obat generik dan murah.

(panji/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK