Seni Sabung Ayam dalam Koleksi Meditasi Sapto Djojokartiko

Tim, CNN Indonesia | Senin, 12/10/2020 17:37 WIB
Alih-alih bosan ketika harus berdiam di rumah saja selama pandemi Covid-19, kreatifitas desainer Sapto Djojokartiko justru mengelana dan menghasilkan karya. Desainer Sapto Djojokartiko mendapatkan inspirasi untuk koleksi terbarunya ketika harus di rumah saja selama pandemi. Dari meditasi dan kegiatan membaca untuk mengisi waktu, ia mengambil konsep Seni Sabung Ayam. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ini kali, tak ada panggung mewah maupun deret selebritas yang biasanya hadir menyaksikan peragaan busana desainer Sapto Djojokartiko. Untuk pertama kalinya, di tengah pandemi Covid-19, Sapto menggelar fashion show secara virtual yang dikemas dalam sebuah film pendek.

Wabah virus corona ini memaksa Sapto berpikir kreatif dan mengubah konsep peluncuran koleksi terbarunya, Spring/Summer 2021 (S/S 21).

Berlatar situs peninggalan sejarah Taman Sari Yogyakarta, Sapto memamerkan 20 tampilan busana pria dan wanita untuk S/S 21. Para model melenggok di situs taman Istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu.


Koleksi merupakan hasil dari meditasi Sapto ketika menetap di rumah saja selama pandemi Covid-19. Sekumpulan karyanya ini terinspirasi dari seni sabung ayam.

Selama di rumah, Sapto mengaku menyimpan beragam perasaan kebingungan dan marah karena tak bisa menjalankan aktivitas seperti biasa.

"Masa karantina benar-benar seperti menaiki roller coaster bagi para desainer di mana pun termasuk saya. Memikirkan aspek bisnis sekaligus harus konsisten untuk menyelamatkan jiwa kreatif kami karena hidup harus tetap berjalan," ungkap Sapto dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, jelang peluncuran koleksi S/S 21, Sabtu (10/10).

Alih-alih terus-terusan merutuki nasib, Sapto justru menjadikan momen itu sebagai waktu untuk meditasi dan merefleksi diri. Dia mengisi waktu dengan banyak membaca buku. Salah satu yang mencuri perhatian Sapto adalah buku sejarah yang bercerita tentang seni sabung ayam.

Meski kesenian ini terbilang kontroversial, Sapto mengaku kagum dengan sabung ayam. Dia menilai kesenian ini sangat menarik secara visual. Ketertarikan ini membuat Sapto merancang koleksi busana terbarunya berdasarkan seni sabung ayam.

Sapto menerjemahkan sabung ayam dan anyaman kurungan ayam ke dalam detail cross stitching, teknik tusuk silang dalam sulaman. Cross stitching secara manual itu diaplikasikan dalam kain organza yang dipotong secara individu.

Sapto juga melakukan teknik tambal sulam yang menyerupai bentuk ayam jago. Dia juga membuat pola acak yang dinamis dengan guratan yang menyerupai sapuan kuas.

Setiap detail rumit ini dikombinasikan dengan penggunaan lace pada gaun dan luaran. Gaya yang lebih sederhana juga tampak pada atasan dan bawahan pada padu padan koleksi tersebut.

Pada koleksi ini, Sapto banyak menggunakan warna-warna nude yang lembut dikombinasikan dengan warna plum, fuschia dan terakota. Dominasi warna pink dan coral juga terlihat dalam S/S 21.

Sementara palet cerah yang ditemui di koleksi ini juga terinspirasi dari lukisan sabung ayam.

Berbeda dengan koleksi Sapto sebelumnya yang lebih banyak menghadirkan ornamen dan embellishment, kali ini Sapto menampilkan siluet yang lebih dinamis dan minimalis. Dengan harapan, koleksi ini tetap elegan saat harus banyak beraktivitas di rumah.

Audience watching model on catwalk at fashion show, low sectionFoto: Istockphoto/Image Source
Ilustrasi: Peragaan busana desainer Sapto Djojokartiko kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, tak ada panggung mewah maupun deret selebritas yang hadir.

Sapto juga melengkapi koleksi dengan aksesori yang praktis dan fungsional seperti dompet sulam, tas selempang, selendang berburu, tas maxi tote, anting mutiara, hingga selop dengan anyaman rafia dan bordir seperti keranjang anyaman.

Dari kebingungan dan amarah, Sapto berdamai dalam meditasi dan refleksi diri sehingga membuat busana berkreasi tinggi. Dia mengaku di rumah saja adalah berkah tersendiri.

"Tidak mengherankan bagi introvert seperti saya, memiliki waktu sendiri selama ini benar-benar mengizinkan saya untuk menggali lebih dalam proses kreatif yang sudah lama tidak saya dalami. Lingkungan yang damai dan tenang di dalam rumah saya sendiri ternyata menjadi berkah yang indah," tutur Sapto.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]