Mengenal Gejala Kanker Hati dan Cara Mencegahnya

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 11:38 WIB
Gejala kanker hati tak selalu terlihat mencolok sebab ada kalanya hampir menyaru dengan kondisi seperti kelelahan, demam dan keringat pada malam hari. Ilustrasi: Gejala kanker hati tak selalu terlihat mencolok sebab hampir menyaru dengan kondisi seperti kelelahan, demam dan keringat pada malam hari. (Foto: PDPics/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker hati (liver cancer) kerap tidak menunjukkan gejala pasti. Kebanyakan kasus, pasien tidak menunjukkan gejala atau tanda saat tahap awal. Kalaupun ada, gejala kanker hati tampak samar seperti, kelelahan, demam, kedinginan, dan keringat pada malam hari.

Kanker hati adalah kanker yang dimulai dari sel-sel hati, organ seukuran bola sepak yang terletak di bagian kanan atas perut atau diafragma dan di atas perut. Bentuk yang paling umum dari kanker hati adalah hepatosellular carcinoma.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel hati mengembangkan perubahan atau mutasi pada DNA--materi yang menyediakan instruksi untuk setiap proses kimia dalam tubuh. Mutasi tersebut mengakibatkan sel-sel tumbuh di luar kendali dan akhirnya membentuk tumor--massa sel kanker.


Agar bisa semakin cepat mendeteksi ada tidaknya kanker, Anda bisa mengenali sejumlah gejala yang khas. Berikut gejala-gejala kanker hati yang patut Anda waspadai.

1. Penyakit kuning (jaundice), kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.

2. Perut sakit dan bengkak.

3. Mual dan muntah.

4. Kehilangan nafsu makan.

5. Berat badan turun drastis.

6. Kaki bengkak.

7. Feses berwarna keputihan.

Infografis Cara mudah Deteksi KankerFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Cara mudah Deteksi Kanker

Mengutip dari WebMD, pada stadium lanjut gejala kanker hati bisa berupa lemah, kebingungan, kehilangan gairah seks, nyeri di sisi kiri perut karena pembesaran limpa dan timbul lesi pada kulit menyerupai laba-laba.

Kanker hati bisa timbul akibat mutasi sel organ hati. Sel tumbuh di luar kontrol lalu perlahan membentuk tumor. Penyebab pasti mutasi sel organ hati belum diketahui. Namun kanker bisa timbul karena infeksi hepatitis kronis.

Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor risiko kanker hati antara lain, sirosis, diabetes, nonalcoholic fatty liver disease atau NAFLD (akumulasi lemak pada sel hepar), paparan aflatoxin (racun dari jamur yang tumbuh pada biji-bijian dan kacang-kacangan), konsumsi alkohol berlebihan dan, gangguan fungsi pada hati.

Anda bisa mencegah kanker hati dengan menekan faktor risiko. Mulai dengan menekan konsumsi alkohol, mengontrol berat badan, juga vaksinasi hepatitis B.

Sedangkan untuk hepatitis C, Anda bisa melakukan pencegahan dengan praktik hubungan seksual aman juga tidak menggunakan jarum suntik sembarangan.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]