Kenali 7 Penyebab Kanker Serviks

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 08/09/2020 09:41 WIB
Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. Selain HPV, ada beberapa penyebab kanker serviks yang lain seperti berikut. Ilustrasi. Selain infeksi HPV, ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab kanker serviks. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker serviks terjadi akibat adanya pertumbuhan sel yang abnormal pada leher rahim. Kenali beberapa penyebab dan faktor risiko yang memicu kanker serviks.

Kanker serviks menjadi kanker paling umum keempat yang dialami perempuan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, diperkirakan ada sekitar 570 ribu perempuan di dunia menderita kanker serviks dan 311 ribu di antaranya meninggal dunia.

Vaksinasi HPV dan screening dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks. Deteksi dini meningkatkan kemungkinan sembuh pasien kanker serviks.


Sebagian besar kasus kanker serviks (99 persen) disebabkan oleh infeksi Human papillomavirus (HPV). Virus ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Selain HPV, ada beberapa penyebab lain kanker serviks seperti berikut, mengutip situs resmi American Cancer Society.

1. Infeksi HPV

Infeksi HPV merupakan salah satu faktor risiko utama kanker serviks. HPV dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui aktivitas seksual.

Infeksi HPV terbilang umum terjadi di tengah masyarakat. Pada kebanyakan orang, infeksi dapat hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, infeksi tak kunjung sembuh dan menjadi kronis, yang bisa menyebabkan kanker.

2. Aktif secara seksual

Beberapa faktor yang berhubungan dengan aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Risiko tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kemungkinan terpapar HPV saat melakukan hubungan seksual.

Aktif secara seksual sejak usia muda (terutama di bawah 18 tahun), memiliki banyak pasangan seksual, dan memiliki satu pasangan yang dianggap berisiko tinggi bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker serviks.

3. Merokok

Rokok mengandung sejumlah zat kimia bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Perempuan yang merokok disebut dua kali lebih mungkin terkena kanker serviks dibanding yang tidak merokok.

Penelitian menemukan, beberapa zat kimia yang ada dalam tembakau pada lendir serviks perempuan perokok. Peneliti percaya bahwa zat tersebut merusak DNA sel serviks dan berkontribusi pada perkembangan sel kanker.

Cover Infografis Rokok, Dibenci tapi DisayangIlustrasi. Kebiasaan merokok juga menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker serviks. (Astari Kusumawardhani)

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Human immundeficiency virus (HIV) dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang berisiko tinggi terserang infeksi HPV.

Sistem kekebalan tubuh punya peran penting untuk menghancurkan sel kanker dan memperlambat pertumbuhannya. Pada perempuan dengan HIV, prakanker serviks dapat berkembang menjadi invasif dengan lebih cepat dari biasanya.

Kelompok perempuan lain yang berisiko adalah mereka yang mengonsumsi obat untuk menekan respons kekebalan tubuh, seperti mereka dengan kondisi autoimun.

5. Infeksi klamidia

Chlamydia adalah jenis bakteri yang paling umum menginfeksi sistem reproduksi. Klamidia dapat menyebar melalui kontak seksual.

Beberapa penelitian menemukan risiko kanker serviks yang lebih tinggi pada perempuan yang terinfeksi bakteri Klamidia. Studi tertentu juga menemukan bahwa bakteri Klamidia dapat membantu HPV untuk berkembang dan hidup pada serviks yang dapat meningkatkan risiko kanker.

6. Penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) jangka panjang

Beberapa penelitian menemukan, konsumsi pil KB dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Penelitian menunjukkan, risiko kanker serviks meningkat selama seorang perempuan mengonsumsi pil KB. Namun, risiko cenderung menurun saat konsumsi pil KB dihentikan.

7. Pola makan rendah buah dan sayur

Pola makan juga dapat memengaruhi risiko kanker serviks. Penelitian menemukan, perempuan dengan obesitas lebih mungkin mengembangkan jenis kanker serviks tertentu. Perempuan dengan pola makan rendah buah dan sayur juga berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]