8 Makanan yang Mempercepat Proses Penuaan Dini

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 05:31 WIB
Paparan sinar matahari dan pola makan jadi dua penyebab utama yang mempercepat proses penuaan. Beberapa makanan dapat memicu penuaan dini. Ilustrasi. Paparan sinar matahari dan pola makan jadi dua penyebab utama yang mempercepat proses penuaan. Beberapa makanan dapat memicu penuaan dini. (StockSnap/Krzysztof Puszczynski)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paparan sinar matahari dan pola makan menjadi dua penyebab utama yang mempercepat proses penuaan kulit. Beberapa makanan diketahui dapat mempercepat proses penuaan dini.

Meski penyebab penuaan tak bisa dikendalikan 100 persen, namun menggunakan tabir surya dan memperhatikan pola makan dapat membantu tubuh terhindar dari penuaan dini.

Melansir Healthline, berikut beberapa makanan yang dapat mempercepat proses penuaan dini beserta saran penggantinya.


1. Kentang goreng

Makanan yang digoreng dengan minyak pada suhu tinggi melepaskan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel pada kulit. Paparan radikal bebas mempercepat proses penuaan karena adanya ikatan silang. Ikatan silang diketahui memengaruhi molekul DNA dan dapat melemahkan elastisitas kulit.

Terlebih lagi, mengonsumsi terlalu banyak garam dapat mengeluarkan air dari kulit dan memicu dehidrasi. Hal itu akan membuat kulit lebih rentan terhadap kerutan.

Ganti kentang dengan ubi goreng. Ubi jalar kaya akan tembaga sebagai salah satu agen anti-aging yang membantu produksi kolagen.

2. Roti putih

Karbohidrat yang bercampur dengan protein akan menyebabkan pembentukan AGEs. AGEs memiliki efek langsung pada penyakit kronis serta proses penuaan.

Makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, seperti roti putih, dapat menyebabkan peradangan pada tubuh. Peradangan pada akhirnya akan memicu proses penuaan.

Coba lah alternatif roti gandum yang tidak mengandung gula tambahan. Roti jenis ini juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kulit.

3. Gula

Gula adalah salah satu musuh terbesar kulit. Gula berkontribusi pada pembentukan AGEs yang merusak kolagen.

Peningkatan kadar gula merangsang proses AGE. Hal ini akan diperparah dengan paparan sinar matahari berlebih.

Sebagai pengganti gula, pilih lah madu untuk membuat makanan dan minuman Anda terasa lebih manis.

4. Margarin

Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi margarin mengalami kerusakan kulit dan keriput yang lebih parah. Sains juga membuktikan bahwa margarin lebih buruk dari mentega asli dalam jumlah sedang.

Margarin tinggi akan minyak terhidrogenasi parsial. Asam lemak trans ini membuat kulit lebih rentan terhadap radiasi ultraviolet yang dapat merusak kolagen dan elastisitas kulit.

Ganti mentega dengan minyak zaitun yang bersifat antioksidan dan anti-aging.

Closeup of a whole slice of buttered toast served for breakfast or as a midday snackIlustrasi mentega. (Dok. FreeFoodPhotos.com)

5. Daging olahan

Bacon dan sosis adalah contoh daging olahan yang bisa berbahaya bagi kulit. Daging ini tinggi natrium, lemak jenuh, dan sulfit. Kesemuanya dapat memicu dehidrasi pada kulit dan melemahkan kolagen dengan menyebabkan peradangan.

Pilih daging yang lebih rendah lemak seperti kalkun dan ayam. Daging ayam dikemas dengan protein dan asam amino yang penting untuk pembentukan kolagen secara alami.

6. Produk susu

Beberapa penelitian telah membuktikan, mengeliminasi produk susu dari menu makanan harian dapat membuat kulit lebih sehat. Sementara beberapa penelitian lain tak menunjukkan adanya perbedaan signifikan.

Semua tergantung pada masing-masing orang. Bagi sebagian orang, produk susu dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh yang menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif menjadi salah satu penyebab utama penuaan dini.

Untuk alternatif sumber kalsium lain, Anda bisa memilih biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah.

7. Soda dan kopi

Soda dan kopi bisa mengganggu kualitas tidur. Tidur yang buruk telah dikaitkan dengan peningkatan tanda-tanda penuaan dan menimbulkan lingkaran hitam pada mata, keriput, serta garis halus.

8. Alkohol

Alkohol dapat menyebabkan sejumlah masalah pada kulit, termasuk kemerahan, bengkak, hilangnya kolagen, dan kerutan. Alkohol menghabiskan nutrisi, hidrasi, dan kadar vitamin A, yang semuanya berdampak pada timbulnya kerutan.

Vitamin A sangat penting untuk pertumbuhan sel baru dan produksi kolagen. Vitamin ini dapat memastikan kulit elastis dan bebas kerutan.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]