Kemenparekraf Segera Salurkan Dana Hibah Rp3,3 Triliun

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 09:46 WIB
Pemerintah akan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang ditujukan kepada pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah. Pemerintah akan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang ditujukan kepada pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah. (Foto: dok. Kemenparekraf/Barekraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah akan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang ditujukan kepada pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah. Dana itu diharapkan membantu meningkatkan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata, sekaligus membantu industri pariwisata bertahan di tengah pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, dana hibah pariwisata melalui Kementerian Keuangan merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas pemerintah dalam upaya menghadapi dampak pandemi Covid-19.

"Tujuan utama dari hibah pariwisata ini adalah membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gangguan finansial serta recovery penurunan pendapatan asli daerah (PAD) akibat pandemi Covid-19 dengan jangka waktu pelaksanaan hingga Desember 2020," kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).


Ia mengatakan, daerah dengan kriteria PHPR minimal 15 persen dari total PAD Tahun anggaran 2019, 10 Destinasi Super Prioritas (DPP), 5 Destinasi Pariwisata Prioritas (DSP), Destinasi Branding dan 100 COE.

Wishnutama menjelaskan, dana hibah yang diberikan kepada pemerintah daerah dibagi dengan imbangan 70 persen dialokasikan untuk bantuan langsung kepada industri hotel dan restoran, dan 30 persen untuk digunakan pemerintah daerah dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Proses pencairan dana diajukan oleh kepala daerah kepada Kementerian Keuangan mengacu pada rekomendasi teknis yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," katanya.

Selain dana hibah tersebut, Kemenparekraf juga menyiapkan anggaran sebesar Rp119 miliar untuk program sertifikasi CHSE gratis bagi industri pariwisata di 34 provinsi di Indonesia. Sertifikasi ini menjamin kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan untuk industri terkait sektor pariwisata.

"Sehingga para pelaku pariwisata, pengelola hotel, dan restoran dapat segera meningkatkan persiapan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19," ujar Wishnutama.

Kemenparekraf/Baparekraf,lanjutnya, melalui Deputi Bidang Industri dan Investasi akan melakukan sosialisasi Program Hibah Pariwisata Tahun 2020 secara berkala. Kegiatan awal berupa sosialisasi pada 8 Oktober 2020 di Hotel Novotel Tangerang, Banten. Kegiatan juga dilakukan secara hybrid meeting dengan melibatkan 101 daerah kabupaten/kota di Indonesia.

"Melalui kegiatan Sosialisasi Dana Hibah Pariwisata Tahun 2020 tersebut, diharapkan pemerintah daerah memperoleh informasi terkait program dana hibah pariwisata tersebut, antara lain terkait teknis hibah pariwisata, pengelolaan hibah pariwisata pada pemerintah daerah, pengelolaan dan pelaporan keuangan serta teknis penyaluran dana hibah pariwisata tersebut," kata Wishnutama.

(rea)