Hari Menopause Sedunia

6 Makanan yang Harus Dihindari agar Tak Menopause Dini

khr & tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 10:38 WIB
Ahli menyebut ada 6 jenis makanan yang berpotensi meningkatkan risiko menopause dini. Berikut makanan yang harus dihindari. Fast food menjadi salah satu makanan pemicu menopause dini (Pixabay/skeeze)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di Hari Menopause Sedunia, orang diingatkan kembali tentang kewaspadaan akan munculnya menopause. Pola makan menjadi salah satu faktor penting dalam mempengaruhi cepat-lambatnya seseorang mengalami menopause. Menopause pada umumnya dialami wanita pada akhir usia 40-50 tahun. Namun ada juga yang mengalami menopause dini.

Yang harus disadari, tak cuma wanita, menopause juga dapat dialami oleh kaum pria yang disebut andropause.

Menopause pada perempuan ditandai dengan berhentinya menstruasi. Sedangkan pada pria ditandai dengan kehilangan gairah seks, disfungsi ereksi, serta sejumlah gejala fisik dan emosional lainnya yang rata-rata terjadi pada usia 40-50 tahun.


Ahli gizi dan ahli fisiologi olahraga di Cleveland Amy Jamieson-Petonic menyebut pola makan yang sehat dan seimbang adalah upaya hidup sehat yang sangat direkomendasikan dilakoni bagi wanita yang mendekati atau baru saja melewati masa menopause.

Sebab, selain mencegah menopause dini, konsumsi banyak biji-bijian, buah-buahan dan sayuran segar, dan protein tanpa lemak dapat memupuk kesehatan yang lebih optimal, hingga memberikan perubahan pada mood atau perasaan.

Pernyataannya itu juga didukung oleh survey terhadap 400 wanita pasca menopause yang didokumentasikan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada April 2019 di jurnal Menopause. Disebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan kaya buah dan sayuran cenderung melaporkan mengalami gejala menopause lebih kecil dari pada wanita yang lebih banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak dan manis.

"Nutrisi yang baik dapat membuat perubahan besar pada perasaan manusia, juga terkait gejala menopause seperti perubahan suasana hati, hot flashes, dan kelelahan, serta kembung dan kemungkinan penambahan berat badan," kata Jamieson dilansir dari Everyday Health, Minggu (18/10).

Kendati demikian, selain pola makan, menopause dini pada wanita juga dapat disebabkan oleh sejumlah hal. Beberapa yang mempengaruhi diantaranya kegagalan ovarium prematur, kerusakan ovarium akibat kemoterapi atau radiasi, operasi pengangkatan ovarium, dan faktor genetik.

Lebih lanjut, Jamieson merinci ada 6 jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari karena dapat menyebabkan menopause dini terutama pada wanita.

1. Makanan Proses 

Keripik kentang dan biskuit yang memiliki kekayaan rasa dan enak biasanya mengandung natrium tinggi, sarat dengan gula tambahan, ataupun mengandung keduanya. Kandungan itu dapat membuat seseorang merasa kembung.

Oleh sebab itu, jika ingin ngemil, maka cobalah alternatif yang lebih sehat, seperti keju, wortel yang dicelupkan ke dalam hummus, atau beberapa biskuit gandum dengan selai kacang.

Jenis makanan tersebut dapat membuat rasa kenyang dan tahan lama di perut, namun juga mampu mendorong terjadinya menopause dini.

2. Makanan pedas

Makanan pedas yang akrab di lidah orang Indonesia ternyata tidak cukup baik untuk kesehatan. Hal itu disebabkan makanan yang memiliki skala panas tinggi dapat memicu keringat lebih, kemerahan, dan gejala hot flash lainnya,

Untuk menambah rasa dalam hidangan yang hambar, sangat disarankan mengganti cabai pedas seperti Jalapeno dengan menaburkan bumbu yang memberikan rasa tanpa banyak panas, seperti jintan, kari, kunyit, dan kemangi.

3. Fast Food

Berburu fast food atau makanan cepat saji sebagai pengganjal perut bukanlah sebuah solusi yang baik. Fast Food dinilai mengandung banyak lemak yang dapat meningkatkan potensi atau risiko penyakit jantung. 

Sedangkan dalam kondisi tertentu, Jantung merupakan salah satu penyakit yang rentan menyerang wanita menopause.

Selain itu, menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA) fastfood juga cenderung meningkatkan berat badan, yang juga dapat memperburuk gejala menopause. Solusinya, cobalah pilih opsi menu fast food yang lebih sehat seperti sandwich ayam panggang di atas roti gandum dengan selada dan tomat.

4. Alkohol

Konsumsi alkohol berlebih ternyata dapat memicu menopause dini. Selain itu menurut Asosiasi Menopause Amerika Utara peminum berat dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kemudian, dalam Pedoman Diet AS 2015-2020 untuk orang Amerika, minum alkohol dalam jumlah sedang untuk wanita didefinisikan sebagai satu gelas minuman per hari atau kurang. 

Wanita yang minum dua hingga lima gelas sehari memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak minum sama sekali.

Ada baiknya untuk menghindari konsumsi alkohol, namun bila masih kecanduan, maka ada baiknya menggantinya dengan konsumsi spritzer anggur putih dengan buah, yang kandungan alkoholnya lebih rendah daripada kebanyakan standar alkohol.

5. Kafein

Selain alkohol, kebiasaan minum kopi juga tak baik dilakukan secara terus menerus, sebab dapat memperburuk menopause dini. 

Sebuah studi dari Klinik Mayo yang diterbitkan pada Februari 2015 di jurnal Menopause menemukan fakta bahwa wanita menopause yang mengonsumsi kafein lebih mungkin mengalami hot flash dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi kafein. 

Alangkah baiknya, menghindari kebiasaan minum kopi di pagi hari dengan konsumsi minuman hangat lainnya seperti teh jahe atau peppermint hangat.

6. Daging berlemak

Selain tinggi lemak jenuhnya, makanan seperti brisket dan steak dapat menurunkan kadar serotonin tubuh, dan saat kadar serotonin turun, seseorang akan mudah merasa marah, kesal, dan mudah tersinggung.

Solusinya, saat sedang berbelanja daging, cobalah memilih alternatif pemangkas, seperti ayam, kalkun, dan daging giling yang 90 persen tidak berlemak atau lebih baik.

Gejala Menopause

Asosiasi Menopause Internasional bersama Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tanggal 18 Oktober sebagai hari menopause sedunia pada 2009 silam. Itu artinya hari ini merupakan hari peringatan menopause sedunia yang bertujuan sebagai sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kondisi perempuan ketika berhenti menstruasi.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya mengetahui lebih detail tentang gejala menopause. Beberapa gejala menjadi tanda menopause awal pada wanita mengutip situs National Health Service (NHS) Inggris adalah sebagai berikut:

- memerah dan terasa panas di wajah, leher, dan dada
- keringat malam
- kekeringan vagina dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks
- sulit tidur dan mudah lelah
- suasana hati menurun atau kecemasan
- berkurangnya gairah seks (libido)
- masalah memori dan konsentrasi
- sakit kepala
- palpitasi atau peningkatan detak jantung
- sendi kaku, nyeri, dan massa otot berkurang
- infeksi saluran kemih.

Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat mencegah menopause dini. Terapi hormon dan perawatan lain dapat membantu meringankan gejala dan tanda menopause awal pada wanita. Sedangkan gejala menopause pria atau andropause yang juga dikutip dari NHS diantaranya sebagai berikut:

- Kehilangan gairah seks
- Disfungsi ereksi
- Perubahan suasana hati seperti lekas marah
- Kehilangan massa otot dan berkurangnya kemampuan berolahraga
- Kurang energi dan antusiasme, kelelahan
- Kesulitan tidur atau insomnia
- Konsentrasi yang buruk dan ingatan jangka pendek
- Rasa sedih, bahkan depresi
- Ginekomastia atau perkembangan payudara
- Infertil

Namun, menopause pria pada umumnya dapat dilalui tanpa perlu pengobatan. Tetapi jika gejala benar-benar mengganggu, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

(chs)

[Gambas:Video CNN]