Peru Buka 17 Situs Arkeologi, Machu Picchu Masih Ditutup

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 13:50 WIB
Di antara situs arkeologi yang dibuka adalah Ollantaytambo, Chichero, dan Chan Chan. Sedangkan Jalur Nazca akan dibuka 12 November. Jalur Nazca di Peru. (iStockphoto/ArtMarie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 17 situs arkeologi dan museum dibuka di seluruh Peru pada Kamis (15/10), setelah lebih dari tujuh bulan ditutup sebagai langkah untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Sembilan situs lainnya akan melakukannya secara bertahap hingga akhir bulan, dan enam lainnya diharapkan dibuka secara bertahap antara November dan Januari.

Menteri Kebudayaan Peru, Alejandro Neyra, berbicara di situs arkeologi Pachacamac di Lima, mengatakan bahwa turis dapat memastikan pihak berwenang mengambil tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.


"Yang penting bagi kami adalah ada keamanan lengkap sehingga Anda dapat hadir dengan protokol yang kami ambil, dengan kemungkinan hanya 50 persen kapasitas pengunjung," kata Alejandro Neyra, Menteri Kebudayaan Peru.

Di antara situs arkeologi yang dibuka adalah Ollantaytambo, Chichero, keduanya di Cusco, Chan Chan di utara, beberapa yang paling terkenal dengan pariwisata nasional dan internasional, sedangkan jalur Nazca akan tersedia untuk pengunjung mulai 12 November.

Belum ada tanggal pembukaan kembali benteng Inca Machu Picchu, yang didatangi 1,5 juta wisatawan per tahun, dan merupakan daya tarik Peru terbesar untuk pariwisata internasional.

Tetapi pada Selasa (13/10) objek wisata bersejarah itu dibuka hanya untuk satu pengunjung: seorang pria Jepang yang terdampar di negara itu akibat pandemi Covid-19.

"Orang pertama di Bumi yang pergi ke Machu Picchu sejak penguncian wilayah adalah aku," Jesse Katayama mengunggah foto dirinya di Machu Picchu yang terlihat kosong melompong via Instagram.

"Ini benar-benar luar biasa! Terima kasih," tambahnya dalam video yang diunggah di halaman Facebook milik otoritas pariwisata Cusco, tempat situs terkenal itu berada.

Katayama berbicara dengan latar belakang puncak gunung megah yang dihiasi reruntuhan kuno yang tahun lalu menarik ribuan wisatawan setiap harinya tetapi telah ditutup sejak Maret karena virus corona.

Instruktur tinju Jepang, yang diidentifikasi oleh media lokal sebagai pria berusia 26 tahun dari Nara, telah terjebak di Peru sejak Maret, ketika dia membeli tiket ke lokasi wisata hanya beberapa hari sebelum negara itu mengumumkan keadaan darurat kesehatan.

Dia mengatakan kepada surat kabar Peru bahwa dia hanya berencana untuk menghabiskan tiga hari di daerah itu, tetapi dengan penerbangan yang dibatalkan dan pembatasan yang ditutup, dia mendapati dirinya terjebak di sana selama berbulan-bulan.

(AP/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK