Sudan Gelar Fashion Show Pria-Wanita Pertama Usai 3 Dekade

tim, CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2020 18:30 WIB
Desainer Sudan gelar peragaan busana unisex atau pria-wanita pertama, setelah tiga dekade kepemimpinan Omar al-Bashir yang lengser April tahun lalu. Sudan gelar peragaan busana unisex atau pria-wanita pertama, setelah tiga dekade. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para desainer Sudan menggelar fashion show atau peragaan busana unisex atau pria dan wanita pertama, setelah tiga dekade kepemimpinan Omar al-Bashir yang lengser April tahun lalu.

Pagelaran ini dilangsungkan di hotel mewah di ibu kota Sudan, Khartoum, dengan menampilkan para model pria dan wanita yang berlenggang bersama di atas panggung.

Peragaan dengan konsep itu merupakan yang pertama kalinya, sejak sebelum Bashir berkuasa lebih dari tiga dekade lalu.


"Di masa lalu, sangat sulit untuk menyelenggarakan pagelaran seperti ini. Orang tidak akan bermimpi mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang," kata Khaled Onsa, desainer Sudan, kepada AFP.

Dia lanjut mengatakan, "Kami dulu menghadapi represi, tapi sekarang kami diatur oleh sistem yang menjamin kebebasan publik."

Model Barza Mostafa mengatakan bahwa pertunjukan tersebut merupakan kesempatan untuk memperkenalkan fashion kepada masyarakat Sudan serta Sudan ke dunia fashion.

"Kami ingin memperkenalkan budaya kami kepada dunia," katanya.

"Sebelumnya orang tidak mengerti arti fashion show, tapi sekarang kami bisa melihat penonton menyaksikannya dan berinteraksi."

Bashir merupakan seorang jenderal yang merebut kekuasaan dalam kudeta yang didukung kelompok Islam pada 1989.

Selama menjabat, Bashir memerintah Sudan dengan tangan besi. Dia memberlakukan bentuk hukum Islam yang keras, mengkriminalkan segala hal mulai dari meminum alkohol hingga wanita yang mengenakan pakaian yang dianggap "terbuka".

Ia akhirnya digulingkan dalam kudeta April 2019, usai berbulan-bulan protes massal di jalan.

Setelah pelengseran, pemerintah transisi mulai mengubah aturan yang dibuat Bashir. Itu termasuk membatalkan undang-undang ketertiban umum Sudan tahun 1996, yang memberi polisi hak untuk menindak orang-orang yang berpakaian tidak senonoh.

Seorang penonton peragaan busana, Sawsan Hassan mengungkapkan bahwa ia pernah diberhentikan polisi karena tidak memakai hijab.

Satu dekade lalu, Hassan pun sempat menghadiri peragaan busana di Sudan yang diakhiri dengan penyelenggara dan model di balik jeruji besi.

"Beberapa bahkan dicambuk," katanya.

Desainer Hossam Mohamed Ahmed percaya pertunjukan tersebut adalah bukti semangat perubahan di Sudan.

"Sekarang saya bisa menunjukkan kepada orang-orang hasil rancangan saya. Itu tidak mungkin sebelumnya," katanya.

Mahid Muhammad, yang menghadiri salah satu pertunjukan bersama tiga saudara perempuannya, dengan bangga memperlihatkan klip video pendek yang diambilnya dengan ponselnya.

"Ini Sudan dalam kebebasan penuhnya," katanya.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK