Mengenal Gejala Pneumonia pada Anak

tim, CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2020 08:24 WIB
Pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang, berikut gejala pneumonia pada anak. Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia. (dagon_/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia. Gejala pneumonia pada anak kerap sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan ringan lainnya seperti pilek dan selesma (common cold).

Hal itu menyebabkan banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya dan berdampak fatal pada kesehatan mereka.

Pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang. Kondisi ini dapat memicu komplikasi kesehatan serius dan tidak jarang kematian.


Berikuti sejumlah tanda dan gejala pneumonia pada anak yang dapat dicermati, menurut pemaparan Dokter Spesialis Anak, Nastiti Kaswandani.

1. Batuk dan Demam yang Berkelanjutan

Gejala awal pneumonia adalah gejala yang menyerupai selesma (common cold) seperti batuk, pilek dan demam yang disertai lemas dan lesu yang berkepanjangan.

Gejala pneumonia biasanya bertahan relatif lebih lama daripada gejala pilek dan batuk karena selesma.

2. Kesulitan Bernapas

Anak-anak yang mengidap pneumonia sering mengalami kesulitan bernapas dengan ditandai:

- Frekuensi napas lebih cepat

- Napas cuping hidung

- Tarikan dinding dada dan perut

- Bibir dan kuku yang membiru akibat kekurangan oksigen dalam darah.

Kesulitan bernapas pada bayi lebih mudah diketahui ketika beraktivitas atau makan. Bayi yang mengalami kesulitan bernafas akan memprioritaskan mekanisme tubuhnya untuk bernapas sehingga ia akan makan lebih sedikit, gelisah, rewel, atau terlihat tidak nyaman.

Nastiti mengatakan ada beberapa faktor risiko anak mengidap pneumonia, di antaranya.

- Lahir prematur

- Berat badan kurang

- Kurang gizi

- Malnutrisi

- Imunisasi tidak lengkap

- Tidak mendapat ASI eksklusif

- Kekurangan vitamin

- Terpapar polusi asap rokok

Nastiti menyarankan untuk segera menemui dokter jika ragu atas gejala pneumonia pada anak.

"Kalau demam tidak turun selama dua tiga hari dan diikuti dengan nafas yang lebih cepat atau sesak nafas, maka segera bawa ke rumah sakit," kata Nastiti.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK