HARI KEBAIKAN SEDUNIA

5 Manfaat Kesehatan dari Berbuat Baik pada Sesama

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2020 18:45 WIB
Hari Kebaikan Sedunia dirayakan pada 13 November setiap tahunnya. Berbuat baik kepada sesama memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan. Ilustrasi. Berbuat baik kepada sesama memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan. (iStockphoto/Halfpoint)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dunia merayakan Hari Kebaikan Sedunia pada hari ini, Jumat (13/11). Hari ini dirayakan sebagai momen untuk mengingat betapa pentingnya untuk berbuat baik kepada sesama.

Hari Kebaikan Sedunia pertama kali digelar pada 1998 silam dan diinisiasi oleh The World Kindness Movement. The World Kindness Movement merupakan organisasi yang dibentuk pada sebuah pertemuan di Tokyo, Jepang, pada 1977 dari sejumlah organisasi di dunia.

"Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan." Nasihat lama itu selalu mengingatkan seseorang untuk selalu berbuat baik dengan orang lain.


Sains menunjukkan, manusia secara biologis diatur untuk menjadi baik. Kemampuan untuk berbuat baik bisa terus berkembang jika dilatih dan dibiasakan. Namun, sering kali pengaruh eksternal seperti tekanan hidup sehari-hari mengurangi kemampuan seseorang untuk berbuat baik.

Padahal, kebaikan dan empati membuat seseorang tetap terhubung dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Selain itu, bersikap baik juga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan.

Berikut manfaat berbuat baik untuk kesehatan, mengutip situs Quiet Rev.

1. Melepaskan hormon serotonin

Pernahkah Anda merasa senang saat berbuat baik pada orang lain? Fenomena ini tak terjadi secara acak, melainkan berkaitan dengan pusat kesenangan yang ada pada otak.

Melakukan hal-hal baik untuk orang lain dapat meningkatkan kadar serotonin sebagai hormon yang bertanggung jawab atas perasaan puas dan senang.

2. Meredakan kecemasan

Cemas adalah perasaan umum yang dialami banyak orang. Selain meditasi, olahraga, dan pengobatan-pengobatan lainnya, berbuat baik juga bisa membantu meredam kecemasan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of British Columbia menemukan, tindakan baik dapat meningkatkan suasana hati yang bertahan selama empat pekan penelitian.

3. Baik untuk jantung

Tak cuma meningkatkan suasana hati, berbuat baik juga bisa menjaga kesehatan jantung lewat pengaruhnya terhadap keseimbangan kimiawi pada jantung.

Kebaikan melepaskan hormon oksitosin. Oksitosin menyebabkan pelepasan zat kimia yang disebut oksida nitrat yang dapat membantu memperlebar pembuluh darah hingga berujung pada penurunan tekanan darah.

Oleh karena alasan itu, oksitosin juga dikenal sebagai hormon yang dapat melindungi jantung dengan cara menurunkan tekanan darah.

4. Mengurangi stres

Dalam kehidupan yang sibuk seperti di zaman kiwari, stres adalah hal yang lumrah. Namun, jika tak dikontrol, stres bisa berujung pada gangguan mental yang lebih parah.

Membantu orang lain memungkinkan diri Anda untuk keluar dari pikiran akan hal-hal yang memicu stres. Perilaku baik juga membuat Anda lebih siap untuk menangani situasi stres.

Sebuah studi menemukan hubungan antara perilaku afiliasi dengan stres. Perilaku afiliasi merupakan perilaku yang membangun hubungan dengan orang lain.

Studi menemukan, perilaku afiliasi menjadi komponen penting dalam mengatasi stres. Terlibat dalam kegiatan sukarela ditemukan menjadi strategi paling efektif untuk mengurangi dampak stres.

5. Mencegah penyakit

Peradangan pada tubuh dikaitkan dengan segala macam masalah kesehatan. Sebuah penelitian pada partisipan berusia 57-85 tahun menemukan, kegiatan sukarela membuat tingkat peradangan lebih rendah lewat pelepasan oksitosin saat berbuat baik.

Kebaikan menjadi resep utama untuk hidup sehat dan bahagia. Pada Hari Kebaikan Sedunia yang dirayakan di tengah pandemi ini, setidaknya berikan senyuman Anda yang menenangkan untuk sesama.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK