Thailand Buka Pintu untuk Turis dari Negara Berisiko Covid-19

CNN Indonesia | Sabtu, 14/11/2020 17:22 WIB
Thailand mulai membuka pintu bagi wisatawan dari negara berisiko menengah Covid-19 yang ingin berlibur di Negeri Gajah Putih tersebut. Ilustrasi wisata Thailand. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand mulai membuka pintu bagi wisatawan dari negara berisiko menengah Covid-19 yang ingin berlibur di Negeri Gajah Putih tersebut.

Lonely Planet melaporkan bahwa pemerintah Thailand mengambil langkah ini untuk merespons kerugian ekonomi yang signifikan setelah menutup akses wisata dari luar negeri sejak Maret lalu. Kini, pemerintah Thailand mulai melonggarkan kebijakan visa mereka.

Wisatawan dari negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, dan negara terdampak pandemi lainnya, bisa memanfaatkan Visa Turis Khusus (STV) yang ditawarkan Thailand.


Visa ini berlaku mulai 60 hari, dan bisa diperpanjang hingga 90 hari. Dengan visa ini, wisatawan dapat berlibur, tapi dengan sejumlah syarat yang cukup membuat pelancong merogoh kocek.

Bagi pengunjung dari AS, misalnya, untuk mendapat visa wisatawan harus membayar hingga US$40 atau setara Rp566 ribu.

Mereka juga harus menyiapkan surat bukti negatif Covid-19 setidaknya 72 jam sebelum perjalanan, dan bukti asuransi kesehatan senilai US$100 ribu atau setara Rp1,4 juta.

Wisatawan juga harus menunjukkan saldo rekening bank minimal US$17 ribu atau setara Rp240 juta. Mereka juga wajib memesan hotel untuk karantina yang sesuai standar.

Setelah visa dan sertifikat masuk disetujui, wisatawan akan diminta melakukan karantina selama 14 hari setelah kedatangan.

Jika sudah dinyatakan aman, wisatawan baru bisa mulai menjelajah. Namun, pergerakan mereka akan dipantau oleh pemerintah menggunakan aplikasi atau gelang pelacak.

Sementara itu, Thailand juga menyediakan visa yang berlaku hingga 90 hari bagi wisatawan dari negara-negara berisiko rendah Covid-19, seperti seperti Australia, Selandia Baru, Singapura, China dan Hong Kong.

Daftar status negara yang berisiko diperbarui setiap dua minggu sekali. Perpanjangan visa dapat dilakukan dua kali dalam kurun waktu sembilan bulan.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Phiphat Rarchakitprakarn, mengatakan bahwa untuk informasi lebih lanjut mengenai visa turis, calon wisatawan dapat menghubungi Cabang Otoritas Pariwisata Thailand. 

(fey/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK