4 Efek Kesehatan dari PCOS untuk Wanita

tim, CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 15:44 WIB
Dokter spesialis kandungan, Riyan Hari Kurniawan mengatakan PCOS atau sindrom ovarium polikistik merupakan penyakit gangguan hormon. Dokter spesialis kandungan, Riyan Hari Kurniawan mengatakan PCOS atau sindrom ovarium polikistik merupakan penyakit gangguan hormon.( iStockphoto/Alena Butor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah 10 bulan telat haid, seorang perempuan didiagnosis mengidap polycystic ovary syndrome atau PCOS. Dia pun membagikan pengalaman PCOS lewat Tiktok dan memperoleh perhatian dari sejumlah netizen.

Dokter spesialis kandungan, Riyan Hari Kurniawan mengatakan PCOS atau sindrom ovarium polikistik merupakan penyakit gangguan hormon.

"Tandanya apa? Tandanya ada tiga. (Pertama) haid jarang atau bahkan bisa tidak haid, seperti pasien (di Tiktok) itu khas sekali," kata Riyan pada CNNIndonesia.com melalui telepon, Kamis (19/11).


Lebih lanjut ia menjelaskan haid yang jarang atau oligomenore jika haid datang tiap atau lebih dari 34 hari sekali. Kemudian pada pasien bisa disebut mengalami amenore. Amenore merupakan kondisi tidak haid selama 3 siklus atau 6 bulan.

Kedua, hormon androgen pada tubuh berlebihan. Meski ini merupakan hormon pada laki-laki, tubuh perempuan juga memiliki hormon androgen tapi dalam jumlah kecil. Pada pasien PCOS, kadar hormon androgen menjadi tinggi dengan ciri:

- tumbuh rambut halus di atas bibir
- rambut halus tampak jelas di lengan atau kaki
- suara terdengar berat seperti laki-laki
- kulit berminyak
- tumbuh jerawat

Ketiga, saat pemeriksaan USG tampak kantung telur berukuran kecil, banyak dan berkumpul di tepi indung telur. Dalam kondisi normal, seharusnya telur-telur ini tidak ada.

"Kalau dia tidak PCOS, kantung telur akan berkembang besar, kemudian pecah dan keluar sel telur atau kita sebut ovulasi. Karena PCOS, kantung telur tidak sampai berukuran besar, seperti tertahan dan tidak matang sehingga telur tidak keluar. Itu juga yang membuat pasien PCOS mengeluh susah punya anak," jelas Riyan.

Apa penyebab PCOS?

Ketika bicara PCOS, Riyan mengakui sulit menjelaskan penyebab pasti penyakit ini. Namun gangguan hormon sangat berkaitan dengan mekanisme pelepasan hormon dari sentral atau otak. Pada otak terdapat kelenjar hipofisis dan hipotalamus yang mengatur pelepasan hormon sehingga, kata Riyan, ada gangguan dari mekanisme keduanya.

Selain itu, sebagian kasus PCOS dikaitkan dengan gangguan metabolisme gula darah. Dia berkata pasien PCOS kadang juga dalam kondisi resistensi insulin yang berkaitan dengan diabetes. Bisa dibilang kondisi resistensi insulin, kemudian ditambah hipertensi dan kelebihan berat badan (overweight) merupakan faktor risiko PCOS.

Apa saja dampak PCOS?

1. Haid telat atau tidak haid

Seperti pasien PCOS yang viral ini, PCOS membuat haid telat bahkan sampai 10 bulan. Riyan menambahkan kadang timbul pendarahan berupa flek tetapi tidak teratur. Dalam kondisi normal, dinding rahim akan menebal dan luruh saat haid. Namun dalam kondisi PCOS, dinding rahim terus menebal tetapi tidak luruh dan hanya timbul pendarahan berupa flek.

2. Infertilitas

Pasien PCOS bisa mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas. Sel telur yang seharusnya berkembang menjadi terhambat. Saat tidak ada ovulasi berarti tidak akan ada pembuahan oleh sel sperma.

3. Kanker endometrium

Riyan berkata dalam kondisi ekstrem, dinding rahim yang terus menebal membawa perubahan pada sel-selnya. Sel-sel pada dinding rahim bisa berkembang tidak normal lalu menjadi ganas. Kondisi ini pula yang disebut kanker endometrium.

4. Penyakit kardiovaskular

PCOS berkaitan dengan resistensi insulin, hipertensi dan overweight. Dalam jangka panjang kondisi ini bisa mengarah pada penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

ilustrasi PCOSFoto: iStockphoto/chrupka
ilustrasi PCOS

Riyan menjelaskan perawatan PCOS akan tergantung pada tujuan pasien. Pada pasien PCOS yang telat haid sampai 10 bulan, berarti tujuan perawatan PCOS untuk mengatur kembali haidnya.

"Langkah pertama dia harus memodifikasi gaya hidup. Jika pasien ada obesitas, harus berupaya menurunkan berat badan dengan target awal turun 5-10 persen lalu diusahakan mencapai berat badan ideal. Biasanya dengan itu saja haid kembali normal," jelas dia.

Overweight hingga obesitas bisa memperparah kondisi kelebihan hormon androgen (hiperandrogen). Hormon androgen dibawa darah dan diikat oleh komponen pembawa yang disebut SHBG. Dalam kondisi normal, SHBG cukup bisa mengikat hormon sehingga tidak terlalu aktif. Pada orang yang kelebihan berat badan, kondisi SHBG menurun sehingga hormon jadi makin aktif. Selain itu, kelebihan berat badan bisa meningkatkan keaktifan hormon testosteron atau bagian dari grup hormon androgen.

Pasien pun akan diberi obat pengatur haid dalam 2-3 bulan. Jika ada gangguan metabolik maka ada obat untuk mengatur insulin dan menormalkan gula darah.

"Kalau goal-nya kehamilan, langkahnya sama seperti pasien tadi, modifikasi gaya hidup, kemudian bukan diberi obat supaya haid teratur tapi obat untuk memicu pematangan sel telur," imbuhnya.

Kapan perlu cek ke dokter kandungan?

Riyan menyarankan Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan jika:

- haid jarang atau telat haid
- tidak haid dalam 3 siklus atau selama 6 bulan
- kesulitan kehamilan setelah setahun pernikahan padahal hubungan seks rutin dan tidak menggunakan kontrasepsi (KB)

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK