Dokter Ingatkan Pentingnya Mengetahui Tujuan Olahraga

CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 04:25 WIB
Dengan mengetahui tujuan berolahraga dan kondisi tubuh, seseorang dapat menentukan intensitas dan kerumitan olahraga yang diperlukan. Ilustrasi. Dengan mengetahui tujuan berolahraga dan kondisi tubuh, seseorang dapat menentukan intensitas dan kerumitan olahraga yang diperlukan. (Istockphoto/ Drazen Zigic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Striker Timnas Indonesia era 1980-an, Ricky Yacobi, meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri saat bermain sepak bola di Lapangan Senayan, Jakarta, Sabtu (21/11).

Ricky meninggal di RS TNI AL Mintoharjo, Jakarta Pusat dan mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung.

Terlepas dari penyakit yang diderita Ricky, ahli kedokteran olahraga, Michael Triangto mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mengetahui tujuan sebelum berolahraga. Dengan mengetahui tujuan, seseorang dapat membatasi intensitas olahraga yang diperlukan.

Sedikitnya ada tiga tujuan untuk berolahraga. Yakni olahraga untuk kesehatan, olahraga untuk kompetisi atau mengejar prestasi, dan olahraga sebagai sarana rekreasi.


Dia menuturkan, jika seseorang melakukan olahraga dengan tujuan kesehatan, maka tidak ada dampak lain yang ia kejar kecuali demi kesehatan itu sendiri.

"Kalau tadi saya katakan olahraga untuk kesehatan, tujuannya satu, untuk sehat. Bentuk [olahraganya] adalah taichi, yoga, atau sport therapy. Dampaknya? Ya cuma sehat, [orang-orang] sampai usia senja pasti bisa melakukannya," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (21/11).

Di luar itu, ada juga orang-orang yang merasa kurang tertantang dengan jenis olahraga untuk kesehatan itu. Mereka umumnya mengejar prestasi atau kompetisi, baik itu berkompetisi dengan diri sendiri atau dengan orang lain.

Ilustrasi YogaIlustrasi. Yoga menjadi salah satu pilihan olahraga bagi Anda yang mencari tujuan kesehatan. (jeviniya/Pixabay)



"Misalnya tenis. Dalam olahraga ini, saya harus menyesuaikan dengan kemampuan orang lain dalam hal mengejar bola, pukulan, dan sebagainya. Itu yang saya sebut kompetisi. Dengan demikian, prestasi yang diperoleh itu tidak akan membuat badan saya lebih sehat. Untuk itu, untuk olahraga kompetisi mereka mengatakan [istilah] no pain no gain," terang Michael.

Kemudian, ada pula tujuan rekreasi yang hanya untuk mendapatkan kesenangan semata. Misalnya, olahraga yang dilakukan hanya untuk sebulan atau setahun sekali.

Selain harus mengetahui tujuan berolahraga, Michael juga menganjurkan masyarakat untuk mengenali kondisi kesehatan saat melakukan aktivitas fisik. Apabila tubuh dirasa kurang fit atau bugar, alangkah baiknya tidak memaksakan diri untuk tetap berolahraga.

"Karena ada hoaks di masyarakat bahwa jika badan tidak sehat, maka harus olahraga. Itu salah. Terutama untuk [masa pandemi Covid-19] saat ini, bahkan meski cuma flu-flu aja," terang Michael.

Dia juga menyoroti hoaks lain yang berkembang di masyarakat, bahwa semakin berat olahraga, maka semakin sehat hasil yang didapat. Padahal, keyakinan tersebut adalah salah.

"Hoaks kedua [mengatakan] olahraga yang super berat itu sehat, padahal itu hoaks. Karena olahraga yang terlalu berat tujuannya kompetisi, entah itu melawan orang lain atau diri sendiri. Tetap memiliki nilai bahaya terhadap gangguan kesehatan," tegasnya.

(ans/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK