Studi: Konsumsi Vitamin D Kurangi Risiko Kanker

tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 13:31 WIB
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mengurangi risiko kanker lebih dari sepertiga kali. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mengurangi risiko kanker lebih dari sepertiga kali. (iStockphoto/yulka3ice)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mengurangi risiko kanker lebih dari sepertiga kali.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA Network Open, menemukan bahwa pil vitamin D terkait dengan penurunan keseluruhan 17 persen dalam risiko kanker stadium lanjut.

Hasilnya bahkan lebih signifikan bagi mereka yang mengonsumsi suplemen dan mempertahankan berat badan yang sehat, dapat mengurangi risiko seseorang hingga 38 persen. Indeks massa tubuh (BMI) berat badan yang sehat untuk orang dewasa adalah antara 18,5 - 24,9, menurut CDC.


Sementara itu, tidak ada penurunan risiko yang diamati pada peserta studi yang kelebihan berat badan dan obesitas, yang menunjukkan bahwa massa tubuh secara signifikan mempengaruhi keefektifan vitamin D dalam mengurangi kemungkinan seseorang terkena kanker stadium lanjut.

"Temuan ini menunjukkan bahwa vitamin D dapat mengurangi risiko pengembangan kanker stadium lanjut," kata penulis Paulette Chandler, yang juga dokter perawatan primer dan ahli epidemiologi di Divisi Pengobatan Pencegahan Brigham, sebagaimana dilansir New York Post.

"Vitamin D adalah suplemen yang tersedia, murah dan telah digunakan dan dipelajari selama beberapa dekade. Temuan kami, terutama pengurangan risiko yang kuat yang terlihat pada individu dengan berat badan normal, memberikan informasi baru tentang hubungan antara vitamin D dan kanker stadium lanjut. "

Studi ini melibatkan 25.871 pasien berusia 50-an antara 2013 dan 2018 di rumah sakit Boston. Semua pasien bebas kanker pada awal penelitian.

Kekurangan vitamin D umum terjadi di antara pasien kanker, dengan sebuah penelitian di AS pada 2011 melaporkan bahwa lebih dari tiga perempat pasien tidak menerima cukup nutrisi. Dan pasien dengan tingkat vitamin D terendah dikaitkan dengan kanker yang paling parah.

Ada juga bukti bahwa jumlah lemak tubuh yang lebih tinggi dikaitkan dengan lebih sedikit penyerapan vitamin D, menurut sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity Supplements.

Dokter di New York baru-baru ini menganjurkan agar mendapatkan lebih sedikit vitamin D selama karantina di masa pandemi Covid-19.

Selain mengurangi risiko kanker, sebagaimana dilansir Healthline, vitamin D memiliki manfaat untuk menjaga tulang tetap sehat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, peredaran darah, dan sistem saraf.

Tidak hanya lewat konsumsi suplemen, cara efektif lain untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di bawah matahari, konsumsi ikan berlemak dan makanan laut, konsumsi jamur, serta kuning telur.

Beberapa jenis ikan dan makanan laut yang kaya akan vitamin D di antaranya:

- salmon
- tuna
- ikan kembung
- tiram
- udang
- ikan sarden
- teri

Dan beberapa makanan yang umumnya diperkaya vitamin D meliputi:

- susu sapi
- susu kedelai dan almond
- sereal
- yogurt
- tahu

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK