5 Manfaat Mencatat Periode Menstruasi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 18:20 WIB
Perempuan sering lupa untuk mencatat periode menstruasinya. Padahal, mencatat periode menstruasi punya beberapa manfaat. Ilustrasi. Mencatat periode menstruasi memiliki beberapa manfaat untuk perempuan. (Picjumbo/Viktor Hanacek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menstruasi mungkin sudah jadi hal yang biasa bagi perempuan. Namun, sering kali perempuan tak rajin mencatat periode menstruasinya. Padahal, pencatatan tersebut sangat penting.

"Periode menstruasi penting dicatat. Catatan akan berisi tanggal menstruasi, berapa kali ganti pembalut, kemudian berapa hari menstruasinya. Kalau sudah dicatat, ketika ada yang tidak normal jadi bisa tahu," ujar ahli obstetri dan ginekologi, dr Kartika Cory, dalam sesi Halodoc Talks, Rabu (25/11).

Menurut Kartika, ada beberapa manfaat jika Anda mencatat periode menstruasi, seperti berikut.


1. Membaca peluang kehamilan

Pencatatan periode menstruasi membuat perempuan tahu masa suburnya. Lewat catatan, Anda bisa menghitung masa subur sendiri. Masa subur secara general berada sekitar tiga hari sebelum ovulasi.

Mengutip dari berbagai sumber, masa subur bisa dihitung dengan menganalisis siklus haid setidaknya selama 8 bulan terakhir. Kemudian gunakan rumus sederhana berikut:

Cara #1

Hitung rata-rata siklus haid terpendek (misal, 28 hari). Kurangi rata-rata siklus haid terpendek dengan 18.

28-18=10

Artinya, hari ke-10 jadi hari awal masa subur.

Cara #2

Hitung rata-rata siklus haid terpanjang (misal, 30 hari). Kurangi rata-rata siklus haid terpanjang dengan 11.

30 - 11 = 19

Artinya, hari ke-19 berarti hari terakhir masa subur.

2. KB alami

Di sisi lain, catatan periode menstruasi akan menjadi KB alami Anda dan pasangan. Saat tahu masa subur, tentu Anda tidak akan melakukan hubungan seks di rentang waktu ini demi menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.

"Yang ingin hamil bisa mengetahui waktu untuk hubungan seks agar peluang hamil tinggi, tapi juga kita tahu kapan kita sebaiknya tidak melakukan hubungan seks untuk mencegah pembuahan," kata Kartika.

3. Mengenal gejala PMS

Selama pencatatan, jangan lupa untuk menuliskan segala gejala premenstrual syndrome (PMS). Kartika menyebut, ada sekitar 75 persen perempuan subur di seluruh dunia, sekitar 80-90 persen mengalami PMS. Sementara 10 persen di antaranya mengalami gejala PMS berat seperti pingsan, depresi, hingga aktivitas yang terhambat.

"Saat dicatat, di situ kita mengerti kapan akan ada PMS sehingga bisa antisipasi dan menghindari gejala yang berat," imbuhnya.

4. Deteksi masalah seputar menstruasi

Siklus haid normal akan berlangsung selama 21-35 hari. Menstruasi akan berlangsung selama 3-7 hari. Kartika berkata, normalnya darah yang keluar per hari sekitar 40-60 mililiter atau 3-4 kali ganti pembalut.

Selama menstruasi, catat kondisi darah yang keluar, frekuensi ganti pembalut. Rekap selama beberapa bulan akan terlihat jika ada masalah seperti menstruasi terlalu awal atau terlambat, siklus terlalu panjang atau terlalu pendek. Saat menemukan gangguan, Anda bisa berkonsultasi dengan spesialis kandungan agar ada tindakan.

5. Tahu usia kehamilan

"Kalau dicatat dengan baik, usia kehamilan akan tepat sama dengan USG. Haid terakhir kapan jadi tahu sehingga usia kehamilan bisa dihitung dengan tepat," kata Kartika.

Dokter biasanya akan bertanya pada ibu hamil hari terakhir menstruasi untuk menghitung usia kandungan. Sayangnya, kebanyakan pasien tidak mengetahui hari terakhir menstruasi karena tidak memiliki catatan.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK