'Travel Pass' Kemungkinan Jadi Syarat Terbang Era New Normal

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 19:43 WIB
Berbagai asosiasi dunia tengah menggodok rancangan 'travel pass' yang berisi informasi kesehatan dan status vaksin pelancong untuk bepergian di era new normal. Ilustrasi. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Travel pass atau tiket perjalanan berisi status kesehatan dan vaksinasi pelancong sedang menjadi wacana terhangat untuk menghadapi dibukanya gerbang pariwisata dalam era normal baru selama pandemi COVID-19.

Pekan lalu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengumumkan bahwa mereka sedang dalam tahap pengembangan akhir dari program IATA Travel Pass, berupa "paspor digital" dalam bentuk aplikasi yang berisi informasi tentang hasil tes individu pelancong, bukti inokulasi (catatan: saat vaksin sudah tersedia), dan tautan ke salinan elektronik paspor mereka.

Nantinya wisatawan tinggal membuka aplikasi IATA Travel Pass untuk memastikan mereka memenuhi aturan untuk masuk perbatasan destinasi mereka.


Di perbatasan, turis diminta menunjukkan kode QR IATA Travel Pass miliknya. Setelah dipindai, data pelancong akan disebar ke pihak berwenang di destinasi setempat.

Penyortiran informasi IATA Travel Pass akan dilakukan dengan teknologi rantai-blok, yang berarti bahwa perangkat yang digunakan tidak akan menyimpan data pribadi pelancong.

"Prioritas utama kami adalah membuat orang bepergian lagi dengan aman," Nick Careen, Wakil Presiden Senior IATA bidang bandara, penumpang, kargo dan keamanan, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti yang dikutip dari Travel and Leisure pada Selasa (1/12).

"Dalam jangka pendek, sistem ini dapat memberi kepercayaan kepada pemerintah bahwa tes COVID-19 yang sistematis dapat bekerja sebagai pengganti persyaratan karantina. Dan itu nantinya akan semakin berkembang setelah tersedianya vaksin."

IATA Travel Pass akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang, seperti yang dikatakan IATA.

Sistem ini akan diujicoba secara perdana dengan IAG SA, perusahaan induk British Airways, mulai akhir tahun ini.

Jika tak ada kendala, IATA Travel Pass akan tersedia di perangkat Apple pada awal 2021, dan perangkat Android setelah beberapa bulan kemudian.

Pemerintah akan dapat menggunakan IATA Travel Pass bersama dengan layanan lain atau sebagai program mandiri untuk perbatasan mereka.

IATA Travel Pass gratis digunakan untuk pelancong dan pemerintah, dengan maskapai penerbangan membayar sedikit biaya per penumpang, Bloomberg melaporkan.

IATA bukan satu-satunya pengembang yang mengerjakan sistem pelacakan untuk pelancong selama pandemi virus Corona.

World Economic Forum juga telah mengembangkan aplikasi bernama CommonPass, dan perusahaan keamanan International SOS mengembangkan layanan serupa yang disebut AOKpass.

(ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK