7 Manfaat Diet Flexitarian Selain Bantu Turunkan Berat Badan

tim, CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 07:48 WIB
Selain kemudahan pilihan makanan yang bisa dikonsumsi, diet flexitarian memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain kemudahan pilihan makanan yang bisa dikonsumsi, diet flexitarian memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. (Peter Belch via tookapic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diet flexitarian merupakan pengaturan pola makan yang mengutamakan konsumsi pangan dari nabati terutama jenis sayur dan buah, tetapi tetap memperbolehkan untuk memakan daging.

Konsultan gizi Rita Ramayulis mengungkapkan bahwa diet ini cukup mirip dengan vegetarian tapi memberi keleluasaan untuk mengonsumsi jenis makanan lain selain buah dan sayuran.

"Diet ini fleksibel untuk vegetarian. Dominannya tetap sayuran dan buah, tapi boleh makan daging dan ikan. Hanya saja patut diingat bahwa prioritasnya memang ke buah dan sayuran," kata Rita dalam webinar Flexitarian: Sustaining the Healthy Habits with Real Food, Kamis (3/12).


Beberapa jenis makanan yang dianjurkan setelah buah dan sayur, menurut Rita termasuk:

- kacang-kacangan dan hasil olahan seperti tempe dan tahu
- susu dan hasil olahan yoghurt dan keju
- gandum utuh dan biji-bijian utuh lainnya atau serealia yang lebih berserat

Selain kemudahan pilihan makanan yang bisa dikonsumsi, Rita juga mengungkapkan bahwa diet flexitarian memiliki sejumlah manfaat penting bagi tubuh.

Berikut beberapa manfaat diet flexitarian bagi kesehatan.

1. Kolesterol menurun

- Asupan kolesterol kurang dari 300 mg akan menurunkan risiko hiperkolesterolnemia. Satu sajian susu/yoghurt/keju yang dikonsumsi selama diet flexitarian hanya mengandung 70 mg kolesterol

- Angka LDL yang tinggi menunjukkan kondisi kolesterol yang buruk. LDL dibentuk dari lemak jenuh dan jumlahnya akan menurun ketika asupan lemak jenuh rendah dan asupan lemak tiddak jenuh lebih tinggi.

"Diet flexitarian mengandung lemak jenuh rendah dan lemak tak jenuh tinggi dari konsumsi buah dan sayuran tadi," kata Rita.

- Asupan serat lebih dari 25 gram/ hari mampu memutus siklus kembalinya kolesterol dari usus halus ke hati. Diet flexitarian pun mengandung serat lebih 25 gram

2. Kesehatan pencernaan

Gut microbiota merupakan barrier tubuh dalam menghadapi invasi dari luar. Gut microbiota ini meningkatkan kemampuan hati dalam metabolisme zat gizi dan memelihara mood yang baik.

Namun, gut mikrobiota akan mati saat tidak memperoleh makanan yang bergizi, stres, kurang tidur, jarang bergerak, konsumsi antibiotik dan obat-obatan tertentu.

Menurut Rita, dibutuhkan serat untuk gut mikrobiota bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik dan bisa mempertahankan jumlahnya 80 persen. Dan diet flexitarian ini merupakan diet yang mengandung serat tinggi.

3. Imunitas meningkat

- Peningkatan asupan serat akan meningkatkan jumlah gut microbiota yang akan menstimulasi kerja sel imunitas innate dan adaptif.

- Peningkatan asupan vitamin c akan melindungi sel sel imunitas dari radikal bebas

- Peningkatan asupan beta karoten akan memelihara sel epitel yang terlibat dalam fungsi imunitas

- Penurunan indeks glikemik makanan akan menurunkan respon insulin yang berlebih sehingga bermanfaat untuk mencegah risiko inflamasi

4. Kadar glukosa darah terkontrol

- Serelia utuh seperti gandum utuh merupakan jenis karbohidrat yang baik

- Hasil metabolisme energinya berupa glukosa akan dilepas secara bertahap sehingga menjamin keberlangsungan energi saat pagi hingga siang hari

- Mengandung serat dan berbagai micronutrien untuk mendukung proses metabolisme sehingga berbagai fungsi tubuh berjalan baik

- Fungsi tubuh yang baik akan membangun psikis dan mental yang baik

5. Tekanan darah terkontrol

Tekanan darah terkontrol karena asupan kalium akan meningkat pada diet flexitarian.

6. Kesehatan tulang

Peningkatan asupan kalsium akan meningkatkan jumlah hydroxyapatite untuk kepadatan tulang yang mencegah osteoporosis

Oleh karenanya, susu dan hasil olahannya menjadi salah satu makanan wajib pada flexitarian.

7. Penurunan berat badan

Tidak hanya membantu kesehatan tubuh, peningkatan konsumsi sayur dan buah akan meningkatkan volume lambung dan memberi rasa kenyang lebih lama sehingga keinginan makan menurun.

Dengan menurunnya asupan energi total makan akan terjadi defisit energi yang berdampak pada penurunan berat badan.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK