Keindahan Lembah Harau yang Disandingkan dengan Yosemite

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Sabtu, 05/12/2020 15:15 WIB
Banyak yang mengatakan Lembah Harau tak kalah indah dengan Taman Nasional Yosemite di AS. Pemandangan Lembah Harau di Sumatra Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ramai menjadi perbincangan di dunia Twitter pada Jumat (4/12) ialah pemandangan Lembah Harau yang "dihiasi" spot foto Instagramable layaknya kota Eropa kecil, mulai dari bangunan kincir angin khas Belanda sampai Museum Louvre yang ada di Paris, Prancis.

Area tersebut merupakan Harau Dream Park, taman wisata yang berada dekat salah satu pedesaan di Lembah Harau, yakni Kampung Sarosah.

Salah satu pengguna Twitter, @adit_wr, mengungkapkan perasaannya saat melihat foto pemandangan tersebut dalam salah satu cuitannya.


"Agak sedih di Lembah Harau ada beginian. Sumbar kurang cakep apa sampe perlu dibuatin Louvre KW," tulisnya.

Pernyataannya diamini banyak netizen yang ikut merasa kaget dengan pemandangan tersebut - yang sebenarnya sudah ada sejak 2019 itu.

Namun banyak juga yang mengatakan kalau "Little Eropa" itu hanya dibangun di salah satu sudut Lembah Harau, bukan di seluruh kawasannya.

Kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Sabtu (7/11/2020). Pemerintah daerah kini tengah menunggu keluarnya status kawasan konservasi Lembah Harau sebagai Geopark Nasional sehingga dapat lebih dikembangkan untuk mengembangkan wilayah wisata. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.Wisatawan bersepeda di Lembah Harau. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Lembah Harau berada di dekat Kota Payakumbuh di Kabupaten Limapuluh Koto, Provinsi Sumatra Barat. Jaraknya sekitar empat jam perjalanan dari pusat kota Padang.

Lanskapnya berupa persawahan dan pedesaan seluas sekitar 669 hektare yang diapit dua bukit batu granit menjulang setinggi sekitar 300 meter. Banyak yang mengatakan kalau panorama Lembah Harau mirip Taman Nasional Yosemite di California, Amerika Serikat.

Masyarakat setempat menyakini kalau nama Lembah Harau berasal dari kata parau atau serak, karena kawasan ini sering banjir dan longsor yang menimbulkan teriakan kepanikan.

Lembah Harau masuk dalam kawasan Cagar Alam Harau yang berarti kawasan dilindungi. Monyet ekor panjang, satwa endemik Sumatra, berhabitat di sini.

Tahun ini, pemerintah setempat sedang mendaftarkan Lembah Harau sebagai Geopark Nasional. 

Foto udara kawasan Geopark Lembah Harau di Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis (17/9/2020). Geopark Lembah Harau memiliki potensi wisata pedesaan yang terus dikembangkan warga setempat salah satunya membangun Pemukiman di Lembah Harau. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat telah membagi zona pemanfaatan di Lembah Harau untuk rekreasi, pengembangan, dan konservasi. Kemungkinan besar "Little Eropa" itu dibangun di zona rekreasi, namun CNNIndonesia.com belum dapat mengonfirmasi data tersebut.

Dari data DPMPTSP Pemprov Sumbar, sepanjang 2012 sebanyak 160.242 wisatawan domestik dan 3.255 wisatawan mancanegara telah berkunjung ke Lembah Harau.

Lembah Harau terbagi dalam tiga area, yakni; Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Berbeda area, berbeda pula nuansa objek wisata alamnya. Tapi tentu saja wisata air terjun dan panjat tebing menjadi suguhan utama di sana.

Misalnya Air Terjun Sarasah Aie Luluih di Resort Sarasah Bunta yang mengalir di sisi tebing, sementara Air Terjun Sarasah Bunta cantik dipandangi saat diterpa sinar mentari.

Trekking juga menjadi kegiatan favorit turis di Lembah Harau, karena rutenya masih menyambung dengan Kelok 9, jalanan paling ikonis di Sumatra Barat.

[Gambas:Instagram]



(ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK