3 Lokasi 'Pintu Menuju Surga' di Candi Borobudur

CNN Indonesia | Kamis, 10/12/2020 17:21 WIB
Ke Candi Borobudur jangan cuma selfie, berikut tiga area yang wajib dikunjungi untuk mengenal sejarah candi Buddha terbesar di dunia itu. Pemandangan Candi Borobudur kala malam hari. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Candi Borobudur bukan sekadar objek wisata sejarah dan situs religi yang Instagramable. Banyak peneliti dari dalam dan luar negeri yang datang ke sini untuk mengeksplorasi arsitektur sampai seni pahatannya.

Sebagian besar penduduk Indonesia pasti pernah ke Candi Borobudur, minimal satu kali saat tur wisata bersama sekolahnya. Namun Candi Borobudur, begitu pun candi-candi lainnya di Indonesia, tak bisa selesai dipahami dalam satu kali kunjungan.

Candi Borobudur yang diperkirakan didirikan pada sekitar 800 Masehi merupakan tempat yang disakralkan umat Buddha dan merupakan kuil Buddha terbesar di dunia.


Selama restorasi pada awal abad ke 20, ditemukan dua candi yang lebih kecil di sekitar Borobudur, yaitu Candi Pawon dan Candi Mendut.

Candi Pawon berada 1,15 km dari Candi Borobudur, sementara Candi Mendut berada 3 km dari Candi Borobudur.

Terdapat kepercayaan bahwa ada hubungan keagamaan antara ketiga candi tersebut, namun masih belum diketahui secara pasti proses ritualnya.

Ketiga candi membentuk rute untuk Festival Hari Waisak yag digelar tiap tahun saat bulan purnama pada April atau Mei.

Festival tersebut sebagai peringatan atas lahir dan meninggalnya, serta pencerahan yang diberikan oleh Buddha Gautama.

Terdapat sekitar 504 stupa Buddha dan 2.672 panel relief yang menghiasi candi ini.

Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) dan dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Bagi para peziarah, masuk dan keluar Candi Borobudur tak cuma sekadar mengikuti papan petunjuk jalan.

Para peziarah masuk melalui sisi timur dan memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha.

Ketiga tingkatan itu adalah Kamadhatu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud).

Kalau berencana wisata ke Yogyakarta atau Magelang dalam waktu dekat, berikut penjelasan singkat mengenai tiga area yang wajib dikunjungi di Candi Borobudur, seperti yang dikutip dari situs BorobudurPark.com:

1. Kamandhatu

A temple located in an area on the island of Java, one of the wonders of the worldZona Kamandhatu. (iStockphoto/Septian Darma)

Kamandhatu berarti alam dunia yang terlihat dan sedang dialami oleh manusia sekarang.

Zona yang berada paling bawah ini terdiri dari 160 relief yang menjelaskan Karmawibhangga Sutra, yaitu hukum sebab akibat, menggambarkan mengenai sifat dan nafsu manusia, seperti merampok, membunuh, memperkosa, penyiksaan, dan fitnah.

Tudung penutup pada bagian dasar telah dibuka secara permanen agar pengunjung dapat melihat relief yang tersembunyi di bagian bawah.

Koleksi foto seluruh 160 foto relief dapat dilihat di Museum Candi Borobudur yang terdapat di Borobudur Archaeological Park.

2. Rupadhatu

Bigest monument of Buddhist architecture Java IndonesiaZona Rupadhatu. (iStockphoto/LP7)

Beranjak ke atas Kamandhatu, ada zona dua yang disebut Rupadhatu.

Rupadhatu berarti alam peralihan, dimana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia.

Rupadhatu terdiri dari galeri ukiran relief batu dan patung buddha.

Secara keseluruhan ada 328 patung Buddha yang juga memiliki hiasan relief pada ukirannya.

Menurut manuskrip Sansekerta, pada bagian ini terdiri dari 1.300 relief yang berupa Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka dan Awadana.

Seluruhnya membentang sejauh 2,5 km dengan 1.212 panel.

3. Arupadhatu

Borobudur is the biggest Buddhist Temple in the world.Zona Arupadhatu. (iStockphoto/tostphoto)

Zona terakhir, yang paling atas, ialah Arupadhatu, yang berarti alam tertinggi dan rumah Tuhan.

Tiga serambi berbentuk lingkaran mengarah ke kubah di bagian pusat atau stupa yang menggambarkan kebangkitan dari dunia.

Pada bagian ini tidak ada ornamen maupun hiasan, yang berarti menggambarkan kemurnian tertinggi.

Serambi pada bagian ini terdiri dari stupa berbentuk lingkaran yang berlubang, lonceng terbalik, berisi patung Buddha yang mengarah ke bagian luar candi.

Terdapat 72 stupa secara keseluruhan. Stupa terbesar yang berada di tengah tidak setinggi versi aslinya yang memiliki tinggi 42 m di atas tanah dengan diameter 9,9 m.

Berbeda dengan stupa yang mengelilinginya, stupa pusat kosong dan menimbulkan perdebatan bahwa sebenarnya terdapat isi namun juga ada yang berpendapat bahwa stupa tersebut memang kosong.

Infografis: Hal yang wajib dilakukan saat berada di Candi BorobudurHal yang wajib dilakukan saat berada di Candi Borobudur. (Dok. Kemenparekraf)
(ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK