KALEIDOSKOP 2020

Serba Natural, Riasan dan Tata Rambut selama Pandemi

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 27/12/2020 17:19 WIB
Meski aktivitas serba terbatas, bukan berarti orang-orang lupa untuk berdandan. Makeup tetap dibutuhkan, setidaknya untuk rapat virtual. Ilustrasi. Makeup natural dibutuhkan untuk rapat virtual selama pandemi. (Gromovataya/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi memang membuat aktivitas di luar rumah jadi terbatas. Tapi, bukan berarti orang-orang lupa untuk berdandan.

Make up artist, Qiqi Franky melihat masih banyak orang yang merias diri dalam kesempatan rapat virtual. Orang juga masih berdandan saat sesekali keluar rumah meski menggunakan masker.

"Make up ini sifatnya dekoratif dan hanya di momen tertentu, misal meeting, dari rumah setidaknya ada sentuhan untuk area mata dan alis, kemudian lipstik. Mungkin kalau keluar rumah enggak pakai lipstik karena pakai masker, yah," ujar Qiqi pada CNNIndonesia.com melalui telepon, Rabu (3/12).


Selama 2020, Qiqi melihat baik riasan wajah ataupun tata rambut masih bertahan di konsep serba natural.

Urusan riasan wajah, misalnya, warna-warna natural masih menjadi pilihan banyak orang. Hal yang sama juga berlaku pada tata rambut karena keterbatasan akses ke salon selama pandemi.

Pada riasa wajah, Qiqi menyebut, penggunaan masker membuat riasan jadi berpusat pada area mata dengan pulasan warna-warna pastel. "Tapi ada juga, sih, yang main di sparkling eyeshadow," kata Qiqi.

Tak lupa penggunaan maskara dan eyeliner juga jadi penting agar mata terlihat lebih tajam dan tegas. "Apalagi kalau Zoom meeting, kan, biar mata tajam," katanya.

Sedangkan lipstik lebih banyak ditekankan pada warna-warna natural, nude, dan taupe.

Ana Marcelo, contestant for Ilustrasi. Di tengah pandemi, banyak orang memilih make up dengan konsep natural. (AFP/INTI OCON)

Namun, bukan berarti tren merias diri jadi mandek. Qiqi melihat tak jarang ada orang yang bereksperimen dengan tampilan selama pandemi. Misalnya saja tren eyeliner warna-warni yang membuat mata lebih menyala.

Lalu, ada pula tren warna bibir merah muda hingga fuschia yang masih ramai dipakai. Ada juga yang berani bermain lewat kreasi lipstik ombre, yang memadukan dua warna gelap dan terang. Menurut Qiqi, teknik yang tepat sesuai bentuk bibir akan menghasilkan bibir yang lebih seksi dan plumping.

Untuk bibir tebal, lanjutnya, warna lipstik gelap dipulas di area bibir dalam. Sementara warna lebih terang di area tepi. Sebaliknya untuk bibir tipis, warna gelap justru dipulas di area tepi untuk memperoleh kesan bibir lebih tebal.

Sementara untuk rambut, karena tidak bisa perawatan di salon, banyak orang memilih untuk menata rambut sederhana. Untuk kebutuhan virtual meeting, rambut lebih ditata dengan alat catok atau dibuat gaya beach wave di bagian bawah.

"Kadang ada yang lebih bereksperimen, terus lihat tren sekarang misal diwarnai balayage, lalu rambut model bob juga sedang tren," imbuhnya.

Untuk tahun depan, Qiqi berharap situasi lebih baik sehingga orang lebih banyak berkesempatan beraktivitas di luar. Aktivitas di luar ruangan membuat orang lebih suka berdandan juga menata rambut.

"Orang bisa bepergian, merasakan sesuatu yang lebih baik, bisa menyenangkan diri sendiri sehingga lifestyle lebih kelihatan lagi," kata Qiqi.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK