KALEIDOSKOP

Kilas Balik 10 Tren Fashion yang Populer Kala Pandemi

tim, CNN Indonesia | Minggu, 27/12/2020 15:11 WIB
Di tahun 2020 ini kenyamanan dan fungsi lebih dibutuhkan dalam mengekspresikan gaya persona tanpa meninggalkan karakternya. Berikut 10 tren fashion era pandemi. (Donell Woodson/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus corona sejak awal tahun 2020 ternyata tak cuma berpengaruh pada kesehatan dan perekonomian. Sebaliknya, pandemi juga berdampak ke semua lini termasuk lifestyle dan fashion.

Jika tahun-tahun sebelumnya, gaya eksperimental dan bold menjadi poin utamanya, di tahun 2020 ini kenyamanan dan fungsi lebih dibutuhkan dalam mengekspresikan gaya persona. Hanya saja tak mengesampingkan sisi estetis yang sesuai karakter.

Seperti halnya killer high heels, esensinya berubah dari musim sebelumnya. Materi busana yang mudah perawatan dan penyimpanan juga lebih dibutuhkan. Praktis dan realistis.


1. Masker

Siapa sangka kalau masker bakal jadi bagian dari fashion sekarang ini? Bagi orang sehat, masker kain wajib dipakai. Masker yang sebelumnya hanya aksesori kini menjadi kebutuhan semua orang.

Alih-alih memakai yang biasa, banyak orang pun mulai memadu-madankan busana dengan masker yang dipakai. Masker pun tak lagi dibuat dengan warna dasar dan polos, melainkan penuh warna dan motif.

Hanya saja yang harus diingat, perhatikan standar masker kain yang dipakai agar masih memenuhi syarat kesehatan pencegahan Covid-19.

2. Tie-Dye

Kain ikat celup atau tie-dye adalah kain dengan menggunakan teknik ikat kain lalu dicelup dalam pewarna. Di Indonesia populer dengan istilah Jumputan, sementara di Jepang disebut Shibori.

Tidak selalu dalam gaya etnik, perancang busana seperti Dior, Versace menampilkan tie dye dalam gaya modern. Malah brand fashion Indonesia, 3Monkis hadir dalam gaya kasual. Sementara Ralph Lauren yang dikenakan Jennifer Lopez tampil sporty.

Selain rumah mode yang memiliki koleksi ini, membuat tie dye atau shibori ini juga jadi lahan eksperimen selama karantina #dirumahaja.

Proses membuat yang tak sulit dan pewarna kain yang bisa dengan mudah didapatkan menjadi salah satu alasan popularitas do it yourself tie dye. Ditambah lagi, elemen surprise dengan motif yang terbentuk.

LOS ANGELES, CALIFORNIA - AUGUST 11: The Kaplan Twins attends the Beautycon Los Angeles 2019 Pink Carpet at Los Angeles Convention Center on August 10, 2019 in Los Angeles, California.   Matt Winkelmeyer/Getty Images/AFPFoto: Matt Winkelmeyer/Getty Images/AFP
ilustrasi tie dye

3. Pajamas set

Kenyamanan, fungsi dan gaya membuat piyama naik pangkat dari baju rumah. Baju wfh ini tampil lebih beragam, motif lebih seru, elegan serta terlihat normal saat tampil di area publik.

Mulai dari bahan satin, warna neon, atau bahan katun yang casual. Namun dalam perkembangannya, pajamas set ini tak cuma dipakai untuk wfh atau zoom meeting semata.

Banyak orang yang semakin berani bergaya dengan sleep wear atau pajamas set untuk baju ke kantor atau sekadar ke supermarket. Banyak juga pajamas set yang memakai tren tie dye dan shibori sebagai motif kekiniannya.

Tip gaya: Pakai satu set bersiluet simpel, jangan dicampur motif lain. Plus, tata rambut dan pakai riasan mata yang sesuai.

4. Crop top

Era pandemi membuat olah raga menjadi favorit banyak kalangan, baik untuk meraih imunitas, menjalin komunitas, dan mengisi laman media sosial. Bonusnya, tubuh lebih fit dan bugar.

Inspirasi fashion dari Jennie Black Pink pun memicu adrenalin banyak wanita untuk pamer aksi perut kencang lewat cropped top. Bisa sebagai atasan atau tambahan outer untuk gaya elegan.

90-an sampai Emily in Paris

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK