Dukungan Pegolf Indonesia untuk Kebangkitan Pariwisata Bali

CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 15:47 WIB
Turnamen golf persahabatan yang bertajuk Ajeg Bali Golf Tourism telah digelar pada 10-13 Desember 2020 di Bali. Peserta turnamen Ajeg Bali Golf Tourism. (Dok. Ajeg Bali Golf Tourism)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus Corona telah memukul segala sektor perekonomian, tidak terkecuali sektor pariwisata. Bali menjadi salah satu provinsi yang terkena dampak paling parah, karena sektor pariwisata merupakan sumber utama pendapatan daerah.

Melihat kondisi ini, Asian Senior Golf Association (ASGA), Persatuan Pegolf Senior Indonesia (Perpesi), dan Persatuan Golf Pondok Indah berinisiatif untuk membantu ekonomi pariwisata Bali yang terdampak parah akibat pandemi.

Melalui turnamen golf persahabatan yang bertajuk Ajeg Bali Golf Tourism, para inisiator mendukung upaya pemerintah dalam membangkitkan dan secara perlahan menggerakkan kembali ekonomi pariwisata Bali, khususnya wisata olah raga (sport tourism).


Didukung Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Ajeg Bali Golf Tourism berlangsung pada 10-13 Desember 2020.

Turnamen yang disponsori Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Mandiri ini diikuti 80 pegolf yang terbang langsung dari Jakarta dengan menggunakan maskapai Citilink.

Sambil menikmati fasilitas dan layanan di The Trans Resort Bali, ke-80 peserta Ajeg Bali Golf Tourism ini akan berupaya untuk menaklukkan tiga lapangan golf berstandar championship di Bali, yaitu Bali National Golf Club, Handara Golf & Resort, dan New Kuta Golf Club.

Meski bersifat kompetisi, Ajeg Bali Golf Tourism tetap mengedepankan persahabatan sesama peserta.

Namun, hal yang terpenting adalah dukungan material dan moril dari para pegolf Indonesia terhadap pariwisata di Bali melalui sport tourism.

Kehadiran para peserta Ajeg Bali Golf Tourism bisa menjadi contoh bahwa Bali telah siap menerima wisatawan dalam dan luar negeri dengan menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment) yang sedang gencar diimplementasikan oleh pemerintah untuk kenyamanan dan keamanan berwisata di tengah pandemi.

Bali tetap ajeg (kukuh) meski diguncang pandemi. Panitia tetap mengutamakan JCM dalam pelaksanaan acara Sport Tourism ini yaitu, JAGA JARAK, CUCI TANGAN, MEMAKAI MASKER.

Tentunya suatu kegiatan seperti ini akan berdampak pada kegiatan ekonomi Bali secara langsung dan akan dirasakan oleh pekerja di lapangan golf, pekerja restoran, pekerja hotel, taksi dan tentunya perusahaan penerbangan.

Peter Gontha, seorang pegiat golf dan anggota panitia acara ini mengatakan, mungkin saja dampak ekonominya tidak seberapa namun paling tidak kita bersama menunjukan kebersamaan kita dalam menghadapi masa masa pandemi yang sulit ini.

"Tentu harapannya juga agar ini menjadi contoh bagi komunitas golf maupun olah raga lainnya untuk bisa bantu membangkitkan pariwisata olahraga melalui olahraga golf pastinya," kata Peter seperti yang dikutip dari keterangan resmi yang diterima pada Kamis (17/12).

"Adalah tugas kita bersama Pemerintah untuk saling membantu mengembalikan kegiatan ekonomi Indonesia dana membantu sesama anggota masyarakat lain di Indonesia," pungkasnya.

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK