Roseacea, Gejala Kemerahan Mirip Jerawat di Wajah

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 09/01/2021 06:00 WIB
Ketika kulit wajah mulai kemerahan dan berbintik, jerawat dituding jadi kambing hitamnya. Padahal ini bisa juga disebabkan oleh rosacea. Ketika kulit wajah mulai kemerahan dan berbintik, jerawat dituding jadi kambing hitamnya. Padahal ini bisa juga disebabkan oleh rosacea. (iStockphoto/Yuliya Shauerman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika kulit wajah mulai kemerahan dan berbintik, jerawat biasanya dituding jadi salah satu kambing hitamnya. Padahal kulit wajah kemerahan dan ini bisa juga disebabkan oleh rosacea.

Rosacea adalah kondisi peradangan kulit kronis yang biasanya menyerang wajah. Orang mungkin salah mengira rosacea sebagai jerawat, eksim, atau reaksi alergi pada kulit.

Gejala utama rosacea adalah kemerahan pada wajah, kulit teriritasi, dan jerawat. Gejala lain termasuk mudah memerah dan masalah mata.


Mengutip Medical News Today, rosacea umum terjadi dan memengaruhi sekitar 1-20 persen populasi. Namun, orang sering menerima diagnosis yang salah ketika mereka menderita rosacea, jadi kejadian sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Rosacea lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dan biasanya berkembang setelah usia 30 tahun. Beberapa makanan dan minuman dapat memperburuk gejala, seperti produk susu, makanan pedas, kafein, dan alkohol. Paparan sinar matahari juga dapat memperburuk gejala.

Gejala masalah kulit mirip jerawat ini dibagi menjadi 4 tipe American Academy of Dermatology (AAD), yaitu:

1. Rosacea eritematotelangiektatis: Gejala berupa perubahan warna kulit, kemerahan, dan pembuluh darah yang terlihat.

2. Papulopustular rosacea: Gejala berupa kemerahan, bengkak, dan jerawat yang menyerupai jerawat.

3. Rosacea phymatous: Gejala berupa kulit menebal dan bergelombang.

4. Ocular rosacea: Gejala berupa mata merah dan iritasi serta kelopak mata bengkak.

Gejala rosacea

Rosacea lebih sering terjadi pada orang dengan kulit lebih terang. Namun, gejala rosacea lebih mudah terlihat pada warna kulit ini, dan beberapa penelitian telah meneliti prevalensi rosacea pada orang dengan kulit lebih gelap.

Gejala berikut cenderung muncul pada kebanyakan kasus rosacea:

1. Perubahan warna kulit yang persisten: Ini mungkin terlihat seperti blush on atau sengatan matahari yang tidak kunjung hilang. Itu terjadi ketika ratusan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit membesar.

2. Penebalan kulit: Kulit mungkin menebal karena jaringan kulit berlebih. Ini biasanya mempengaruhi hidung dan dapat menyebabkan rhinophyma, yang mempengaruhi laki-laki lebih dari perempuan.

3. Flushing: Ini terjadi ketika wajah menjadi gelap untuk sementara. Ini dapat menyebar dari wajah ke leher dan dada, dan kulit mungkin terasa panas yang tidak menyenangkan.

4. Benjolan dan jerawat kulit: Bisa timbul benjolan kecil, merah, seperti jerawat. Ini mungkin berisi nanah.

5. Pembuluh darah yang terlihat: Juga disebut spider veins, atau telangiectasia, ini biasanya mempengaruhi pipi, batang hidung, dan bagian lain dari wajah tengah.

6. Iritasi mata: Orang mungkin mengalami iritasi, mata berair, atau merah. Kelopak mata bisa menjadi merah dan bengkak (blepharitis), dan bintit sering terjadi

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK