Mengenal Infeksi Saluran Kemih yang Diderita Tanya Roberts
CNN Indonesia
Rabu, 06 Jan 2021 07:39 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tanya Roberts dinyatakan meninggal dunia karena infeksi saluran kemih. (AFP/Ethan Miller)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktris yang juga mantan Bond Girls, Tanya Roberts dinyatakan meninggal dunia di usia 65 tahun, pada Selasa (5/1), setelah beredar kabar simpang siur mengenai kondisinya.
Kabar kali ini dikonfirmasi oleh representatif Roberts, Mike Pingel lewat sebuah pernyataan.
"Dengan berat hati, saya mengonfirmasi kematian Tanya Roberts (usia 65) pada Senin (4/1) malam sekitar pukul 21.30 waktu setempat di Cedars-Sinai Medical Center," demikian keterangan Pingel kepada Insider, Selasa (5/1).
Berdasarkan pernyataan tersebut, kematian Roberts disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK) yang menyebar ke ginjal, kandung empedu, hati, dan aliran darah.
Apa itu infeksi saluran kemih?
Infeksi saluran kemih adalah infeksi di bagian mana pun dari sistem kemih Anda - ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Infeksi saluran kemih (ISK) menjadi salah satu jenis infeksi yang paling umum dialami banyak orang. Infeksi ini disebabkan oleh mikroba seperti bakteri yang menyerang sistem pertahanan tubuh di sekitar saluran kemih.
Pada dasarnya, saluran kemih sendiri terbagi ke dalam dua bagian atas dan bawah. Saluran kemih atas terdiri dari ginjal dan ureter, sedangkan saluran kemih bawah terdiri dari kandung kemih dan uretra. ISK yang paling umum terjadi pada kandung kemih dan uretra.
ISK sendiri umumnya disebabkan oleh bakteri E. coli yang biasanya ditemukan dalam sistem pencernaan.
Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK. Hal ini umumnya terjadi jika perempuan tidak membersihkan area kemaluan setelah buang air dengan tepat. Jika tak ditangani dengan tepat, infeksi bisa berlanjut lebih parah.
Infeksi yang terbatas pada kandung kemih Anda bisa menyakitkan dan mengganggu. Namun, konsekuensi serius dapat terjadi jika ISK menyebar ke ginjal Anda.
Sebagaimana dilansir Medical News Today, lebih dari 50 persen perempuan mengalami setidaknya satu kali ISK selama masa hidup. Sementara 20-30 persen perempuan mengalami ISK berulang.
Pada dasarnya, orang-orang dari segala usia dan jenis kelamin berisiko mengalami ISK. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko ISK, seperti berikut:
- hubungan seksual yang intens atau berganti-ganti pasangan seks - diabetes - kebersihan area genitalia yang buruk - memiliki kateter kemih - inkontinensia usus - aliran urine tersumbat - batu ginjal - penggunaan beberapa jenis kontrasepsi - kehamilan - masa menopause - penggunaan spermisida dan tampon - penggunaan antibiotik yang dapat mengganggu flora alami pada usus dan saluran kemih
Gejala ISK muncul bergantung pada usia, jenis kelamin, keberadaan kateter, dan bagian saluran kemih yang terinfeksi. Namun, beberapa gejala umum ISK meliputi:
- sering buang air kecil - urine keruh, berdarah, berbau kuat - rasa sakit saat buang air kecil - mual dan muntah - sakit perut
Pada beberapa kasus, ISK pada kandung kemih dapat berlanjut menginfeksi ginjal yang dikenal dengan pielonefritis akut.
Orang dengan kondisi ini umumnya akan mengalami nyeri punggung bagian atas dan samping, demam tinggi, gemetar, kedinginan, kelelahan, dan perubahan mental. Kondisi ini harus segera ditangani oleh medis.
Pada kondisi lain seperti sistitis, orang akan mengalami demam dan kram pada perut dan punggung bagian bawah.
Sebagian besar kasus ISK masih bisa ditangani dengan baik. Namun, beberapa kasus dapat menyebabkan masalah serius terutama ISK yang menyerang bagian atas.
Infeksi ginjal yang berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen bahkan hingga mengancam jiwa. Ancaman tersebut muncul utamanya ketika bakteri memasuki aliran darah dalam kondisi yang dikenal sebagai septikemia.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko ISK. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.
1. Minum banyak air dan sering buang air kecil.
2. Hindari minuman beralkohol dan berkafein yang dapat mengiritasi kandung kemih.
3. Buang air kecil segera setelah berhubungan seks.
4. Bersihkan area genitalia dengan mengusap bagian depan ke belakang setelah buang air kecil dan buang air besar.
5. Jaga kebersihan area genitalia.
6. Alih-alih menggunakan tampon, Anda disarankan untuk mengenakan pembalut atau menstrual cup untuk menekan risiko ISK.
7. Hindari penggunaan spermisida untuk alat kontrasepsi.
8. Hindari penggunaan produk yang dilengkapi wewangian pada area genitalia.
9. Kenakan celana dalam berbahan katun dan longgar untuk menjaga daerah sekitar uretra tetap kering.
Untuk penanganan dan diagnosis lebih lanjut, hubungi dokter saat Anda mengalami gejala infeksi saluran kemih.
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktris yang juga mantan Bond Girls, Tanya Roberts dinyatakan meninggal dunia di usia 65 tahun, pada Selasa (5/1), setelah beredar kabar simpang siur mengenai kondisinya.
Kabar kali ini dikonfirmasi oleh representatif Roberts, Mike Pingel lewat sebuah pernyataan.
"Dengan berat hati, saya mengonfirmasi kematian Tanya Roberts (usia 65) pada Senin (4/1) malam sekitar pukul 21.30 waktu setempat di Cedars-Sinai Medical Center," demikian keterangan Pingel kepada Insider, Selasa (5/1).
Berdasarkan pernyataan tersebut, kematian Roberts disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK) yang menyebar ke ginjal, kandung empedu, hati, dan aliran darah.
Apa itu infeksi saluran kemih?
Infeksi saluran kemih adalah infeksi di bagian mana pun dari sistem kemih Anda - ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Infeksi saluran kemih (ISK) menjadi salah satu jenis infeksi yang paling umum dialami banyak orang. Infeksi ini disebabkan oleh mikroba seperti bakteri yang menyerang sistem pertahanan tubuh di sekitar saluran kemih.
Pada dasarnya, saluran kemih sendiri terbagi ke dalam dua bagian atas dan bawah. Saluran kemih atas terdiri dari ginjal dan ureter, sedangkan saluran kemih bawah terdiri dari kandung kemih dan uretra. ISK yang paling umum terjadi pada kandung kemih dan uretra.
ISK sendiri umumnya disebabkan oleh bakteri E. coli yang biasanya ditemukan dalam sistem pencernaan.
Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK. Hal ini umumnya terjadi jika perempuan tidak membersihkan area kemaluan setelah buang air dengan tepat. Jika tak ditangani dengan tepat, infeksi bisa berlanjut lebih parah.
Infeksi yang terbatas pada kandung kemih Anda bisa menyakitkan dan mengganggu. Namun, konsekuensi serius dapat terjadi jika ISK menyebar ke ginjal Anda.
Sebagaimana dilansir Medical News Today, lebih dari 50 persen perempuan mengalami setidaknya satu kali ISK selama masa hidup. Sementara 20-30 persen perempuan mengalami ISK berulang.
Pada dasarnya, orang-orang dari segala usia dan jenis kelamin berisiko mengalami ISK. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko ISK, seperti berikut:
- hubungan seksual yang intens atau berganti-ganti pasangan seks - diabetes - kebersihan area genitalia yang buruk - memiliki kateter kemih - inkontinensia usus - aliran urine tersumbat - batu ginjal - penggunaan beberapa jenis kontrasepsi - kehamilan - masa menopause - penggunaan spermisida dan tampon - penggunaan antibiotik yang dapat mengganggu flora alami pada usus dan saluran kemih
Ilustrasi. Sering buang air kecil merupakan salah satu gejala infeksi saluran kemih. (CNN Indonesia/Merry Wahyuningsih)
Gejala Infeksi Saluran Kemih
Gejala ISK muncul bergantung pada usia, jenis kelamin, keberadaan kateter, dan bagian saluran kemih yang terinfeksi. Namun, beberapa gejala umum ISK meliputi:
- sering buang air kecil - urine keruh, berdarah, berbau kuat - rasa sakit saat buang air kecil - mual dan muntah - sakit perut
Pada beberapa kasus, ISK pada kandung kemih dapat berlanjut menginfeksi ginjal yang dikenal dengan pielonefritis akut.
Orang dengan kondisi ini umumnya akan mengalami nyeri punggung bagian atas dan samping, demam tinggi, gemetar, kedinginan, kelelahan, dan perubahan mental. Kondisi ini harus segera ditangani oleh medis.
Pada kondisi lain seperti sistitis, orang akan mengalami demam dan kram pada perut dan punggung bagian bawah.
Sebagian besar kasus ISK masih bisa ditangani dengan baik. Namun, beberapa kasus dapat menyebabkan masalah serius terutama ISK yang menyerang bagian atas.
Infeksi ginjal yang berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen bahkan hingga mengancam jiwa. Ancaman tersebut muncul utamanya ketika bakteri memasuki aliran darah dalam kondisi yang dikenal sebagai septikemia.