Veganuary, Ajakan untuk Menjadi Vegan di Bulan Januari

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 18:23 WIB
Veganuary merupakan kampanye untuk mengajak masyarakat mulai menjalani pola makan berbasis nabati atau vegan di awal tahun. Ilustrasi. Veganuary merupakan kampanye untuk mengajak masyarakat mulai menjalani pola makan berbasis nabati atau vegan di awal tahun. (CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Januari adalah awal dari setiap tahun. Banyak hal yang bisa dilakukan atau dicoba di awal tahun, termasuk veganuary.

Veganuary merupakan kampanye untuk mengajak masyarakat mulai menjalani pola makan berbasis nabati atau vegan di awal tahun. Tujuannya adalah untuk menjadi seorang vegan di bulan Januari dan seterusnya.

Mengutip Today, kampanye ini diinisiasi pertama kali oleh salah satu organisasi nirlaba di Inggris pada 2014 lalu. Ajakan menjadi vegan di bulan Januari tersebut terus merebak ke negara-negara lain. Lebih dari 400 ribu orang di dunia mengambil langkah untuk menjadi vegan, dimulai dari Januari 2020 lalu.


Para pesohor yang diketahui mendukung kampanye Veganuary ini di antaranya Joaquin Phoenix, Alec Baldwin, dan musisi Paul McCartney.

Vegan sendiri merupakan pola makan berbasis nabati. Kelompok vegan umumnya menghilangkan kebiasaan konsumsi produk hewani termasuk daging, ikan, susu, telur, bahkan madu. Sebaliknya, kelompok vegan hanya mengonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Penelitian telah menemukan, pola makan vegan dapat membantu penurunan berat badan, meningkatkan kesehatan mental, dan berpotensi meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Banyak vegan juga mengikuti aturan tersebut karena kepeduliannya terhadap kesejahteraan hewan dan lingkungan.

Ahli gizi Madelyn Fernstrom mengatakan bahwa kampanye veganuary adalah sesuatu yang menarik. Hanya saja, dia berpendapat bahwa veganuary tak bisa menjadi tujuan realistis bagi kebanyakan orang.

"Meski menyehatkan, namun mereka yang tertarik tapi kurang mendapatkan informasi yang tepat bisa kekurangan nutrisi," kata Fernstrom.

Ilustrasi Sarapan SehatIlustrasi. (Jakub Kapusnak/FoodiesFeed)

Seseorang akan berisiko kekurangan vitamin B12 dan kalsium. Pola makan vegan yang ketat, lanjut Fernstrom, membutuhkan perencanaan yang tepat.

Pola makan vegan mungkin bisa jadi menyehatkan. Namun, Anda tak bisa begitu saja terjun dan langsung mengubah pola makan secara drastis. Anda bisa menjalaninya dengan cukup memberikan fleksibilitas untuk mengurangi asupan makanan berbasis hewani.

Alih-alih mengubah secara drastis, Anda bisa mencobanya perlahan dengan beberapa cara. Berikut beberapa modifikasi percobaan untuk menjadi vegan yang populer.

1. Mulai lah dengan konsep 'Senin tanpa daging'. Enyahkan makanan seperti daging merah dan ayam cukup pada hari Senin.
2. Pertimbangkan veganuary dengan cukup menghilangkan asupan daging, tapi tetap menyertakan telur dan produk susu lainnya.
3. Coba lah menjadi vegan tiga hari dalam sepekan. Sementara di hari lainnya, Anda bisa mengonsumsi makanan berbasis hewani seperti ikan, telur, dan produk susu. Atau, hentikan konsumsi daging merah dan fokus pada ikan.

Cara Agar Tidak Kekurangan Nutrisi

Vitamin B12 adalah salah satu kebutuhan yang kerap tak tercukupi pada banyak pola makan vegan. Vitamin B12 sendiri umumnya ditemukan dalam protein hewani.

"Terkadang, Anda akan membutuhkan suplemen. Jadi, tetap perhatikan kebutuhan Anda," kata Fernstrom. Anda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi jika ingin memulai pola makan vegan.

Hindari pula kesalahan memilih makanan. Jangan hanya memilih makanan hanya karena berbasis nabati, tapi perhatikan pula kandungan protein, serat, lemak sehat, vitamin, dan mineral di dalamnya.

Psikolog Ashley Gearhardt mengatakan, veganuary tetap layak dicoba bagi Anda yang ingin mencoba. Menurutnya, uji coba selama 30 hari dapat membantu mengubah perilaku orang.

Penelitian yang dilakukan Gearhardt menemukan, orang yang beralih ke pola makan yang lebih sehat, pada awalnya akan mengalami beberapa gejala psikis seperti penarikan diri, mudah tersinggung, mengidam, dan sakit kepala. Namun, gejala itu umumnya bakal menghilang dalam dua minggu.

"Mungkin perlu waktu bagi indera perasa Anda untuk menyesuaikan diri. Semakin lama dan konsisten Anda melakukannya, semakin mudah perubahan ini menjadi sebuah kebiasaan yang tidak terlalu sulit untuk dilakukan," kata Gearhardt.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK