7 Kesalahan Umum di Tahun Pertama Pernikahan

tim, CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 09:52 WIB
Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan di tahun pertama pernikahan. Cek dan coba evaluasi sebelum kesalahan itu mengacaukan kehidupan pernikahan Anda. Ilustrasi. Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan di tahun pertama pernikahan. (Takmeomeo/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah jadi raja dan ratu semalam, pasangan pengantin bersiap masuk ke kehidupan pernikahan yang sebenarnya.

Tahun pertama biasanya merupakan fase bulan madu. Hidup terasa menyenangkan, pasangan begitu romantis, pokoknya serba indah.

Akan tetapi, banyak pasangan tidak sadar memupuk bom waktu jika tidak menyadari tantangan dalam hidup berumah tangga.


Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan di tahun pertama pernikahan. Cek dan coba evaluasi sebelum kesalahan-kesalahannya mengacaukan kehidupan pernikahan Anda.

1. Kurang bisa memposisikan diri sebagai pasangan atau individu

Psikolog klinis, Paul DePompo mengatakan pasangan akan mulai terbiasa dengan kehidupan pernikahan di tahun pertama saat bisa menyeimbangkan peran.

Anda tetap seorang individu yang perlu waktu sendiri dan bersama dengan 'lingkaran' Anda.

Di sisi lain, ada kesempatan di mana Anda dan si dia tampil sebagai pasangan.

"Jadi diskusikan seperti apa keseimbangan itu dalam hal waktu bersama, terpisah, dan bersama orang lain. Tidak masuk akal untuk percaya bahwa Anda ingin bersama sepanjang waktu," kata DePompo, sebagaimana dilansir dari She Knows.

2. Berharap dia berubah

Janji pernikahan bukan mantra untuk mengubah seseorang. Sebagian orang mengira pernikahan akan membuat orang lebih bertanggung jawab, lebih tenang, juga perubahan-perubahan positif lain.

Kenyataannya, pernikahan hanya mengubah status di KTP.

"Jangan berharap pasangan Anda sekarang berbeda dari tahun lalu. Anda menikah dengan seseorang yang memiliki sejarah, kepribadian, dan pengalamannya sendiri," kata DePompo.

3. Bertengkar gara-gara hal kecil

Berdebat masalah handuk yang digeletakkan di kasur, menutup toples kurang rapat atau membiarkan remah-remah biskuit tidak membuat hubungan jadi sehat.

Kadang Anda perlu 'menggigit lidah' untuk beberapa hal. Jika tidak, bisa dipastikan energi Anda cepat terkuras karena berdebat.

Coba ubah jadi diskusi yang seimbang dan ada saling mendengarkan.

4. Tidak tahu cara bertengkar

Katanya bertengkar adalah bumbu pernikahan. Nyaris tidak mungkin sebuah pernikahan tidak ada pertengkaran sama sekali.

Namun, seringkali para pasangan tidak tahu caranya bertengkar.

"Bercakap-cakaplah dengan pasangan saat Anda tidak sedang sama-sama panas dan tanyakan padanya apa yang paling berguna bagi masing-masing pihak dan terapkan saat pertengkaran terjadi lagi," jelas Katie Leikam, terapis hubungan.

5. Tidak ada batasan yang jelas

Ibinye Osibodu-Onyali, terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan kesalahan umum pasangan yang sudah lama bersama adalah gagal menetapkan batasan.

Pasangan mengandalkan pengetahuan tentang satu sama lain untuk menjaga segala sesuatunya berjalan baik.

"Masalahnya adalah kebanyakan orang mengharapkan pernikahan mereka terlihat seperti pernikahan orang tua mereka," katanya.

Dia lanjut mengatakan, "Pertimbangkan untuk berdiskusi tanpa basa-basi tentang apa yang Anda dan pasangan pikirkan soal peran masing-masing."

6. Mencoba segera memiliki anak

Kehamilan memang yang didambakan sebagian besar pasangan di awal pernikahan. Terlebih buat perempuan, kehamilan di atas 30-35 tahun terbilang cukup berisiko.

Osibodu-Onyali menyarankan sebaiknya gunakan awal pernikahan sebagai waktu untuk beradaptasi dengan dinamika baru kehidupan.

Anak-anak, lanjut dia, bisa mengakibatkan stres, sulit tidur dan tantangan lain yang perlu diatasi oleh pasangan yang solid.

Perbanyak diskusi bersama pasangan perihal jumlah anak, kesuburan juga jeda memiliki anak kedua.

7. Melupakan hal kecil

Melihat mereka yang masih berpacaran selalu menimbulkan keinginan untuk kembali ke masa itu. Hidup dalam pernikahan kerap membuat orang kehilangan kebiasaan termasuk hal-hal manis yang dulu biasa dilakukan.

Sonya Schwartz, pakar relasi, menyebut perubahan-perubahan misal, tidak lagi menggoda, tidak lagi memuji, Anda hanya menerima si dia begitu saja bisa menimbulkan frustasi.

"Untuk bisa menghindari hal ini, teruskan beberapa kebiasaan selama pacaran, ucapkan pujian, berikan hadiah buat diri sendiri dan selalu berusaha membuat kejutan dengan sesuatu yang lucu," imbuhnya.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK