Cerita di Balik Sajian Kilat Burger dan Kentang Goreng McD

tim, CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 19:57 WIB
Meski telah tiada, pendiri McDonald's, Ray A. Kroc telah mewariskan budaya makanan cepat saji yang mendunia. Ilustrasi. Meski telah tiada, pendiri McDonald's, Ray A. Kroc telah mewariskan budaya makanan cepat saji yang mendunia. (Pixabay/skeeze)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tepat 37 tahun lalu, pendiri kerajaan bisnis makanan cepat saji McDonald's, Ray A. Kroc meninggal dunia pada 14 Januari 1984. Kroc berpulang di usia 81 tahun akibat penyakit jantung.

Meski telah tiada, Kroc telah mewariskan budaya makanan cepat saji lewat sajian hamburger dan kentang goreng di seluruh dunia.

Sebagaimana dilansir NY Times, Kroc memulai restoran McDonald's pertamanya di Chicago pada 1955. Dari Chicago, kini restoran berlogo huruf 'M' ini telah berjaya di 31 negara.


Akan tetapi, Kroc sebenarnya bukanlah orang yang memulai bisnis ini. Adalah McDonald bersaudara, Dick dan Mac, terjun ke bisnis kuliner dengan berjualan hot dog pada 1937.

Dari lapak hot dog, berubah jadi roti isi iga barbecue, baru kemudian keduanya menyulap menu dagangan menjadi hamburger dan milkshake pada 1948.

Selain hamburger dan milkshake, restoran ini juga menyajikan cheeseburger, minuman soda, susu, kopi, keripik kentang dan kue pai.

Menu andalan mereka kala itu adalah hamburger seharga 15 sen. Dikutip dari The Street, dua bersaudara ini menciptakan model layanan makanan cepat saji modern.

Kemudian, berdasarkan laman resmi McDonald's, mereka bertemu dengan Kroc berkat Multimixer, sebuah alat pembuat milkshake otomatis.

Bermula dari pemasok alat pembuat milkshake, Kroc lantas merambah sebagai agen waralaba restoran pada 1955. Restoran pertamanya buka di dekat Sungai Mississippi.

Di tangan Kroc, sistem restoran dibangun dengan konsep makanan kualitas tinggi dan metode penyiapan secara seragam serta konsisten.

Ia ingin sajian burger, kentang goreng dan minuman yang rasanya sama baik saat disantap di Alaska maupun Alabama.

Kini, selama lebih dari 60 tahun restoran cepat saji tersebut berhasil menancapkan diri sebagai jaringan restoran terbesar. Menu-menunya jelas banyak mengalami perubahan.

Sebagaimana dilansir dari Business Insider, restoran hanya menyajikan 9 jenis menu pada 1948. Menu-menu ini seperti hamburger, cheeseburger, keripik kentang , susu, root beer, orangeade, kola, kopi dan milkshake.

Dan pada 1949, menu kentang goreng baru hadir untuk menggantikan keripik kentang.

Dari menu sederhana tersebut, kemudian berkembang jadi ratusan menu. Pada 2013, tercatat sudah ada 145 menu. 

Untuk urusan burger, hamburger tetap jadi favorit hingga kini. Pada perkembangannya, restoran memperkenalkan kreasi burger lain seperti Filet-O-Fish (1962), Big Mac (1967) dan Double Big Mac sesaat sebelum ada pandemi.

Ini baru menu-menu umum yang bisa Anda temui di manapun. Ada pula menu ikonik yang seolah jadi identitas di mana restoran 'berpijak'.

Dikutip dari Love Food, India memiliki McSpicy Paneer yang menggunakan paneer sebagai campuran olahan daging.

Thailand mempunyai Corn Pie yang manis, asin, gurih jadi satu. Tak disangka, Corn Pie disukai orang Korea yang berkunjung ke Thailand dan perlahan menu tersebut juga tersedia di Negeri Gingseng itu.

Sedangkan di Malaysia, Anda akan menemukan Mango McFlurry yakni kombinasi manis mangga dan potongan Oreo bercampur es krim vanila.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK