Kisah Noldy Topan, Rawat sampai Jual Tanaman Hias Miliaran

tim, CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 18:03 WIB
Noldy Topan menekuni dunia tanaman hias sejak dua dekade silam. Kini, tak hanya sebagai pegiat ia juga berhasil mengumpulkan untung hingga miliaran rupiah. Noldy Topan menekuni dunia tanaman hias sejak dua dekade silam. (dok: Instagram @noldy.topan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat semua orang bangun tidur terus mandi, Noldy Topan punya ritual berbeda. Bangun tidur terus ke green house.

Pegiat tanaman hias ini memang setiap hari mengunjungi green house di area nursery miliknya, PT Duta Hijau Abadi, di kawasan Karawaci, Tangerang. Maklum, nursery miliknya hanya berjarak 20 meter dari rumah.

"Pokoknya ke green house itu sebangunnya, mau jam 02.00 atau jam 03.00 pagi. Wah, biasanya sampai lupa waktu apalagi kalau sudah bongkar media, motong-motong," ujar Noldy bersemangat saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (26/1) lalu.


Meski tanaman hias sedang memperoleh popularitas berkat pandemi, Noldy jelas bukan 'pemain baru'. Ia sudah akrab dengan tanaman hias sejak dua dekade lalu. Kecintaannya terhadap tanaman hias muncul karena kedua orangtuanya.

Bahkan, saat kepindahannya dari Palu, Sulawesi Tengah ke ibukota pada 2000 silam tak membuatnya serta merta terpisah dari urusan tanaman hias.

Orangtuanya pun kerap meminta dirinya untuk terus 'berburu' beberapa jenis tanaman hias baik sebagai koleksi maupun memenuhi permintaan sesama pecinta tanaman hias.

"Dari situ dapet macam-macam tanaman hias. Melewati musim tanaman hias dari Philodendron ke Euphorbia, lalu ada Aglaonema, Anthurium, saya ngikutin terus, makanya tahu. Waktu itu sama kayak sekarang, banyak orang ramai pesan," katanya.

Dulu, ia hanya modal rumah kontrakan. Namun kini, ia bisa memiliki nursery sendiri seluas 2.000 meter persegi dengan beragam koleksi tanaman hias.

Kelihaiannya memahami seluk beluk tanaman hias membuat harga tanaman hias seolah bisa disetel alias diatur di tangannya.

Noldy biasanya akan meriset nursery-nursery tanaman hias besar di Amerika Serikat juga Thailand. Dari sana, ia mendapatkan informasi tren tanaman hias secara global dan harganya di pasaran.

[Gambas:Instagram]



Modal informasi itu lantas ia gunakan untuk mulai berburu dan mengumpulkan tanaman hias jenis tertentu sesuai tren.

"Dulu jaman Sansevieria, saya prediksi bakal naik. Baru deh banyakin, kumpulin, baru ramai. Beberapa tanaman hias lain juga gitu. Sebelum orang ramai-ramai cari, kami kumpulin duluan. Pada 2017, saya beli [Philodendron] melanochrysum, borong 200 pohon harganya cuma Rp15ribu [per pohon]. Sekarang ini yang besar Rp2-3juta," ungkap Noldy.

Terjun sekian tahun di dunia tanaman hias membuatnya juga 'khatam' dengan lokasi-lokasi perburuan. Petualangan mengumpulkan tanaman hias pun menghantarkannya ke berbagai pelosok Nusantara.

Untuk luar negeri, Noldy mengungkapkan bahwa ia banyak mengambil dari Thailand, negara yang dikenal sebagai sentranya tanaman hias dunia.

Jual tanaman hias hingga miliaran rupiah

Dari ragam koleksi tanaman hias yang dimiliki, Noldy tidak hanya memuaskan hasrat dan kecintaannya pada tanaman hias. Ia juga berhasil mengumpulkan pundi-pundi bahkan mencapai miliaran rupiah.

Sebut saja Monstera white mint, yang saat ini sedang naik daun, pernah dilepas dengan harga Rp125 juta. Noldy meyakini hanya beberapa orang yang memiliki spesies ini dan dirinya pun memang sedang mengembangkan tanaman hias tersebut.

Kemudian ada Philodendron billietiae variegata yang dibanderol dengan harga Rp450 juta.

"Karena variegata, jadi harganya berkali-kali lipat dari yang biasa. Kalau yang normal Rp15 juta," katanya.

[Gambas:Instagram]



Keindahan tanaman hias pun sampai membuat orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi memilikinya. Menurut pengakuan Noldy, pernah ada yang belanja tanaman hias hingga Rp2 miliar dalam setahun terakhir ini.

Noldy mengungkapkan bahwa sang pembeli tersebut memborong beberapa jenis tanaman 'sultan' termasuk Monstera dan Philodendron.

Suka Duka Noldy Topan Rawat Tanaman Hias

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK