Jakarta, CNN Indonesia -- Chinatown atau pecinan di Indonesia bukan hanya Petak Sembilan di Glodok, Jakarta. Selain Petak Sembilan, pecinan banyak tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Setiap pecinan menawarkan keunikannya masing-masing. Masyarakat Tionghoa ini bercampur baur dengan kota setempat.
Menjelajahi kawasan pecinan ini seolah membawa kita kembali bernostalgia. Banyak dari kawasan pecinan ini masih mempertahankan bangunan, kelenteng, budaya, dan kuliner leluhur mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut pecinan di Indonesia selain Petak Sembilan:
1. Singkawang, Kalimantan Barat
Bicara pecinan di Indonesia tak lengkap tanpa Singkawang. Singkawang merupakan salah satu pecinan terbesar di Indonesia. Rumah-rumah dan kelenteng masih dipertahankan di tempat ini. Tak salah jika kota ini dijuluki Kota Seribu Kelenteng.
Tiap sudut kota Singkawang kental dengan budaya China. Singkawang semakin ramai saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh tiba.
 Kawasan pecinan di Singkawang, Kalimantan Barat. (iStockphoto/ajriya) |
2. Kauman, Semarang
Wilayah Kauman jadi pemukiman orang Tionghoa di Semarang. Kawasan ini identik dengan bangunan-bangunan tua.
Kini, Kauman ramai disinggahi di malam hari karena banyak jajanan yang dijual di Pasar Malam Semawis.
Kauman bakal semakin semarak saat perayaan Imlek tiba. Ornamen Imlek hingga pertunjukan barongsai bakal mewarnai malam di Kauman.
 Pasar Imlek Semawis. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
3. Kampung Sudiroprajan, Solo
Klenteng Tien Kok Sie yang dibangun sejak 1754 masih berdiri di Sudiroprajan, Solo. Di sini, pelancong bisa melihat bagaimana masyarakat Tionghoa hidup berdampingan dengan orang Jawa.
Menjelang Imlek, kampung Sudiroprajan sibuk menggelar grebeg sudiro.
Dalam hajatan ini, akan diperebutkan hasil bumi yang yang berbentuk gunungan. Ada makanan khas Tionghoa seperti kue keranjang dan bakpia mbalong.
4. Kya-Kya, Surabaya
Kya-Kya merupakan kawasan pecinan yang terletak di sepanjang jalan Kembang Jepun, Surabaya. Kya-Kya berasal dari bahasa Hokkian yang berarti jalan-jalan.
Di Kya-Kya berdiri Kelenteng Hok An King, satu-satunya kelenteng Dewa Makco di Surabaya.
Bangunan-bangunan tua beserta ornamen khas China membuat pecinan ini semakin semarak. Sebagian bagunan, seperti Rumah Abu Keluarga Han juga sudah menjadi cagar budaya.
Anda juga bisa bisa berwisata kuliner mencicipi makanan khas Tionghoa maupun khas Surabaya di pecinan ini.
 Pecinan Kya-kya. (iStockphoto/gionnixxx) |
[Gambas:Video CNN]
8 Pecinan di Indonesia selain Petak Sembilan Glodok
Foto sebelum pandemi. Suasana Petak Sembilan, kawasan pecinan legendaris di Glodok, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
5. Kesawan Square, Medan
Di Sumatera, pecinan yang masih hidup bisa dijumpai di Medan.
Bangunan-bangunan kuno yang bersejarah memenuhi pecinan di Kesawan Square ini. Para pelancong bisa memburu kuliner peranakan China dan jajanan lokal di kawasan pecinan ini.
Kawasan pecinan ini juga ramah bagi muslim. Penjual makanan sudah menandai makanan mereka dengan warna biru untuk makanan halal dan warna merah untuk makanan non halal.
6. Pecinan Bandung
Kawasan pecinan Bandung kini terbagi menjadi tiga wilayah yakni Jalan Pecinan Lama, Jalan Kebonjati, dan Jalan Gardujati. Bangunan-bangunan kuno masih bisa dijumpai di kawasan ini.
Di kawasan ini, Anda bisa berwisata kuliner peranakan hingga berbelanja di Pasar Baru.
Beberapa rekomendasi makanan yang bisa dicoba di Pecinan Bandung adalah Nasi Campur 88, Soto Pak Simon, dan Samcan Goreng Epenk.
7. Bukit Nagoya, Batam
Komunitas Tionghoa tersentralisasi di Bukit Nagoya atau Nagoya Hill, Batam.
Bangunan tua masih berdiri di lokasi yang kini menjadi pusat perbelanjaan itu. Sejumlah kelenteng juga masih digunakan hingga saat ini.
Beragam kuliner yang menggugah selera juga tersaji di Bukit Nagoya.
8. Pecinan Magelang
Di Magelang, kawasan pecinan terletak di Jalan Pemuda. Bangunan-bangunan tua seperti Kelenteng Magelang dan sejumlah museum berada tak jauh dari kawasan ini.
Berbagai kuliner peranakan serta khas Jawa juga bisa dinikmati di pecinan ini.
Anda bisa mengunjungi kawasan pecinan di Indonesia ini kapan saja. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. serta menjauhi kerumunan.