Memecahkan Mitos Diet: Cheating Day sampai Tak Makan Malam

tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 06:49 WIB
Menurunkan berat badan bukan soal mengurangi atau melewatkan waktu makan. Ada beberapa mitos diet yang terus berkembang dan masih dipercayai banyak orang. Menurunkan berat badan bukan soal mengurangi atau melewatkan waktu makan. Ada beberapa mitos diet yang terus berkembang dan masih dipercayai banyak orang. ( Istockphoto/Morozov_photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menurunkan berat badan bukan soal mengurangi atau melewatkan waktu makan. Ada beberapa mitos diet yang terus berkembang dan masih dipercayai banyak orang.

"Pola makan harus benar-benar dijaga bukan mengurangi frekuensi makan, tetapi makan teratur. Makan utama tetap tiga kali. Untuk asupan nasi, karbohidrat bisa diganti dengan jenis lain misalnya karbohidrat kompleks semisal kentang, jagung," ujar dokter gizi klinik di Rumah Sakit Hermina Galaxy, Cut Hafiah dikutip dari Antara.

Hafiah mengungkapkan, saat ini ada berbagai mitos di masyarakat terkait program penurunan berat badan, salah satunya cheating day atau membebaskan diri mengonsumsi makanan apa saja. Bertentangan dengan mitos ini, Hafiah tidak menyarankan cheating apalagi di bulan-bulan awal menerapkan program diet.


"Cheating saat diet bukan tidak diperbolehkan tetapi pada saat bulan pertama hingga bulan ketiga metabolisme tubuh sedang baik-baiknya, jadi cheating tidak disarankan pada bulan awal," ucapnya.

Pada pasien yang memiliki berat badannya lebih dari 100 kg, sudah terpola makan tinggi lemak, karbohidrat dan belum menerapkan pola makan sehat secara teratur,cheating justru menyebabkan berat badan tidak akan turun.

Anda tetap harus makan tiga kali sehari (makan berat) ditambah mengonsumsi camilan. Hafiah merekomendasikan rentang waktu sarapan pukul 06.00-08.00, lalu makan siang pukul 11.00-13.00 dan makan malam pukul 18.00-20.00 (asupan makanan perlu didiskusikan dengan dokter gizi).

Aturan makan malam ini menjadi bantahan mitos yang menyebutkan melewatkan makan malam karena bisa menyebabkan tubuh gemuk.

Hanya saja, Anda juga perlu mengatur snack yang disantap saat snacking. Dia mencontohkan, apabila makan malam jam 8 malam dengan martabak atau makan tinggi karbohidrat pasti berat badan meningkat. "Lalu jam 9 malam sudah tidur, pasti ada penumpukan makanan di perut," kata dia.

Di sisi lain, rentang waktu makan menjadi rekomendasi untuk membiasakan Anda menyantap camilan untuk membiasakan makan sedikit tetapi sering. Waktu snacking yang disarankan pukul 10.00 dan 15.00 atau di kedua waktu.

Melewatkan waktu snacking justru berdampak pada berat badan tak turun karena rasa lapar akan meningkat. Hal ini bakal menyebabkan jumlah makanan dan kalori yang dikonsumsi akan lebih banyak.

Dia juga tak menyarankan Anda mengurangi kalori berlebihan karena justru menyebabkan tubuh lemas dan terganggunya konsentrasi.

Selain snacking, diet juga tak melulu pola makan. Anda juga disarankan melakukan olahraga minimal 3-5 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit atau lebih dari itu apabila Anda sudah terbiasa.

"Misal jalan 50 menit per hari akan ditingkatkan dan dimodifikasi. Olahraga ini personalized karena tergantung berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan atau riwayat penyakit atau cedera," ujarnya.

Presenter Indy Barends, salah satu sosok yang menerapkan pola makan sesuai waktu, teratur (pagi, siang dan malam) ditambah olahraga rutin. Dia yang pada Oktober lalu memiliki bobot tubuh 58 kg sekarang menjadi 56 kg.

"Aku 58 kg waktu Oktober, yang mesti dilakukan maintain (berat badan). Pilah (makanan) mana yang bisa dikonsumsi, makan di jam tepat, jalan 45 menit. Pola makan benar, tetap harus makan (pagi, siang dan malam), sekarang jadi 56 kg," tutur Indy.

Menurut Hafiah yang mengawasi pola makan Indy, sebenarnya memiliki indeks massa tubuh yang normal sehingga yang  perlu dia lakukan adalah menjaga pola makan demi mencegah bertambahnya berat badan.

Selain Indy, beberapa selebriti lainnya seperti Rina Gunawan, Ricky Cuaca, Tya Ariestya, sampai Melly Goeslaw juga berhasil menurunkan berat badan mereka sampai puluhan kilo. 

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK