Preeklampsia dan Eklampsia, Penyebab Kematian Bumil Nomor 1

tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 06:02 WIB
Preeklampsia dan eklampsia berisiko meningkatkan risiko kematian sebesar 27,1 persen dan menjadi penyebab kematian nomor satu para ibu hamil di Indonesia. Preeklampsia dan eklampsia berisiko meningkatkan risiko kematian sebesar 27,1 persen dan menjadi penyebab kematian nomor satu para ibu hamil di Indonesia. ( Istockphoto/ Kjekol)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bukan hanya masalah ngidam, berat badan bertambah, kaki bengkak, dan sering kencing saja yang sering dialami ibu hamil. Beberapa ibu hamil ternyata juga berisiko mengalami preeklampsia dan eklampsia.

Kedua gangguan kehamilan ini berisiko meningkatkan risiko kematian sebesar 27,1 persen. Gangguan ini menjadi penyebab kematian nomor satu para ibu hamil di Indonesia.

Hanya saja apa beda antara preeklampsia dan eklampsia?


Preeklampsia

Preeklampsia adalah kelainan pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan banyak protein dalam urine pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Ketika bumil mengalami preeklampsia maka ada beberapa dampak yang mungkin muncul.

- Sindrom HELLP

Merupakan keadaan lanjut dan berat dari preeklampsia ditandai dengan hemolisis (pecahnya sel darah merah),elevated liver enzyme(peningkatan enzim transaminase) dan low platelet (rendahnya trombosit).

"Keadaan ini mengancam nyawa karena sudah mengganggu fungsi darah dan merusak organ hati," ungkap Ilham Utama Surya, dokter dan staf medis Women Health Service RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.

- Eklampsia

kejang pada kehamilan yang ditandai peningkatan tekanan darah. Adalah bentuk berbahaya dari preeklampsia yang mengancam nyawa.

- Solusio plasentae

Adalah lepasnya plasenta dari tempat implantasi. Hal ini berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin.

- Edema paru

Pemberat pada pernapasan yang ditandai dengan tertimbunnya cairan di paru.

- Gangguan penglihatan

Preeklampsia dapat mengakibatkan gangguan penglihatan karena mempengaruhi pembuluh darah di mata.

- Janin

Pada janin dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin dalam rahim hingga kematian. "Dapat juga mengakibatkan bayi prematur karena tatalaksana preeklampsia adalah melahirkan plasenta.

Close-up of pregnant woman relaxing and sitting on the side on the sofa. Holding a hands on the tummy.Foto: Istockphoto/ Srisakorn
ibu hamil

Eklampsia dan kehamilan

Sedangkan eklampsia adalah kejang pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah awitan baru.

Sekalipun kejang, namun eklampsia berbeda dengan epilepsi. Epilepsi dan eklampsia memiliki perbedaan. Epilepsi dapat terjadi seumur hidup tanpa kehamilan, sedangkan eklampsia terjadi pada saat kehamilan dan masa nifas.

Dokumentasi mengenai kejang pada kehamilan ini sudah ada dari jaman Mesir, Yunani, dan India. Pada tahun 1668 Francois Mauriceau yang memperkenalkan istilah eklampsia untuk memperkenalkan kelainan pada kehamilan dan masa nifas yang berakibat kejang. Terakhir, adalah Boissier de Sauvages pada abad ke -18 yang membedakan eklampsia dengan epilepsi.

KLIK DI SINI UNTUK ARTIKEL SELANJUTNYA

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK