Diet 2 Bulan Turun 10 Kg, Waspada Sindrom Yoyo

tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2021 12:05 WIB
Ahli gizi mengkhawatirkan diet ekstrem yang membuat turun 10 kilogram dalam dua bulan dapat menimbulkan sindrom yoyo kala tidak diimbangi dengan konsistensi. Ilustrasi. Ahli gizi mengkhawatirkan diet ekstrem bisa menimbulkan menjadi sindrom yoyo kala tidak diimbangi dengan konsistensi. (Gadini/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perempuan asal Australia, Lily Turton mampu menjalani diet menurunkan berat badan hingga 10 kilogram dalam 2 bulan. Menu-menu makanan yang ia konsumsi tidak jauh dari buah-buahan dan sayuran.

Kendati demikian, ia masih bisa memuaskan hasrat akan makanan manis dan mengonsumsi dark chocolate.

Melihat diet yang dijalani Turton tersebut, ahli gizi sekaligus Guru Besar Pangan dan Gizi IPB Ali Khomsan khawatir akan konsistensi diet setelah terjadi penurunan berat badan cukup signifikan.


"Kalau tidak bisa mempertahankan (diet) terjadi sindrom yoyo atau yoyo syndrome. Sekarang turun 10 kilogram, bulan depan naik, lalu bulan depannya turun lagi. Dia jadi enggak konsisten dengan diet yang sangat ketat tadi," jelas Ali pada CNNIndonesia.com, Selasa (16/2).

Dia menambahkan, "Tapi kalau dia enggak kelaparan dan nyaman, maka konsistensi diet akan bisa dipertahankan jangka panjang."

Ali kemudian memaparkan bahwa menurut anjuran gizi kesehatan, penurunan berat badan ideal yang ideal yakni sebanyak 2 kilogram dalam kurun waktu satu bulan. Artinya ada penurunan berat badan sebanyak 0,5 kilogram per minggu secara konsisten.

Untuk mencapai penurunan berat badan ideal, perlu dilakukan secara bertahap dengan mengurangi asupan kalori setara 500 kalori per hari. Ali mengatakan bahwa pemangkasan kalori biasanya difokuskan pada karbohidrat dan lemak.

"Diet yang ekstrem tadi mungkin mengurangi lebih dari 500 kalori per hari, makan buah dan sayur. Kalau terjadi pemangkasan 1.000 kalori per hari, bisa turun 4-5 kilogram per bulan," katanya.

Akan tetapi, penganut diet ekstrem bakal menemui tantangan untuk mempertahankan diet hingga jadi kebiasaan. Jika diet dilakukan bertahap, seperti pengurangan 500 kalori tadi, tubuh tidak akan terlalu kelaparan dan tetap nyaman.

Kemudian, keberhasilan diet Turton didukung usianya yang masih belia. Metabolisme di usia 18 tahun jelas bakal berbeda dengan usia 30 tahun atau di atasnya.

"Metabolisme lambat sehingga akhirnya makanan itu dicerna tdak optimal, lemak gampang menumpuk. Kalau kita perhatikan orang yang mengalami kegemukan kebanyakan usia 40, 50. Mereka lebih mudah gemuk. Makan sebenarnya sama saja tapi metabolisme lambat," imbuhnya.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK