Mengenal Thalassophobia yang Dialami Dian Pelangi saat Banjir

tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 14:58 WIB
Desainer Dian Pelangi menjadi salah satu korban banjir di Jakarta pada Sabtu (20/2) kemarin, dan mengaku mengalami thalassophobia. Desainer Dian Pelangi menjadi salah satu korban banjir di Jakarta pada Sabtu (20/2) kemarin. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Desainer Dian Pelangi menjadi salah satu korban banjir di Jakarta pada Sabtu (20/2) kemarin.

Lewat serangkaian unggahan di Instagram Story, Dian membagikan momen dia dan keluarga menerjang banjir di rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

"Nungguin perahu enggak dateng-dateng, akhirnya nekat ke jalan raya sendiri. Mobil sudah di jalan raya, langsung ngungsi ke rumah abang," tulisnya dalam keterangan sebuah video yang diunggah Sabtu sore.


Dalam unggahan berikutnya, Dian mengungkap bahwa dirinya memiliki thalassophobia.

"Bundi [panggilan Dian] heboh thalassophobia," tulisnya sembari membubuhkan emoji menangis.

Apa itu thalassophobia?

Thalassophobia merupakan rasa takut pada perairan dalam dan besar.

Sebagaimana dilansir dari Medical News Today, penderita thalassophobia mungkin takut akan luas atau kekosongan lautan, makhluk laut di dalam air, atau keduanya.

Thalassophobia berbeda dengan aquaphobia, yaitu ketakutan akan air itu sendiri. Aquaphobia dapat mencakup rasa takut berada di pusaran air mana pun, termasuk yang kecil.

Tanda-tanda thalassophobia

Seseorang dengan thalassophobia mungkin takut pada:

-berada di dekat laut
-pergi ke laut
-mengunjungi pantai
-bepergian dengan perahu

Dalam kasus yang parah, gejala dapat dipicu oleh gambar atau pikiran laut atau perairan dalam lainnya.

Kecemasan yang disebabkan thalassophobia mengaktifkan respons "lawan, lari, atau diam", yang merupakan cara tubuh bersiap menghadapi bahaya. Ini menghasilkan gejala fisik, seperti berkeringat, pernapasan lebih cepat, dan detak jantung meningkat.

Dalam kasus yang lebih parah, respons ini meningkat menjadi serangan panik, yang dapat menyebabkan:

- pusing
- pernapasan cepat, atau hiperventilasi
- gemetar
- berkeringat
- perasaan tersedak
- mual, dengan atau tanpa muntah

Selama serangan panik, seseorang mungkin merasa seolah-olah akan pingsan, kehilangan kendali, atau mungkin mati rasa. Meski bisa terasa sangat serius, serangan panik ini tidak berbahaya bagi dirinya.

Penyebab thalassophobia

Terkadang, seseorang mengembangkan fobia setelah peristiwa traumatis. Trauma adalah respons terhadap stres ekstrem, yang mungkin berasal dari:

- pengalaman langsung dari sesuatu yang berbahaya atau menyedihkan
- menyaksikan sesuatu yang traumatis terjadi pada orang lain
- transmisi informasi, seperti liputan berita atau film
- mengalami serangan panik yang tidak terduga, yang dapat menyebabkan ketakutan akan situasi atau lokasi di mana serangan itu terjadi.

Orang dengan thalassophobia mungkin memiliki pengalaman awal yang negatif dengan laut atau merasa tidak aman saat belajar berenang. Atau, mereka juga mungkin menjadi takut laut setelah melihat liputan berita tentang suatu peristiwa seperti serangan hiu atau tsunami.

Sangat umum bagi orang untuk tidak mengingat peristiwa tertentu yang memicu fobia mereka.

Fobia spesifik, seperti thalassophobia, sering berkembang pada masa kanak-kanak, sehingga sulit untuk mengingat penyebab awalnya. Namun, orang juga bisa mengembangkan fobia saat dewasa.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK