Usir Bosan Pandemi, Penduduk Kazakhstan Wisata di Gletser

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 11:30 WIB
Gletser di pegunungan Tian Shan penjadi spot wisata favorit penduduk Kazakhstan untuk mengusir bosan di tengah pandemi. Gletser di pegunungan Tian Shan penjadi spot wisata favorit penduduk Kazakhstan untuk mengusir bosan di tengah pandemi. (REUTERS/PAVEL MIKHEYEV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Karena tak bisa bepergian ke luar negeri karena pandemi virus Corona, akhirnya penduduk Kazakhstan berbondong-bondong menyambangi gletser yang menyuguhkan pemandangan luar biasa di pegunungan Tian Shan di dekat kota terbesar di negara mereka, Almaty.

"Jumlah wisatawan tahun lalu beberapa kali lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama wisatawan lokal," kata pemandu gunung Mikhail Kamirasov.

"Orang tidak bisa pergi ke luar negeri sekarang dan mereka sudah mulai mengunjungi pegunungan. Tempat ini benar-benar menjadi situs ziarah sekarang. "


Kamirasov membawa pengunjung ke gletser Bogdanovich 3.500 meter di atas permukaan laut yang memiliki formasi berbentuk mangkuk.

Lanskap gletser tersebut sering menjadi incaran turis penggemar fotografi untuk menghasilkan foto bak di dunia fantasi.

"Selama orang tidak meninggalkan sampah dan menggunakan pemandu yang tepat yang menjaga alam, seharusnya tidak ada efek negatif (pada gletser)," katanya.

Tetapi pakar keamanan mengatakan beberapa turis mencoba menghemat uang dan pergi tanpa pemandu.

"Jumlah kedatangan turis yang tinggi memengaruhi keselamatan mereka sendiri, karena orang-orang yang sama sekali tak punya persiapan mulai pergi ke pegunungan sekarang," kata Viktor Blagoveshchensky, kepala peneliti di Institute of Geography and Water Safety.

Kamirasov mengatakan beberapa area di gletser hanya aman di musim dingin.

"Saat musim dingin dan aman untuk dipijak, seseorang dapat turun ke sini dan mengambil gambar," katanya, berdiri di lorong sempit menuju gua yang dapat diakses untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.

"Tapi begitu musim semi dimulai, tempat ini harus dihindari karena gletser bergerak dan (dinding lorong) bisa runtuh."

Ukuran gletser di sini tercatat telah menyusut akibat pemanasan global.

Kamirasov mengatakan titik terendahnya telah mundur sekitar 1,5 km sejak dia pertama kali mengunjunginya sekitar 30 tahun yang lalu.

Saat gletser mencair, mereka meninggalkan danau yang dapat meluap dan menyebabkan tanah longsor, bahaya besar bagi warga kota Almaty.

Namun untuk saat ini, penduduk kota masih senang mengunjungi gletser.

"Saya terkejut dengan banyaknya tempat baru dan indah yang saya temukan selama pandemi," kata seorang turis lokal bernama Gulzhan.

(REUTERS/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK