Cara Memilih, Menyimpan, dan Memasak Kol agar Nutrisi Terjaga

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 07:00 WIB
Selain rasanya yang nikmat, kol juga mengandung nilai gizi yang tinggi. Berikut cara memilih, menyimpan, dan memasak kol agar mendapatkan nutrisi yang optimal. Selain rasanya yang nikmat, kol juga mengandung nilai gizi yang tinggi. (iStockphoto/Amarita)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kubis atau kol merupakan salah satu sayuran yang disukai di Indonesia. Selain rasanya yang nikmat, kol juga mengandung nilai gizi yang tinggi. Berikut cara memilih, menyimpan, dan memasak kol agar mendapatkan nutrisi yang optimal.

Kubis merupakan tumbuhan yang termasuk dalam genus Brassica. Kubis juga terdiri dari berbagai warna mulai merah, ungu, putih, dan hijau serta bentuk daun yang berkerut dan halus.

Kol merupakan sayuran yang rendah kalori dan kaya mikronutrien. Dikutip dari Healthline, kubis menjadi sumber vitamin A, vitamin B6, folat, zat besi, dan riboflavin.


Untuk mendapatkan nutrisi ini, kol harus dipilih, disimpan, dan dimasak dengan baik.

Berikut cara memilih kol yang baik:

Pilih kol yang masih keras atau masih dalam keadaan bulat dengan daun yang rapat.

Hindari memilih kol yang sudah layu karena berarti sebagian nutrisinya sudah hilang atau rusak. Jika bagian daun terluar tampak rusak, buang bagian tersebut dan pilih bagian yang masih baik.

Perhatikan juga perubahan warna pada kol. Perubahan warna juga berarti kandungan nutrisinya ikut berubah.

Berikut cara menyimpan kol yang tepat:

Dikutip dari The Washington Post, kubis bisa bertahan di lemari es selama beberapa minggu. Namun, jika ingin memakan mentah, sebaiknya simpan dalam beberapa hari saja.

Sebelum diolah, buang daun terluar yang rusak atau layu. Cuci dengan bersih untuk menghilangkan kotoran di antara daun. Pastikan kol telah bersih sebelum dikonsumsi.

Berikut cara memasak kol:

Kol bisa dimakan mentah menjadi lalapan atau salad. Kol juga bisa diolah melalui proses memasak.

Kol bisa direbus agar tekstur daun menjadi layu. Kol juga bisa menjadi luaran atau kulit siomay lalu dikukus.

Pilihan lain adalah memanggang kol untuk mendapatkan aroma yang khas. Kol juga bisa digoreng. Namun, kol goreng akan kehilangan banyak nutrisi.

"Saya mengerti, kol yang digoreng enak. Tetapi, sayuran yang digoreng jelek, ya, bagaimana pun tetap jelek," kata dokter spesialis gizi klinis, Maya Surjadjaja beberapa waktu lalu.

Untuk mendapatkan nutrisi yang semakin kaya, kubis bisa difermentasi menjadi kimchi atau makanan yang populer dari Korea Selatan.

(ptj/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK