Bahaya Tak Makan Sayur Saat Diet Menurunkan Berat Badan
Jenis sayuran apa yang baik?
Menurut Fiastuti, tidak ada sayuran yang sempurna, karena sayuran saling melengkapi dengan kandungannya yang bermacam-macam.
"Jadi kalau kita makan sayuran sebaiknya bervariasi supaya mendapat beta karoten di wortel, kemudian sayuran lain yang memiliki serat tinggi, sehingga saling melengkapi. Jangan satu macam yang itu-itu saja," ungkapnya.
Menurut dia, per gram sayuran memiliki kalori yang lebih kecil dibandingkan per gram tepung, gula, atau lemak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Otomatis, orang ketika menurunkan berat badan dianjurkan makan sayuran yang banyak. Tujuannya supaya dia kenyang dengan kalori kecil," katanya.
Ikamenambahkan, dalam 100 gram buah memiliki kalori 50 kkal, sementara 100 gram sayuran mengandung 0-25 kkal.
Beberapa jenis sayuran tertentu pun bisa dimakan sepuasnya karena kalorinya bisa diabaikan. Misalnya, tomat, mentimun, selada, dan oyong.
"Tapi tanpa tambahan lainnya, misalnya mayonaise, olive oil, atau dressing salad. Akan tetapi intinya harus imbang juga antara sayur dan buah."
Tips diet selain memenuhi konsumsi sayuran
Selain anjuran memenuhi asupan sayuran, Fiastuti juga menyarankan untuk mengurangi serta menghindari makanan yang padat kalori, lemak, serta gula.
"Padat kalori itu kalorinya besar tapi tidak membuat kenyang, jadi ingin makan lagi," katanya
Ketika menjalankan diet, dia mengingatkan untuk banyak mengonsumsi sayuran, buah, kemudian karbohidrat secukupnya, serta protein untuk membantu otot bekerja dengan baik.
"Kenapa harus makan sayur dan buah? karena mereka sumber mineral terbaik. Dan konsumsi lemak boleh tapi jangan terlalu banyak lemak jenuh," katanya.
Tak lupa, dia juga menyarankan untuk menyeimbangkannya dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Menambahkan Fiastuti, Ika juga mengungkapkan bahwa diet haruslah dijalankan dengan sehat dan seimbang. Antara sehat dan seimbang, keduanya punya pengertian yang berbeda.
Diet tak sehat, lebih mengarah ke menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain akibat diet.
"misalnya kaya menurunkan berat badan dengan makan 1 kali sehari tapi karena salah prosedur malah jadi sakit maag atau Gerd."
Sedangkan diet tak seimbang lebih dilihat dari sisi gizi dalam tubuh.
"Misalnya tidak makan sayur, tidak makan karbohidrat sama sekali. Padahal harusnya diganti atau substitusi dengan yang lain. Misal tidak makan nasi tapi diganti dengan kentang atau ubi atau sumber karbohidrat lainnya. Bukannya menghilangkan sama sekali. "
(agn/chs)[Gambas:Video CNN]
Program diet artis Tya Ariestya menuai banyak kontroversi lantaran diet tanpa sayur untuk menurunkan berat badan. Pro dan kontra terjadi di dunia maya lantaran diet tersebut disebut tak mengonsumsi sayur.
Menanggapi hal tersebut, dokter gizi Fiastuti Witjaksono mengungkapkan bahwa pola diet tersebut tidaklah tepat.
"Pertama, seratnya tidak ada, jadi susah BAB, kalau enggak makan sayur dan harus makan yang lain karena kenyangnya terasa kurang," jelas Fiastuti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi sayuran merupakan hal penting, termasuk untuk diet menurunkan berat badan.
"Mungkin yang harus kita ketahui, sayur itu mengandung banyak nutrien misalnya pertama mengandung serat. Kedua, tiap sayur punya komponen tertentu," kata Fiastuti saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).
Dia mencontohkan, misalnya, wortel mengandung beta karoten yang berfungsi sebagai antioksidan.
Hal senada juga diungkapkan Ika Setyani, ahli gizi dari Mayapada Hospital Kuningan.
"Sayur itu kan sumber serat, vitamin, dan mineral. Jadi kalau menghilangkan sayur dalam tubuh yang ada nanti tubuh kekurangan serat, vitamin dan mineral yang ada di dalam sayur," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).
Serat dalam sayur tak cuma berfungsi untuk melancarkan pencernaan melainkan juga untuk mengikat lemak.
Selain itu, di dalam tubuh, serat dari sayur dan buah juga akan membentuk viskus (larutan kental) yang berfungsi membuat proses pengosongan lambung jadi lebih lama dan membuat perut kenyang lebih lama. Pada akhirnya konsumsi serat sayur dan buah akan mengurangi keinginan makan.
"Kalau mengambil serat dari buah bisa aja. Tapi kalau esensinya buat menurunkan berat badan ya tidak cocok karena kalori buah itu lebih tinggi daripada sayur."
Ditambahkan Fiastuti, serat dalam sayuran adalah serat tidak larut. Serat ini berfungsi membentuk massa feses.
"Jadi kalau kita banyak makan sayuran, massa feses akan cepat memenuhi usus, dia merangsang usus untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan ini."
Itu kemudian yang membuat sayuran membantu saluran pencernaan berfungsi dengan optimal.
"Banyak penelitian membuktikan orang yang tidak makan sayur, bahwa dia akan mudah kena penyakit, kolesterol tinggi, gula tinggi, sehingga orang yang tidak makan sayur, buah terutama akan mudah terkena penyakit jantung," tambahnya.
Fiastuti menjelaskan bahwa sayuran mengandung fitonutrien, atau nutrien yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
"Kalau kita lihat, sayur dengan volume yang cukup besar, serat tinggi, dia itu kalorinya kecil. Ini poin penting untuk penurunan berat badan," jelasnya.
Jadi bolehkah diet tanpa sayur?
"Prinsip diet itu bukan menghindari jenis makanan tertentu tapi mengatur jumlah makanan yang masuk ke tubuh dan tidak menghilangkan salah satu dari zat gizi yang diperlukan tubuh," kata Ika.
"Intinya sayur harus tetap ada, tapi untuk kondisi tertentu misal kaya lagi diare, ada penyakit tertentu yang butuh pengaturan khusus jangan dipukul rata semua," kata Ika.
"Jadi diet itu memang personal, mau kembar sekalipun, pasti kebutuhan dietnya juga akan berbeda pengaturannya, termasuk diet tanpa sayur ini."
Tips Diet Sehat dan Seimbang
Foto: jill111/Pixabay
Jenis sayuran apa yang baik?
Menurut Fiastuti, tidak ada sayuran yang sempurna, karena sayuran saling melengkapi dengan kandungannya yang bermacam-macam.
"Jadi kalau kita makan sayuran sebaiknya bervariasi supaya mendapat beta karoten di wortel, kemudian sayuran lain yang memiliki serat tinggi, sehingga saling melengkapi. Jangan satu macam yang itu-itu saja," ungkapnya.
Menurut dia, per gram sayuran memiliki kalori yang lebih kecil dibandingkan per gram tepung, gula, atau lemak.
"Otomatis, orang ketika menurunkan berat badan dianjurkan makan sayuran yang banyak. Tujuannya supaya dia kenyang dengan kalori kecil," katanya.
Ikamenambahkan, dalam 100 gram buah memiliki kalori 50 kkal, sementara 100 gram sayuran mengandung 0-25 kkal.
Beberapa jenis sayuran tertentu pun bisa dimakan sepuasnya karena kalorinya bisa diabaikan. Misalnya, tomat, mentimun, selada, dan oyong.
"Tapi tanpa tambahan lainnya, misalnya mayonaise, olive oil, atau dressing salad. Akan tetapi intinya harus imbang juga antara sayur dan buah."
Tips diet selain memenuhi konsumsi sayuran
Selain anjuran memenuhi asupan sayuran, Fiastuti juga menyarankan untuk mengurangi serta menghindari makanan yang padat kalori, lemak, serta gula.
"Padat kalori itu kalorinya besar tapi tidak membuat kenyang, jadi ingin makan lagi," katanya
Ketika menjalankan diet, dia mengingatkan untuk banyak mengonsumsi sayuran, buah, kemudian karbohidrat secukupnya, serta protein untuk membantu otot bekerja dengan baik.
"Kenapa harus makan sayur dan buah? karena mereka sumber mineral terbaik. Dan konsumsi lemak boleh tapi jangan terlalu banyak lemak jenuh," katanya.
Tak lupa, dia juga menyarankan untuk menyeimbangkannya dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Menambahkan Fiastuti, Ika juga mengungkapkan bahwa diet haruslah dijalankan dengan sehat dan seimbang. Antara sehat dan seimbang, keduanya punya pengertian yang berbeda.
Diet tak sehat, lebih mengarah ke menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain akibat diet.
"misalnya kaya menurunkan berat badan dengan makan 1 kali sehari tapi karena salah prosedur malah jadi sakit maag atau Gerd."
Sedangkan diet tak seimbang lebih dilihat dari sisi gizi dalam tubuh.
"Misalnya tidak makan sayur, tidak makan karbohidrat sama sekali. Padahal harusnya diganti atau substitusi dengan yang lain. Misal tidak makan nasi tapi diganti dengan kentang atau ubi atau sumber karbohidrat lainnya. Bukannya menghilangkan sama sekali. "