Gejala Umum Covid-19 Akibat Mutasi Virus Corona B117

tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 16:43 WIB
Masuknya strain virus corona B117 ke Indonesia membuat banyak orang berpikir tentang perbedaan gejalanya. Apa gejalanya? Masuknya strain virus corona B117 ke Indonesia membuat banyak orang berpikir tentang perbedaan gejalanya. Apa gejalanya? ( iStockphoto/South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masuknya strain virus corona B117 ke Indonesia membuat banyak orang berpikir tentang perbedaan gejalanya.

Kepada CNNIndonesia.com, dokter paru Erlang Samoedro mengungkapkan soal gejala Covid-19 B117 dari Inggris.

"Tidak ada perbedaan gejala," ungkapnya.


Hal ini juga diungkapkan oleh dokter paru RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Eric Daniel Tenda.

"Gejalanya sama. Gejalanya covid-19 strain B.1.1.7 ini tidak ada perbedaan yang spesifik dengan covid-19 yang sudah ada sebelumnya. Perbedaannya hanyalah virusnya lebih cepat menyebar," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com.

"Varian baru ini dapat mengakibatkan gejala yang ringan sampai berat. Data akhir Januari 2021 di Inggris menunjukkan ada kemungkinan asosiasi antara varian baru dengan peningkatan mortalitas."

"Namun ada juga laporan di CDC bahwa varian baru ini, memang lebih menular namun setidaknya saat ini tidak langsung menyebabkan gejala berat atau peningkatan kebutuhan perawatan di rumah sakit ataupun kematian."

Namun gejala apa yang harus diwaspadai?

Mengutip berbagai sumber, pada April 2020 lalu, CDC menambahkan enam gejala virus corona selain batuk, demam, dan sesak napas. Berikut gejala-gejalanya:
- panas dingin
- menggigil
- nyeri otot
- sakit kepala
- sakit tenggorokan
- kehilangan kemampuan mencium bau atau anosmia.

Meski demikian, masuknya strain baru dari Inggris ini mau tak mau membuat Anda harus tetap ketat dan bahkan semakin ketat menerapkan protokol kesehatan.

Pakar pulmonologi dan ilmu kedokteran respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama menyarankan untuk memaksimalkan protokol kesehatan lain yakni mengenakan masker, mencuci tangan rutin, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Tentang masker yang sejauh ini ada adalah double masker kain, tentu masker medis lebih bagus dan apalagi kalau N95. Saya biasa pakai N95 karena usia sudah 66 tahun," kata dia kepada Antara.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK