Studi: Boneka Kurus Pengaruhi Persepsi Anak soal Tubuh Ideal

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/03/2021 17:19 WIB
Studi terbaru menemukan, boneka dengan bentuk tubuh yang kurus seperti Barbie dapat memengaruhi gambaran mengenai tubuh ideal bagi anak-anak perempuan. Ilustrasi. Studi terbaru menemukan, boneka dengan bentuk tubuh yang kurus seperti Barbie dapat memengaruhi gambaran mengenai tubuh ideal bagi anak-anak perempuan. (iStockphoto/ediebloom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Boneka dengan bentuk tubuh yang kurus seperti Barbie dapat memengaruhi gambaran mengenai tubuh ideal bagi anak-anak perempuan.

Hal tersebut ditemukan dalam sebuah studi baru yang dilakukan oleh para ahli psikologi di Durham University, Inggris. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Body Image ini menemukan, anak perempuan yang bermain dengan boneka bertubuh kurus cenderung menginginkan tubuh yang sama kurus.

Boneka bertubuh kurus seperti Barbie mewakili gambaran tubuh ideal yang langsing dan berpotensi menyebabkan gangguan dismorfik tubuh.


"Ketidakpuasan akan tubuh di masa kanak-kanak dapat bertahan hingga remaja dan bisa berkontribusi terhadap penambahan berat badan serta gangguan makan," ujar salah satu penulis studi, Lynda Boothroyd, melansir CNN.

Peneliti mengamati sebanyak 30 anak perempuan usia 5-9 tahun yang bermain boneka dengan bentuk tubuh yang saling berbeda.

Peserta dibiarkan bermain boneka bertubuh kurus seperti Barbie selama lima menit. Setelah bermain, mereka ditanyai mengenai persepsi mereka akan tubuh ideal.

Hasilnya, sebagian besar dari mereka menginginkan tubuh yang kurus seperti boneka yang dimainkannya.

Tak hanya itu, peserta juga diminta bermain dengan boneka anak-anak yang tak bertubuh kurus setelahnya. Peneliti berasumsi bahwa cara ini membuat anak bisa mengubah persepsinya mengenai tubuh ideal.

Namun, hasil yang didapat setelah bermain dengan boneka kedua tak memengaruhi jawaban pertama. Anak-anak tetap menggambarkan tubuh ideal adalah tubuh langsing bak boneka-boneka kurus sebelumnya.

Psikolog Charlotte Markey, yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan, ketidakpuasan terhadap tubuh di usia dini bisa memicu dampak negatif di kemudian hari. Citra mengenai tubuh, lanjutnnya, terkait dengan kesehatan mental masyarakat yang lebih luas.

"Membiarkan anak-anak mendapatkan citra tubuh ideal yang langsing sejak dini akan berdampak negatif pada waktu yang lama," ujar Markey.

Bukan hal yang tak mungkin jika dampak negatif ini bisa berujung pada gangguan dismorfik tubuh di usia remaja dan dewasa. Dismorfik tubuh sendiri merupakan gangguan mental yang ditandai dengan gejala cemas berlebih terhadap kelemahan atau kekurangan dari penampilan fisik diri sendiri.

Untuk itu, Markey menyarankan agar orang tua membatasi mainan boneka-boneka bertubuh kurus untuk anak mereka.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK