Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi memang jadi situasi tak menguntungkan, terlebih buat bisnis kuliner. Imbasnya begitu terasa pada restoran-restoran yang mengandalkan pengalaman 'dine-in' atau makan di tempat.
Namun, waktu terus berlalu. Perlahan, berbagai restoran mulai bangkit diikuti dengan implementasi protokol kesehatan yang ketat dan jam operasional terbatas.
Baru-baru ini, CNNIndonesia.com menjajal dua restoran di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Dua-duanya menawarkan pengalaman kuliner berbeda dan patut dicoba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unik Rasa Steak dari Daging 'Lawas'
Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar kata 'steak'? Bayangan yang muncul biasanya adalah daging sapi segar, dipanggang dalam waktu dan suhu tertentu sehingga menghasilkan daging yang kaya cita rasa dan 'juicy'. Namun, steakhouse Sir.Loin memberikan pengalaman berbeda lewat sajian steak dari daging sapi 'lawas'.
Steakhouse yang berlokasi di Jalan Bumi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini menggunakan daging sapi dry aged. Dry aged merupakan proses pelayuan kering dalam suhu mendekati titik beku. Proses ini akan memberikan rasa unik sekaligus tekstur lebih lembut daripada daging steak yang biasa Anda temui.
Di sini, terdapat jenis dry aged beef yang sudah diproses selama 100 hari dan 200 hari.
Menjawab rasa penasaran, saya mencoba menu Butter Parmesan Aged Sir Loin. Di sini daging 'dilayukan' bersama butter sehingga menghasilkan daging yang lebih kaya rasa.
Seperti steakhouse lain, ada beberapa pilihan tingkat kematangan (rare, medium rare, medium, medium well, well-done), saus (blue Cheese, bearnaise, creamy peppercorn, al funghi), juga side dish (garlic potato puree, creamy spinach, grilled aubergine, shoestring fries, curly fries).
Yang menarik adalah metode memasaknya. Umumnya steak hanya dipanggang begitu saja atau dipanggang dengan garam dan lada. Sir.Loin menawarkan dua metode yakni, charcoal grilled atau panggang dengan arang dan butter pan seared atau panggang dengan butter. Menurut Bagus Oktaviano, salah satu founder Sir.Loin, kedua metode masak menawarkan sensasi rasa berbeda.
"Charcoal grilled ini lebih ke American style. Jadi daging ada aroma smokey [asap]. Kalau butter pan seared itu kayak French style steak, pakai butter jadi lebih juicy tapi enggak ada smokey-nya," jelas Bagus saat ditemui di Sir.Loin, beberapa waktu lalu.
 Menu Butter Parmesan Aged Sir.Loin (CNN Indonesia/ Elise Dwi) |
Keunikan lainnya dari Sir.Loin adalah sajiannya yang hanya menyediakan pisau daging berukuran mini. Artinya, Anda perlu tenaga ekstra agar daging terpotong sempurna.
Selain itu, tingkat kematangan 'medium' di Sir.Loin rupanya tidak menyisakan warna daging yang kemerahan. Bagus mengingatkan, tiap batch pelayuan daging bisa menghasilkan daging steak berbeda.
Anda bisa beruntung memperoleh warna daging agak kemerahan atau cokelat sempurna layaknya tingkat kematangan 'well-done'. Ada pula sensasi juicy yang didapat yang berasal dari aktivitas dry aged pada daging. Ada campuran rasa gurih daging, sedikit asin, dan aroma asap tipis berkat proses charcoal grilled.
Anda bisa melengkapi pengalaman bersantap dengan minuman menyegarkan. Sir.Loin juga menyediakan aneka minuman seperti mocktails, teh racikan atau premium, juga shakes.
Anda bisa mencoba Shirotta Berry dengan campuran Yakult, susu, dan stroberi atau Morning Call dengan campuran apel, jahe, lemon dan mint. Bagi pencinta rempah, Anda bisa juga mencoba Tuscany Lemongrass yang memadukan serai, jus jeruk, markisa, dan jeruk nipis.
Untuk menikmati pengalaman bersantap di sini, Sir.Loin mematok harga Rp150-Rp380ribu per porsi untuk single steak. Sedangkan untuk big cut (potongan daging steak besar) dibanderol Rp125-RpRp210ribu per 100 gram daging. Kemudian untuk minuman dihargai Rp25-Rp45ribu.
BungaRampai Kembali 'Mekar'
Foto: CNN Indonesia/ Elise Dwi
BungaRampai jadi salah satu restoran rujukan saat Anda menginginkan menu khas Indonesia. Pandemi membuat restoran ini hiatus dari layanan makan di tempat dan fokus pada layanan pesan-antar selama beberapa waktu.
Namun, kini restoran mulai berbenah dan kembali membuka layanan makan di tempat mulai Maret 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Di situasi seperti sekarang, pilihannya adalah kita diam, stagnan atau kalau mau jaga spirit, kita terus menumbuhkan kreasi. Untuk menu favorit kita tetap ada, tiap enam bulan diupayakan ada menu baru," ujar Mulia Denny, pimpinan BungaRampai, saat pembukaan kembali BungaRampai awal Maret lalu.
Tak ada yang berubah jika bicara soal interior, sebab restoran masih mempertahankan desain lawas. Hanya saja tiap ruang memiliki nama baru mewakili keindahan bunga-bunga Nusantara.
Restoran juga masih mempertahankan menu-menu favorit antara lain, konro bakar, sekar jagad (udang yang dibungkus dengan kulit lumpia), nasi seruni (nasi berwarna hijau dengan pewarna alami daun suji plus aneka lauk).
Untuk memberikan pengalaman baru dalam bersantap, restoran menyajikan beberapa menu baru seperti ayam tangkap khas Aceh, bebek sultan dari Madura, gurame pesmol mede dari Jawa Barat, juga tahu balok hasil kreasi tim BungaRampai.
Tak cukup sampai di situ, BungaRampai pun mengembangkan Toko Kueh dengan berbagai jajanan pasar dan kreasi kopi bernuansa Nusantara, juga pisa gelato. Anda akan menemukan keduanya di sebuah paviliun di sisi kiri bangunan utama restoran.
Semangat baru pun ditunjukkan lewat tampilan baru para staf dan pramusaji. Tampilan hasil racikan Sebastian Gunawan ini mempertemukan budaya Jawa dan Sumatera tapi dengan sentuhan modern.
Karena kapasitas yang terbatas, Anda sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu jika ingin bersantap di BungaRampai. Restoran memiliki jam operasional pukul 11.00-21.00 WIB.