Kenali Metode hingga Risiko Cangkok Rambut bak Kevin Aprilio
CNN Indonesia
Kamis, 01 Apr 2021 16:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Cangkok rambut belakangan ramai menjadi perbincangan karena musisi Kevin Aprilio yang mencoba metode tersebut hingga ke Turki. (dok. Instagram/@kevinaprilio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cangkok rambutatau transplantasi rambut belakangan ini ramai menjadi perbincangan karena musisi Kevin Aprilio rela pergi ke Turki untuk "menanam" rambut di bagian dahi dan janggutnya.
"Menuju gondrong lagi tapi implan dulu di brewok + jidat : ) dulu enggakpede sama jidat sekarang inshaAllah sudah bisa percaya diri hihi," tulis Kevin di Instagram.
Metode ini biasanya dipilih karena dianggap sebagai solusi menumbuhkan rambut dengan cara instan. Anda bisa menumbuhkan rambut pada bagian yang Anda inginkan, seperti jambang, kumis, alis mata, hingga bulu mata. Namun, cara ini juga perlu melalui prosedur pembedahan yang berisiko.
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Arif Muharram mengatakan, cangkok rambut biasanya dilakukan karena seseorang tidak percaya diri dengan tampilannya.
"Selain jadi punya rambut, sebenarnya ini cenderung ke estetika dan kepuasan pasien, agar pasien merasa percaya diri," kata Arif kepada CNNIndonesia.com, Rabu (31/3).
Meski demikian, Arif mengatakan cangkok rambut masih kalah peminat dibanding implan hidung atau implan payudara. Hal ini juga didasari tren cangkok rambut yang baru berkembang baru-baru ini di Indonesia.
Cangkok rambut biasanya jadi pilihan orang ketika telah mencoba berbagai cara non-operasi untuk menumbuhkan rambut, seperti minum obat penumbuh rambut atau memakai minyak rambut.
"Sudah banyak pasien yang mulai ngerti karena mereka merasa kok udah pake pengobatan non-operasi tapi belum berhasil, sehingga banyak yang melirik tindakan operasi untuk tanam rambut," katanya.
Anda yang ingin memilih metode ini juga sebaiknya mengetahui risiko apa saja yang mengintai dari cangkok rambut di samping manfaatnya.
Namun, bagaimana sebenarnya metode cangkok rambut yang dilakukan oleh ahli bedah? Berikut metode, perawatan, risiko, hingga biaya cangkok rambut.
Metode cangkok rambut
Seperti dilansir Healthline, secara umum cangkok rambut artinya mengambil rambut yang tumbuh (biasanya rambut pada bagian belakang kulit kepala), dan memindahkannya pada bagian yang diinginkan.
Ada dua metode yang digunakan, yakni teknik follicular unit transplantation (FUT) dan follicular unit strip surgery (FUSS).
1. Follicular unit strip surgery (FUSS)
Metode FUSS ini mengambil bagian belakang kulit kepala yang ditumbuhi rambut, dan menutupnya kembali dengan cara dijahit.
Kemudian dokter akan membagi potongan kulit kepala tersebut menjadi bagian yang lebih kecil, dan mencangkoknya pada bagian yang diinginkan.
Dokter akan menggunakan jarum atau pisau untuk membuat lubang kecil di kulit kepala tempat rambut akan ditransplantasi, kemudian memasukkan rambut yang sudah dipotong tadi ke dalam lubang (okulasi).
Biasanya dokter mencangkok rambut yang sudah tercacah satu persatu ke bagian yang diinginkan. Metode ini cenderung berisiko mengalami pendarahan jika terlalu banyak bagian kulit kepala yang diambil untuk ditransplantasi.
Lubang yang ditinggalkan juga bisa tak tertutup sempurna karena terlalu terlalu banyak mengambil kulit kepala. Selain itu, metode ini meninggalkan bekas jahitan, sehingga bagian ini akan mengalami kebotakan.
Dokter Spesialis Bedah Plastik Danu Mahandaru mengatakan, tindakan operasi minor ini menghabiskan waktu yang lebih cepat ketimbang metode FUSS. Hal itu dikarenakan, dokter bisa dibantu oleh lebih dari tiga asisten saat memotong kecil kulit kepala.
2. Follicular unit transplantation (FUT)
Metode kedua adalah Follicular unit transplantation (FUT). Metode ini tidak mengambil kulit kepala, namun "menanam" folikel rambut ke bagian yang diinginkan.
Metode ini menggunakan teknologi yang dikembangkan untuk mengambil folikel rambut di kulit kepala. Setelah mengambil folikel rambut ini, dokter akan membuat lubang kecil di bagian yang akan ditanami rambut, dan memindahkan folikel ke dalam lubang tersebut. Bekas operasi akan ditutupi dengan kain kasa.
Secara medis, metode ini minim risiko pendarahan dan infeksi. Namun Anda membutuhkan biaya besar agar bisa menumbuhkan rambut dengan metode ini.
Berdasarkan pengalaman Danu, tindakan operasi dengan metode ini bisa menghabiskan waktu hingga 8 jam. Ia harus menanam folikel rambut satu persatu pada area yang diinginkan hingga semuanya tertutupi.
"Paling sedikit 350 helai folikel rambut, dan paling banyak 2.500 helai folikel yang ditanam, kira-kira itu 7-8 jam," katanya.
Siapa yang boleh dan tidak boleh
Arif menjelaskan, ada beberapa kondisi seseorang yang tidak diperbolehkan melakukan transplantasi rambut. Pertama, orang yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau penyakit autoimun.
Penyakit bawaan dinilai bisa mengurangi tingkat keberhasilan operasi dan mengganggu penyembuhan.
"Pasien juga harus sabar, tidak punya penyakit bawaan karena akan mengurangi tingkat keberhasilan," kata Arif.
Danu mengatakan, cangkok rambut akan lebih optimal jika dilakukan pada orang yang tidak memiliki folikel rambut di beberapa bagian tubuh. Ini ditandai dengan kulit kepala yang licin sehingga tak ada rambut tubuh, atau kulit wajah yang mulus licin.
"Biasanya orang yang cangkok rambut karena dia benar-benar tidak punya folikel kulit kepala, dan metode hair transplant ini punya angka keberhasilan yang tinggi," katanya.
Cangkok rambut bukan cara instan
Meski terdengar metode yang instan dapat menumbuhkan rambut dengan cepat, Danu mengatakan butuh waktu sekitar 3-4 bulan agar rambut hasil cangkokan tumbuh.
Rambut hasil cangkok ini juga akan mengalami masa rontok setelah 1-2 minggu ditanam. Namun akan kembali tumbuh setelah 2 minggu, dan baru bisa terlihat lebat setelah 4 bulan.
"Jadi ini juga tidak instan, butuh waktu hingga 4 bulan sampai rambut benar-benar tumbuh lebat," kata Danu.
Sementara Arif mengaku butuh waktu hingga 12 bulan pasca operasi hingga rambut cangkokan berhasil tumbuh sepenuhnya.
Ia juga menyampaikan banyak ditemui pasien cangkok rambut yang baru bisa memperlihatkan hasil nyata setelah 12 bulan pasca operasi.
Rambut yang sudah tumbuh juga bisa menipis atau rontok seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, setelah operasi orang tersebut harus memperhatikan asupan nutrisi seimbang supaya rambut bisa tumbuh dengan sempurna. Asupan protein sangat disarankan supaya mempercepat penyembuhan luka.
Setelah operasi, dokter biasanya akan melakukan evaluasi selama 3 hari. Selama masa evaluasi itu, pasien tidak diizinkan pulang.
Evaluasi juga diperlukan untuk mencegah terjadinya pendarahan atau infeksi pada luka yang disebabkan sayatan atau pelubangan pada kulit kepala. Pada masa ini, dokter akan membersihkan bagian kepala yang ditumbuhi rambut.
Setelah dinyatakan aman, pasien akan diperbolehkan pulang dengan menggunakan kain kassa pada bagian yang luka. Selama proses penyembuhan luka ini, pasien sebaiknya tidak keramas dan teratur mengkonsumsi obat-obatan dari dokter.
Menurut Danu, pasien biasanya baru bisa keramas sendiri setelah lima hari sesuai hasil pemeriksaan dokter. Dokter juga akan menyarankan shampo yang tepat, serta cara keramas agar tidak melukai kulit kepala.
"Treatment pascaoperasi yang penting itu tidak melakukan pekerjaan berat dulu, lima hari setelah itu perlu periksa ke dokter, baru setelah itu dokter bisa anjurkan untuk keramas," katanya.
Risiko cangkok rambut
Arif mengatakan pada fase awal setelah tindakan operasi, kemungkinan akan ada pendarahan yang berujung pada infeksi. Pendarahan ini terjadi jika mengambil terlalu banyak kulit kepala yang ditumbuhi rambut.
Biasanya dokter akan melakukan evaluasi pasien selama 3 hari sebelum diperbolehkan pulang. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko pendarahan.
Dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi pasca operasi.
"Jika pakai metode yang mengambil kulitnya itu, bisa terjadi kebotakan berupa garis di daerah itu, tapi itu sangat jarang terjadi, dan walaupun botak pasti akan tertutupi dengan rambut di atasnya," kata Arif
Selain itu, ada risiko bahwa rambut yang ditanam tidak tumbuh seperti yang diinginkan. Kondisi ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan nutrisi yang bergizi, pola hidup tak sehat, dan merokok.
Biaya cangkok rambut
Biaya yang dibutuhkan untuk cangkok rambut biasanya dimulai sekitar Rp25-Rp100 juta. Menurut Danu, besarnya biaya ini juga dipengaruhi oleh metode yang digunakan, juga berapa helai rambut yang ditanamkan.
Dokter bisa melakukan cangkok rambut hingga 2.500 helai rambut dalam sekali tindakan. Semakin banyak folikel yang ditanamkan, maka semakin besar biaya yang dikeluarkan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Cangkok rambutatau transplantasi rambut belakangan ini ramai menjadi perbincangan karena musisi Kevin Aprilio rela pergi ke Turki untuk "menanam" rambut di bagian dahi dan janggutnya.
"Menuju gondrong lagi tapi implan dulu di brewok + jidat : ) dulu enggakpede sama jidat sekarang inshaAllah sudah bisa percaya diri hihi," tulis Kevin di Instagram.
Metode ini biasanya dipilih karena dianggap sebagai solusi menumbuhkan rambut dengan cara instan. Anda bisa menumbuhkan rambut pada bagian yang Anda inginkan, seperti jambang, kumis, alis mata, hingga bulu mata. Namun, cara ini juga perlu melalui prosedur pembedahan yang berisiko.
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Arif Muharram mengatakan, cangkok rambut biasanya dilakukan karena seseorang tidak percaya diri dengan tampilannya.
"Selain jadi punya rambut, sebenarnya ini cenderung ke estetika dan kepuasan pasien, agar pasien merasa percaya diri," kata Arif kepada CNNIndonesia.com, Rabu (31/3).
Meski demikian, Arif mengatakan cangkok rambut masih kalah peminat dibanding implan hidung atau implan payudara. Hal ini juga didasari tren cangkok rambut yang baru berkembang baru-baru ini di Indonesia.
Cangkok rambut biasanya jadi pilihan orang ketika telah mencoba berbagai cara non-operasi untuk menumbuhkan rambut, seperti minum obat penumbuh rambut atau memakai minyak rambut.
"Sudah banyak pasien yang mulai ngerti karena mereka merasa kok udah pake pengobatan non-operasi tapi belum berhasil, sehingga banyak yang melirik tindakan operasi untuk tanam rambut," katanya.
Anda yang ingin memilih metode ini juga sebaiknya mengetahui risiko apa saja yang mengintai dari cangkok rambut di samping manfaatnya.
Namun, bagaimana sebenarnya metode cangkok rambut yang dilakukan oleh ahli bedah? Berikut metode, perawatan, risiko, hingga biaya cangkok rambut.
Metode cangkok rambut
Seperti dilansir Healthline, secara umum cangkok rambut artinya mengambil rambut yang tumbuh (biasanya rambut pada bagian belakang kulit kepala), dan memindahkannya pada bagian yang diinginkan.
Ada dua metode yang digunakan, yakni teknik follicular unit transplantation (FUT) dan follicular unit strip surgery (FUSS).
1. Follicular unit strip surgery (FUSS)
Metode FUSS ini mengambil bagian belakang kulit kepala yang ditumbuhi rambut, dan menutupnya kembali dengan cara dijahit.
Kemudian dokter akan membagi potongan kulit kepala tersebut menjadi bagian yang lebih kecil, dan mencangkoknya pada bagian yang diinginkan.
Dokter akan menggunakan jarum atau pisau untuk membuat lubang kecil di kulit kepala tempat rambut akan ditransplantasi, kemudian memasukkan rambut yang sudah dipotong tadi ke dalam lubang (okulasi).
Biasanya dokter mencangkok rambut yang sudah tercacah satu persatu ke bagian yang diinginkan. Metode ini cenderung berisiko mengalami pendarahan jika terlalu banyak bagian kulit kepala yang diambil untuk ditransplantasi.
Lubang yang ditinggalkan juga bisa tak tertutup sempurna karena terlalu terlalu banyak mengambil kulit kepala. Selain itu, metode ini meninggalkan bekas jahitan, sehingga bagian ini akan mengalami kebotakan.
Dokter Spesialis Bedah Plastik Danu Mahandaru mengatakan, tindakan operasi minor ini menghabiskan waktu yang lebih cepat ketimbang metode FUSS. Hal itu dikarenakan, dokter bisa dibantu oleh lebih dari tiga asisten saat memotong kecil kulit kepala.
2. Follicular unit transplantation (FUT)
Metode kedua adalah Follicular unit transplantation (FUT). Metode ini tidak mengambil kulit kepala, namun "menanam" folikel rambut ke bagian yang diinginkan.
Metode ini menggunakan teknologi yang dikembangkan untuk mengambil folikel rambut di kulit kepala. Setelah mengambil folikel rambut ini, dokter akan membuat lubang kecil di bagian yang akan ditanami rambut, dan memindahkan folikel ke dalam lubang tersebut. Bekas operasi akan ditutupi dengan kain kasa.
Secara medis, metode ini minim risiko pendarahan dan infeksi. Namun Anda membutuhkan biaya besar agar bisa menumbuhkan rambut dengan metode ini.
Berdasarkan pengalaman Danu, tindakan operasi dengan metode ini bisa menghabiskan waktu hingga 8 jam. Ia harus menanam folikel rambut satu persatu pada area yang diinginkan hingga semuanya tertutupi.
"Paling sedikit 350 helai folikel rambut, dan paling banyak 2.500 helai folikel yang ditanam, kira-kira itu 7-8 jam," katanya.
Siapa yang boleh dan tidak boleh
Arif menjelaskan, ada beberapa kondisi seseorang yang tidak diperbolehkan melakukan transplantasi rambut. Pertama, orang yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau penyakit autoimun.
Penyakit bawaan dinilai bisa mengurangi tingkat keberhasilan operasi dan mengganggu penyembuhan.
"Pasien juga harus sabar, tidak punya penyakit bawaan karena akan mengurangi tingkat keberhasilan," kata Arif.
Danu mengatakan, cangkok rambut akan lebih optimal jika dilakukan pada orang yang tidak memiliki folikel rambut di beberapa bagian tubuh. Ini ditandai dengan kulit kepala yang licin sehingga tak ada rambut tubuh, atau kulit wajah yang mulus licin.
"Biasanya orang yang cangkok rambut karena dia benar-benar tidak punya folikel kulit kepala, dan metode hair transplant ini punya angka keberhasilan yang tinggi," katanya.
Mengenal Metode hingga Risiko Cangkok Rambut bak Kevin Aprilio
Cangkok rambut belakangan ramai menjadi perbincangan karena musisi Kevin Aprilio yang mencoba metode tersebut hingga ke Turki. (dok. Instagram/@kevinaprilio)
Cangkok rambut bukan cara instan
Meski terdengar metode yang instan dapat menumbuhkan rambut dengan cepat, Danu mengatakan butuh waktu sekitar 3-4 bulan agar rambut hasil cangkokan tumbuh.
Rambut hasil cangkok ini juga akan mengalami masa rontok setelah 1-2 minggu ditanam. Namun akan kembali tumbuh setelah 2 minggu, dan baru bisa terlihat lebat setelah 4 bulan.
"Jadi ini juga tidak instan, butuh waktu hingga 4 bulan sampai rambut benar-benar tumbuh lebat," kata Danu.
Sementara Arif mengaku butuh waktu hingga 12 bulan pasca operasi hingga rambut cangkokan berhasil tumbuh sepenuhnya.
Ia juga menyampaikan banyak ditemui pasien cangkok rambut yang baru bisa memperlihatkan hasil nyata setelah 12 bulan pasca operasi.
Rambut yang sudah tumbuh juga bisa menipis atau rontok seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, setelah operasi orang tersebut harus memperhatikan asupan nutrisi seimbang supaya rambut bisa tumbuh dengan sempurna. Asupan protein sangat disarankan supaya mempercepat penyembuhan luka.
Setelah operasi, dokter biasanya akan melakukan evaluasi selama 3 hari. Selama masa evaluasi itu, pasien tidak diizinkan pulang.
Evaluasi juga diperlukan untuk mencegah terjadinya pendarahan atau infeksi pada luka yang disebabkan sayatan atau pelubangan pada kulit kepala. Pada masa ini, dokter akan membersihkan bagian kepala yang ditumbuhi rambut.
Setelah dinyatakan aman, pasien akan diperbolehkan pulang dengan menggunakan kain kassa pada bagian yang luka. Selama proses penyembuhan luka ini, pasien sebaiknya tidak keramas dan teratur mengkonsumsi obat-obatan dari dokter.
Menurut Danu, pasien biasanya baru bisa keramas sendiri setelah lima hari sesuai hasil pemeriksaan dokter. Dokter juga akan menyarankan shampo yang tepat, serta cara keramas agar tidak melukai kulit kepala.
"Treatment pascaoperasi yang penting itu tidak melakukan pekerjaan berat dulu, lima hari setelah itu perlu periksa ke dokter, baru setelah itu dokter bisa anjurkan untuk keramas," katanya.
Risiko cangkok rambut
Arif mengatakan pada fase awal setelah tindakan operasi, kemungkinan akan ada pendarahan yang berujung pada infeksi. Pendarahan ini terjadi jika mengambil terlalu banyak kulit kepala yang ditumbuhi rambut.
Biasanya dokter akan melakukan evaluasi pasien selama 3 hari sebelum diperbolehkan pulang. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko pendarahan.
Dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi pasca operasi.
"Jika pakai metode yang mengambil kulitnya itu, bisa terjadi kebotakan berupa garis di daerah itu, tapi itu sangat jarang terjadi, dan walaupun botak pasti akan tertutupi dengan rambut di atasnya," kata Arif
Selain itu, ada risiko bahwa rambut yang ditanam tidak tumbuh seperti yang diinginkan. Kondisi ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan nutrisi yang bergizi, pola hidup tak sehat, dan merokok.
Biaya cangkok rambut
Biaya yang dibutuhkan untuk cangkok rambut biasanya dimulai sekitar Rp25-Rp100 juta. Menurut Danu, besarnya biaya ini juga dipengaruhi oleh metode yang digunakan, juga berapa helai rambut yang ditanamkan.
Dokter bisa melakukan cangkok rambut hingga 2.500 helai rambut dalam sekali tindakan. Semakin banyak folikel yang ditanamkan, maka semakin besar biaya yang dikeluarkan.