Alasan Covid-19 Bisa Sebabkan Sesak Napas

CNN Indonesia | Senin, 05/04/2021 10:51 WIB
Sesak napas menjadi salah satu gejala infeksi virus corona penyebab Covid-19. Berikut alasan Covid-19 sebabkan sesak nafas. Ilustrasi. Sesak napas menjadi salah satu gejala infeksi virus corona penyebab Covid-19. (Istockphoto/ AntonioGuillem)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sesak napas menjadi salah satu gejala infeksi virus corona penyebab Covid-19. Berikut alasan Covid-19 sebabkan sesak nafas.

Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa menyebabkan implikasi yang fatal bagi tubuh. Dampaknya bisa menyerang semua organ tubuh sehingga harus segera ditangani.

Beberapa gejala Covid-19 yang paling sering ditemui adalah sesak napas, napas pendek, dan sakit pada area dada. Sesak napas juga bisa jadi salah satu tanda virus corona telah menyebar ke saluran pernapasan dan memerlukan perawatan medis.


Dikutip dari Times of India, pada beberapa orang, gejala tersebut bisa sembuh dengan sendirinya melalui perawatan yang tepat di rumah. Meski demikian, tak jarang gejala ringan Covid-19 dapat berubah menjadi berat, apalagi jika Anda punya penyakit penyerta (komorbid).

Intensitas sesak napas yang dialami pasien Covid-19 dapat berbeda-beda. Biasanya kebanyakan orang yang terinfeksi Covid-19 akan merasa sesak napas terus menerus atau terengah-engah setiap beberapa detik.

Dalam beberapa kasus, Covid-19 juga membuat orang kesulitan mengambil napas panjang, bahkan kadang bisa menyebabkan sensasi sesak atau nyeri tiba-tiba saat menarik atau menghembuskan napas.

Apa alasan Covid19 bisa sebabkan sesak nafas?

Gejala Covid-19 sangat bergantung pada awal mula virus menginfeksi organ vital. Jika virus penyebab telah menginfeksi paru-paru, maka kerja organ yang membawa nutrisi dan oksigen dalam tubuh ini akan terganggu.

Menurut Medical News Today, paru-paru mengambil oksigen ketika bernapas. Kantung udara kecil pada paru-paru yang disebut alveolus akan menangkap oksigen dan mentransfernya ke pembuluh darah terdekat. Oksigen kemudian akan memasuki aliran darah dan seluruh tubuh. Sementara karbon dioksida akan diserap dan diembuskan kembali.

Namun, ketika SARS-CoV-2 menginfeksi jaringan paru-paru, virus akan menyebar dengan cepat dan memengaruhi sel epitel yang melapisi saluran udara. Saat itu, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan sel untuk melawan virus.

Dikutip dari Healthline, respons kekebalan tubuh yang terkena Covid-19 akan mengganggu transfer oksigen normal. Sel darah putih akan melepaskan molekul yang menyebabkan peradangan yang disebut chemokines atau cytokines. Kedua molekul ini akan membuat sel-sel kekebalan tubuh bekerja lebih keras untuk membunuh sel-sel yang terinfeksi virus.

Dampak dari 'pertarungan' antara sistem kekebalan tubuh dan virus akan meninggalkan nanah yang terdiri dari cairan dan puing-puing sel yang mati di paru-paru. Hal ini mengakibatkan gejala saluran pernapasan seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Sesak napas kadang bukan jadi gejala utama Covid-19, namun ini bisa jadi pertanda virus telah menyerang paru-paru. Masa inkubasi virus corona ini terjadi selama 5-14 hari, pada masa tersebut Anda bisa mengalami gejala lain seperti pilek, demam, lemas, dan baru merasa sesak napas setelah 5-6 hari sejak gejala awal muncul.

Gejala ini bisa sembuh sendiri dengan makan sehat dan istirahat cukup. Namun, jika masalah pernapasan tak semakin membaik, segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan medis.

(mel/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK