Kata Dokter soal Kabar Vaksin Sinovac Bikin Sulit Ereksi

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 19:30 WIB
Kabar soal vaksin Covid-19, Sinovac, bikin sulit ereksi ramai dalam beberapa hari ke belakang. Bagaimana penjelasan dokter terkait hal tersebut? Ilustrasi. Kabar soal vaksin Covid-19, Sinovac, bikin sulit ereksi ramai dalam beberapa hari ke belakang. (Istockphoto/Staras)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa hari terakhir, media sosial ramai soal efek samping vaksin Covid-19, Sinovac, yang disebut-sebut menyebabkan disfungsi ereksi. Hal ini diklaim terjadi setelah pemberian vaksin dosis kedua.

Kabar tersebut ramai jadi perbincangan di media sosial Instagram. Namun, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Hinky Hindra Irawan menegaskan belum ada laporan efek samping berupa disfungsi ereksi pada orang yang telah disuntik vaksin Covid-19, Sinovac.

"Tidak ada laporan gangguan ereksi yang masuk ke Komnas KIPI sampai hari ini," kata Hinky kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/4).


Dihubungi terpisah, Ahli Biologi dan Molekuler Ines Atmosukarto juga berpendapat serupa. Menurutnya, tidak ada data yang menghubungkan KIPI vaksin Covid-19 dengan masalah disfungsi ereksi setelah vaksinasi dosis dua diberikan.

"Sudah puluhan juta orang di dunia disuntik vaksin, dan tidak ada laporan disfungsi ereksi. Saya belum mendapat data yang menghubungkan kedua hal itu," tuturnya.

Ahli Bedah Urologi sekaligus Ketua Ikatan Ahli Urologi Indonesia, Akmal Taher juga mengatakan kandungan dalam vaksin Covid-19 asal Sinovac tidak berhubungan dengan organ reproduksi.

Vaksin Sinovac menggunakan virus SARS-CoV-2 yang telah dimatikan sehingga membentuk kekebalan tubuh. Menurut Akmal, virus yang mati tersebut secara keilmuan tidak menyebabkan masalah pada organ reproduksi, termasuk disfungsi ereksi.

"Kalau kita lihat sekilas kandungannya, itu, kan, virus yang dimatikan, mestinya enggak ada hubungan dengan disfungsi ereksi," kata Akmal.

Namun, meski tak berhubungan secara langsung, Akmal menyarankan agar orang dengan KIPI setelah mendapat vaksin Covid-19 segera melaporkannya ke pihak medis. Hal itu dilakukan untuk mengetahui sebab dan efek samping vaksin yang ditimbulkan.

Dugaan KIPI vaksin Sinovac berupa masalah disfungsi ereksi juga sebaiknya menjadi perhatian Komnas KIPI agar dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Semua, kan, memang harus dicatat, dibuktikan, apa memang saling berhubungan, apa sakit karena vaksin. Orang bisa sakit setelah divaksin, tapi bukan karena vaksinnya," ujarnya.

Sementara masalah disfungsi ereksi, menurut Akmal, bisa disebabkan berbagai hal. Salah satunya karena usia, berat badan berlebih, hipertensi, hingga gangguan psikis.

(mel/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK