TAJIL

Hukum Menerima Vaksin Mengandung Unsur Haram dalam Islam

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 04:03 WIB
Islam adalah agama yang salah satunya mengutamakan keselamatan jiwa. Lantas, bagaimana hukumnya menerima vaksin yang mengandung unsur haram? Ilustrasi vaksin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas soal hukum menerima vaksin yang mengandung unsur haram.

Tanya:
Apa hukumnya vaksin yang mengandung zat yang dinilai haram tapi berguna bagi kesehatan?

Jawab:
Narasumber: Menteri Agama RI 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin


Assalammualaikum Wr. Wb.

Bagaimana bila kita mengonsumsi obat atau menerima vaksin yang mengandung unsur haram, tapi hal itu berguna bagi kesehatan?

Terkait dengan pertanyaan ini, tentu kita harus kembali pada hakekat dari penetapan syariat itu sendiri.

Kita mengetahui, dalam Islam, ada yang disebut dengan maqashid syariah. Maksud dan tujuan untuk apa ditempatkannya syariat, yaitu sebuah ketentuan hukum dalam Islam.

Semua syariat, baik salat, berpuasa, berzakat, berhaji, atau bentuk-bentuk ibadah lainnya, semuanya mengacu pada maksud-maksud utama, yang salah satunya dikenal dengan istilah hifdzun nafs. Salah satu dari hifdzun nafs adalah menjaga keselamatan jiwa.

Jadi, seluruh peribadatan dalam Islam, seluruh maksud penetapan syariat, [dilakukan] dalam rangka agar jiwa manusia terlindungi, terjaga, dan terpelihara dengan baik.

Maka, ketika kita harus mengonsumsi obat atau vaksin yang mengandung unsur haram, kita harus melihat terlebih dahulu, apakah masih ada obat atau vaksin lain yang tidak mengandung unsur keharaman.

Selama masih ditemui, maka mengonsumsi vaksin yang ada unsur haramnya menjadi sesuatu yang dilarang. Karena ada vaksin lain yang tidak mengandung keharaman.

Tapi, kalau hanya itu satu-satunya vaksin yang ada, maka demi keselamatan jiwa, hal yang sedemikian [menerima vaksin dengan unsur haram] itu dibolehkan.

Kedaruratan itu bisa membolehkan hal-hal yang awalnya dilarang atau diharamkan.
Maka, kita harus memehami betul apa batasan kedaruratan itu. Intinya adalah dua hal. Pertama, dikatakan darurat, jika hal itu betul-betul mengancam keselamatan jiwa. Kedua, ketika kita tidak menemukan hal lain, yang dalam hal ini adalah vaksin yang tidak mengandung unsur haram.

Islam adalah agama yang memudahkan. Islam adalah agama yang berorientasi pada keselamatan jiwa.

Wassalammualaikum Wr. Wb.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK