Sandi: Indonesia Masih Kaji Efektivitas IATA Travel Pass

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 16:22 WIB
Hingga saat ini, Indonesia belum memutuskan penggunaan IATA Travel Pass bagi turis mancanegara yang hendak berkunjung ke Tanah Air. Ilustrasi bandara. (Istockphoto/dmitriymoroz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hingga saat ini, Indonesia belum memutuskan penggunaan IATA Travel Pass bagi turis mancanegara yang hendak berkunjung ke Tanah Air.

IATA Travel Pass ialah aplikasi telepon genggam dengan fungsi penyimpanan dokumen syarat perjalanan tambahan selain paspor, visa, dan tiket pesawat. Salah satunya informasi vaksinasi sang pelancong.

Aplikasi ini merupakan kerja sama antara Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dengan pemerintah setempat dan maskapai penerbangan.


Dalam jumpa pers virtual mingguan pada Senin (19/4) di kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan kalau pihaknya akan terus memperbarui informasi mengenai IATA Travel Pass kepada wisatawan, setelah ada kesepakatan antara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Penggunaan IATA Travel Pass masih dalam pembahasan. Prinsipnya kami [Kemenparekraf] akan terus berkoordinasi dengan Kemenlu dan Kemnkuham. Keputusan [penggunaannya] juga akan terkait dengan rerata vaksinasi yang sudah dilakukan tiap negara. Jadi kita masih terus memantau efektivitasnya di lapangan. Karena kami ingin memudahkan pergerakan wisatawan dari seluruh negara, bukan hanya dari Eropa atau Amerika saja," kata Sandi.

Di dalam aplikasi IATA Travel Pass penumpang bisa mengunggah data hasil tes kesehatan sampai vaksinasi serta mencari informasi mengenai syarat perjalanan ke suatu tempat dan lokasi tes kesehatan di sana.

Saat ini ada sekitar 20 maskapai penerbangan yang sedang melakukan uji coba IATA Travel Pass sebagai syarat terbang dan mendarat bagi penumpangnya.

Peluncuran aplikasi IATA Travel Pass di iOS dijadwalkan pada pertengahan April 2021 dan peluncuran di android pada akhir April 2021.

Mengutip keterangan resmi di situs remsi IATA, Mulai 1 Mei 2021 penumpang yang bepergian ke Singapura wajib menggunakan IATA Travel Pass untuk membagikan hasil tes COVID-19 PCR pra-keberangkatan mereka pada saat check-in dengan maskapai penerbangan mereka, serta pada saat kedatangan di pos pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Changi.

Jadi jika hendak ke Singapura dalam waktu dekat, cari informasi lebih lanjut tentang IATA Travel Pass kepada maskapai penerbangan yang digunakan.

Berbicara mengenai Singapura, Sandi menjelaskan soal rencana pembukaan kawasan Lagoi dan Nongsa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam konsep gelembung perjalanan (travel bubble) yang sempat dijadwalkan pada 21 April 2020 - yang notabene dua hari lagi.

Sama seperti soal IATA Travel Pass, Sandi juga belum bisa memberi pernyataan kepastian tanggal pembukaan dan mengatakan kalau sampai saat ini travel bubble antara Singapura dan Kepri masih terus dibahas oleh kementerian terkait dan pemerintah provinsi.

"Sehingga nantinya pembukaan gerbang pariwisata bisa dilakukan dalam jalur yang aman, baik untuk wisatawan Singapura dan masyarakat setempat," pungkas Sandi.

(ard/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK